PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 3 : Saka, Si Jagoan


__ADS_3

Hana sedang sangat kalut, bagaimana tidak saat ia sedang sibuk memasak di dapur ia mendengar suara tangisan yang sangat keras berasal dari Saka, anaknya dengan Andre yang sudah terlentang di lantai. Tanpa berpikir panjang, Hana langsung menggendong anaknya dan berlari untuk mencari angkutan umum guna segera sampai di Rumah sakit terdekat. Karena terlalu panik, Hana hanya membawa uang yang ada di saku celananya sebesar 20.000 rupiah yang hanya cukup untuk mebayar sebuah ojek. Untung saja, di saku celana ia menyakukan telepon genggamnya, setelah Saka ditangani oleh dokter Hana segera menghubungi suaminya, Andre untuk memberi kabar itu. Ia sungguh sangat merasa bersalah atas terjadinya kejadian ini karena menilai dirinya tak dapat mengurus anaknya dengan baik. Sekitar lebih dari sepuluh kali Hana yang masih sangat panik menelpon suaminya namun tak kunjung ada jawaban. Cukup kecewa, tetapi lebih dari itu ada perasaan tak enak hati yang ia rasakan tentang suaminya yang selalu tinggal berjauhan dengannya. Entah firasat apa itu, yang pasti ia masih berusaha untuk percaya pada suaminya yang telah mengabarinya minggu lalu bahwa guru yang sangat ia hormati, Pak Kusuma telah berpulang dan meminta izin pada dirinya untuk tidak pulang minggu ini.


Jam 11.00 malam, Hana mulai sedikit putus asa karena teleponnya tak kunjung di terima oleh Andre. Namun tidak disangka, setelah percobaan kesekian akhirnya Andre menerima panggilan dari Hana. Tangis langsung pecah saat mendengar suara yang sangat ia rindukan, suara yang menyejukan dan membuat hatinya sedikit lebih tenang. Hana menceritakan semua kejadiannya pada Andre, ia sebenarnya berharap saat mendengar kabar ini Andre akan langsung pulang menemui dirinya dan Saka, karena saat ini hanya Andre lah yang sangat ia butuhkan. Tetapi ia harus menelan kecewa untuk kesekian kalinya setelah mendengar kabar Andre akan baru pulang besok, ia tak bisa memaksa suaminya untuk segera pergi padanya karena ia mengerti kondisi Andre yang sudah pasti sangat lelah karena harus mengurus pemakaman dan tahlilan Gurunya.


"Bu, Alhamdulillah Saka tidak apa-apa. Hanya ada benjolan di kepalanya akibat trauma. Besok, Saka sudah bisa pulang" Jelas Ghani, Dokter yang memeriksa Saka. Dokter tampan, muda dan sangat digemari oleh para pasien dan tak mau kalah para suster pun mengagumi dokter muda itu.


"Terima kasih, Dok." Hana merasa sangat lega mendengar berita itu.


Sudah pukul tiga dini hari, Hana terbangun untuk melaksanakan tahajud yang rutin ia lakukan di sepertiga malam. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang yang sedang bersimpuh diatas sajadah, sedang menaikkan tangannya meminta dan menengadahkan kepalanya untuk berkomunikasi dengan sang pencipta. Dia adalah Andre, yang sudah tiba satu jam yang lalu, tetapi ia sengaja tak membangunkan istrinya, Hana karena tak tega melihatnya. Ia tahu, istrinya pasti berlari dengan panik karena melihat sendal yang di pakainya berbeda antara kanan dan kirinya, dan dengan baju yang seadanya serta jilbab yang hanya dipakai asal menutupi aurat tanpa dirapikan. Sungguh, Andre sangat merasa bersalah karena meninggalkan Hana untuk waktu yang sangat lama.


"MAS!" panggil Hana sangat antusias, dengan mata yang sudah di penuhi airmata. Hana segera memeluk Andre yang baru berdiri dan merapikan sajadahnya.

__ADS_1


"Maafkan Hana karena gak bisa jadi ibu yang baik untuk Saka" Hana menyembunyikan wajahnya dalam pelukannya dengan terus teruarai airmata.


Andre mencoba untuk melepas pelukan itu guna menatap dengan jelas mata istrinya yang terus dialiri airmata, dan menyekanya dengan tangan.


"Hana itu ibu terbaik untuk Saka, maafkan Mas karena pergi terlalu lama"


"Enggak, Mas. Hana mengerti Mas pergi untuk apa, apa yang Mas lakukan itu adalah ibadahnya Mas. Hana gak mau ganggu itu. Hana hanya akan selalu mendukung Mas apapun yang Mas lakukan, asal itu positif. Tugasnya Hana hanya akan menjaga pondasi rumah tangga ini, serta menjaga penopangnya agar tidak runtuh"


"Saka baik-baik aja ?" Tanya Andre


"Alhamdulillah kata dokter Saka cuma benjol aja" jelas Hana

__ADS_1


Andre pun sangat bersyukur mendengar kabar itu, seraya terus menatap putranya yang sedang tertidur pulas.


"Mas berapa hari di Bandung ?" Tanya Hana


"Sepertinya sampai hari Rabu, Mas akan seminggu di Bandung. Membayar ketidakhadiran Mas selama dua minggu, walaupun gak setimpal juga sih. Tapi kalau ada waktu luang lagi, Mas akan usahakan langsung terbang ke Bandung"


"Gak apa-apa Mas. Kan Hana sudah bilang, Kita gak mau jadi penghalang untuk setiap ibadahnya Mas disana"


Andre hanya tersenyum, menarik Hana untuk segera ada dalam dekapannya. Membuatnya sedikit lebih tenang mendengar kata-kata indah istrinya. Namun, disisi lain ia sangat bersalah karena masih menyembunyikan tentang pernikahan keduanya. Karena ia tak tega melihat senyuman yang ada dalam diri Hana harus hancur kembali saat mendengar kabar pernikahan keduanya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2