PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 35 : HIDUP BARU HANA


__ADS_3

Hana sampai di Bali bersama Ratih dan Saka. Ia berharap dapat memulai kehidupan barunya di kota yang asing baginya ini. Disana ia sementara akan tinggal bersama suami bule dari Ratih dan dua anaknya yang masing-masing berusia 16 dan 10 tahun.


“Hi, Hana!” Sapa Mike, suami Ratih.


“Hi!’


“Semuanya akan baik-baik saja, selama kamu disini kamu harus enjoy!” nasihatnya.


“Pasti... Hana akan melakukannya.”


Saka terlihat sedikit malu-malu dengan kedua sepupunya karena mereka jarang sekali bertemu. Sekalinya bertemu mungkin hanya pada saat perayaan idul fitri dan idul adha saja. Niana, putri Ratih yang berusia 10 tahun terus berusaha untuk mengajak main Saka karena ia sangat senang sekali jika bertemu dengan anak kecil yang berusia dibawahnya.


“Niana! Jaga adeknya ya.” Ratih.


“Ya, Mom!” jawab Niana dari kamarnya.


“Saka! Do you wanna play this game ?”


(Kamu ingin bermain permainan ini ?)


Niana menunjukan papan permainan ular tangga kepada Saka. Saka yang masih sangat malu hanya diam saja, walaupun di dalam hatinya sangat penasaran.


“Dek! Kamu ambil lagi aksesoris kakak!” Naomi, putri Ratih yang paling besar langsung membuka pintu kamar Niana.


“NOPE!”


“You Liar!” Naomi mencarinya di meja Niana.


“Gak ada! Mungkin, kamu lupa nyimpen lagi, Naomi!”


“Really ? Apa aku bakal nyimpen disini ?” Naomi memperlihatkan kalung miliknya.

__ADS_1


“Kamu menyimpannya disitu minggu kemaren!”


“Berhentilah buat alasan, Niana!”


“Bukan alasan! Itu kenyataan, Naomi!”


“Aku akan bilang ke daddy tentang kamu mencuri barangku lagi!”


“Naomi!!!” teriak Niana dengan emosi.


Saka yang melihat pertengkaran adik dan kakak itu langsung menangis. Ratih yang mendengar keributan di lantai dua segera mengeceknya dan menggendong Saka yang masih menangis.


“Naomi! Niana! Apa lagi yang kalian ributkan!”


“Dia terus aja menuduh kalau Niana mencuri barangnya padahal dia sendiri yang menyimpannya di meja itu!” Jelas Niana dengan tangis.


Naomi mendengus kesal, “Ayolah! Apa perlu kamu gunakan airmatamu sekarang! Mommy tau sendiri Niana itu ratu drama.”


“Ada apa lagi dengan anak gadis kita, Honey ? Padahal selama kamu tidak ada rumah ini hampir seperti rumah hantu karena sangat sepi.”


“Biasalah, mereka selalu bertengkar saat aku ada di rumah.”


Mike tertawa, “Ya, mereka hanya sedang merindukanmu.”


“Teh! Ini masakannya udah siap.” Hana teriak dari dapur.


Makan malam selesai, Naomi dan Niana pun sudah menyelesaikan masalahnya dengan bantuan Ratih. Mereka berdua sudah masuk ke kamar masing-masing.


“Ratih! Besok malam, akan ada teman-teman kerjaku yang ku undang untuk makan malam di rumah. Aku tahu, kamu masih lelah...”


“It’s Okay, Mike. Ada Hana juga yang akan membantu. Untuk berapa orang ?”

__ADS_1


“Sekitar 5 orang.”


“Oh ya, aku dengar akan ada dokter baru yang datang dari Bandung di departemenmu, kan.”


“Ya... Besok aku mengundang mereka makan malam untuk menyambutnya juga.”


*****


Pagi hari di Jakarta terasa sangat dingin. Bukan karena air hujan yang mengguyur kota itu, tetapi karena rumah tangga antara Andre dan Shinta.


“Saya akan antar kamu hari ini.”


“Enggak usah, Shinta udah pesen taksi online.”


“Mobilnya sudah siap.”


“Shinta bilang gak usah.”


“Saya juga bilang, saya akan antar kamu!” Andre menarik Shinta untuk pergi ke kampus.


Walaupun sempat terus menolak, Shinta tetap tidak bisa menang dari Andre dan terpaksa menurut.


“Beres kelas jam berapa ?”


“Jam 5 sore.”


“Ya udah, kamu tunggu di halte. Saya akan jemput kamu lagi.”


Shinta hanya diam dan langsung keluar dari mobil. Tidak langsung pergi, Andre masih menatap Shinta yang sedang berjalan menuju gerbang kampus. Saat itu pula ia melihat kembali Ikmal yang menghampiri Shinta dan mengobrol dengannya.


Anak itu lagi! Sepertinya dia memiliki perasaan yang lebih terhadap Shinta! -Andre

__ADS_1


__ADS_2