PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 27 : Cinta suci bukan untuk untuk dibagi


__ADS_3

Sedang sangat kalut Andre menancap gas mobilnya untuk segera sampai ke Bandung. Ia tak menyangka Hana sudah mendaftarkan perceraiannya secepat ini karena pada pertemuan terakhir mereka Hana berjanji untuk memikirkannya lebih matang tentang perceraian ini. Andre memarkirkan segera mobilnya di depan pagar rumahnya dan segera berlari menuju rumahnya.


“Kemana mereka semua ? Kenapa sepi ?” Andre keheranan.


Rumah itu sangat sepi dengan pagar terkunci. Andre menggoyang-goyangkan pagar mereka dengan harapan seseorang akan keluar karena merasa terganggu dengan suara berisik pagar itu. Bukannya Hana yang keluar tetapi tetangga mereka yang merasa terusik memberi tahu pada Andre bahwa Hana sudah tidak pernah terlihat lagi dalam beberapa hari terakhir. Ia juga memberi tahu Hana terakhir kali pergi bersama Ratih kakak kandungnya.


“Kemana mereka pergi ?” tanya Andre.


“Saya gak tahu Pak Dosen, katanya mah mau liburan. Da sekolah na ge diliburin sementara ceunah. Bu guru satunya lagi juga lagi cuti hamilkan. Kok suaminya bisa sampe gak tau gitu sih...” dengan logat sundanya Ceu Minah menjelaskan segalanya yang ia ketahui yang diyakini hasil rangkuman dari diskusi (ghibah) ibu-ibu komplek.’’


Andre tak memberi respon dari kalimat yang diajukan Ceu Minah tadi, ia segera berlari menuju rumah Ovi yang masih berada di komplek itu untuk menanyakan langsung padanya.


“OVI!” teriaknya.


“Kakak...” Ovi tampak terkejut dengan kehadiran Andre yang tiba-tiba.


“Mereka pergi kemana ?” tanya Andre langsung tanpa basa-basi karena ia benar-benar sudah kalut.


“Maksud kakak apa sih ? mereka siapa ?”

__ADS_1


“Hana..” jawab Andre.


Ovi hanya diam.


“OVI!”


“Mereka gak akan kembali.” Jawab datar Ovi dan ia melanjutkan pekerjaan rumah tangganya di dapur.


“Kemana mereka pergi ?” tanya Andre lagi.


“Ovi gak tau.”


“Ovi beneran gak tau!”


“Ovi! Kamu mau melihat rumah tangga ancur lebur!”


Ovi menatap tajam Andre, “Ovi memang adiknya kakak, tapi Ovi juga wanita Kak! Ovi juga pernah merasakan berada di posisinya Mbak Hana. Ovi sangat tahu rasanya, dan Ovi pun melihat sendiri bagaimana terpuruknya Mbak Hana saat Kakak pergi, bagaimana Saka yang walaupun ia tidak mengerti apapun ia pun merasakan keluarganya sedang tidak baik-baik saja! Sedangkan kakak... Apa yang kakak lakukan! Kakak hanya memikirkan bagaimana caranya Mbak Hana menerima istri kedua kakak!”


“Kakak gak ada pilihan, Vi!”

__ADS_1


“Kakak punya kesempatan untuk memberitahunya!”


“Keadaan saat itu...”


“Keadaan saat itu tidak memungkinkan...” Ovi tersenyum sinis, “Memberitahunya hanya butuh 5 menit, kakak bisa menelpon Mbak Hana, kakak beritahu dan jelaskan keadaannya... tapi kakak melewatkannya.”


“Kakak masih mencintainya, Vi.”


“Bagaimana dengan wanita itu!”


Andre sempat terdiam, “Kakak... juga tidak bisa meninggalkannya.”


“Kakak sudah mencintainya, Vi...”


“Apakah salah ya untuk jatuh cinta pada istri kakak sendiri ? apakah itu adalah dosa besar ? istri sendiri, Vi!!”


Ovi benar-benar tidak mengerti lagi, apa yang terjadi pada kakaknya. Saat ini ia benar-benar tidak mengenali kakaknya sendiri, ia seperti sudah berubah menjadi sosok orang lain karena cinta. Cinta yang seharusnya tidak pernah dirasakannya, cinta terlarang namun ia sangat mengagungkannya. Ia tahu, bagaimana pun ia mencoba menjelaskan Kakaknya akan mencari pembenaran-pembenaran lainnya untuk membenarkan semua yang ia perbuat dengan mengatas namakan cinta.


Cinta memang suci, tetapi kesuciannya tidak untuk dibagi.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2