PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 33 : KEPUTUSAN TERBAIK HANA


__ADS_3

Andre telah sampai di hotel yang disebutkan oleh temannya itu, dan benar saja ia bertemu dengan Hana, Saka dan Teh Ratih yang sedang check out.


“Ayah!” Panggil Ayah dengan riang saat melihat Andre dari kejauhan.


Hana dan Ratih sangat terkejut saat mendengar Saka mengucapkan kata itu. Saka segera melepaskan tangan Ratih yang sedang menggenggam tangannya dan berlari ke arah Andre. Andre menyambut Saka dengan sangat senang begitu pun Saka.


“Saka kangen Ayah!” Saka memeluk Ayahnya sangat erat.


“Ayah juga. Saka selalu ngejagain mama kan ?”


Saka dengan semangat mengangguk.


“Kita pulang ?” tanya Saka.


Andre mengangguk, “Kita akan segera pulang.”


Andre menggendong Saka dan berjalan menuju Ratih dan Hana berada.


“Bagaimana Mas tahu kita ada disini ?”


“Tidak penting saya tahu darimana, yang terpenting adalah membawa kalian pulang ke rumah.”


“Kita tidak akan pulang lagi bersama, karena kita akan berpisah.”


“Mamah sama Ayah pisah ?” Saka yang polos terlihat sangat sedih saat mendengar kata pisah.


Ratih tak ingin Saka mendengar percakapan kedua orang tuanya dan membujuk Saka untuk pergi dari sana, tetapi Saka yang masih rindu dengan ayahnya tentu saja menolak untuk dipisahkan kembali.


“Biarkan Saka tetap disini.” Pinta Andre.

__ADS_1


“Ndre! Saka masih kecil!” protes Ratih.


“Saya setuju dengan Teh Ratih.” Hana.


“Saka akan mencegah kita untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.”


“Keputusan Hana sudah bulat.”


“Belum!”


“Mas! Hana mohon untuk melepaskan Hana.”


“Saya mencintai kamu Hana.”


“Saya juga mencintai diri saya sendiri, oleh karena itu saya harus memilih pilihan yang terlihat berat ini.”


Andre terdiam.


Andre bejongkok, menyejajarkan pandangan dengan Saka.


“Saka mau tidur sama main lagi sama Ayah ?”


Saka mengangguk dengan penuh semangat.


“Coba tanya ke mama, Ayah boleh gak main sama tidur sama Saka lagi ?”


“Dasar...” Ratih bergumam sangat kesal.


Hana mencegah Ratih untuk meledakkan amarahnya.

__ADS_1


“Mah, Ayah boleh pulang sama kita kan ?” tanya Saka.


“Ayah boleh pulang kok, tapi pas ayah pulang mama bakal nginep di rumahnya tante Ratih boleh ya ?” tanya Hana.


“Kenapaaaa~” Saka hendak merengek.


“Mama harus ngebantuin beres-beres dirumah tante Ratih. Gak apa-apa kalau gitu ?”


“Gak mauuuu~....” Saka merengek.


“Kalian harus benar-benar berbicara berdua saja, Saka biar Teteh yang bawa sekarang.” Ratih mengajak Saka pelan-pelan untuk pergi sampai akhirnya Saka menyetujuinya.


Andre menatap Hana.


“Kamu berjanji untuk berpikir lebih lama lagi, Hana ?”


“Aku sudah memutuskannya dan itu tidak akan berubah lagi. Seberapa keras Mas mencoba mengubah pikiranku, seyakin itu pula aku untuk bercerai dengan Mas.”


“Bagaimana dengan Saka ? kamu tidak bisa membuat Saka hidup menjadi anak broken home.”


“Satu-satunya alasan Saka menjadi anak broken home adalah jika kita tetap berada dalam pernikahan itu.”


Andre langsung tersentak.


“Aku tidak akan pernah melarang Mas untuk bertemu dengan Saka, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa memutuskan ikatan ayah dan anak yang kalian miliki. Mas Andre tetap ayah dari Saka begitu pun dengan aku tetap ibunya.”


Andre masih terdiam.


“Aku harap Mas mau menghargai keputusanku ini. Perlakukan Shinta dengan baik, Mas. Bagaimana pun ini bukan salahnya, Mas tidak boleh melampiaskan permasalahan rumah tangga kita kepada Shinta yang sedang hamil. Dia sedang hamil anak dari Mas Andre.”

__ADS_1


Hana pergi meninggalkan Andre yang masih mematung.


Ini adalah keputusan terbaik -Hana


__ADS_2