
Walaupun Shinta dan Andre masih saling mendiamkan satu sama lain, Shinta yang akan berangkat ke kampus masih berpamitan kepada Andre karena itu adalah kewajiban seorang istri. Andre sempat menawarkan untuk mengantar Shinta, tetapi Shinta berdalih ia sudah memesan taxi online.
Andre tidak mencegah Shinta seperti biasanya, karena ia masih perlu merenungi semua hal yang sudah terjadi di dalam hidupnya sendiri. Ia merasa semuanya menjadi sangat kacau dan akan menjadi sangat kacau setelah percerainnya dengan Hana nanti. Ia ingin berpikir sendiri untuk memperhitungkan langkah apa yang tepat yang akan ia pilih di masa depan.
Shinta tentu sangat sedih, karena Andre menjadi sangat dingin. Sejujurnya ia juga merasa bersalah karena secara tidak sengaja pertanyaan itu muncul dari mulutnya. Itu benar-benar kata-kata yang spontan ia keluarkan karena ia sedang cemburu buta terhadap Hana yang sedang mengacau balau kan pikiran Andre.
Di dalam dirinya ia masih ingin Hana dan Andre tetap bersama tapi ia juga ingin dicintai oleh Andre sebesar Andre mencintai Hana. Permintaannya tidak sulit, tetapi pasti itu akan berat bagi Andre.
“Lo sakit ?” Tanya Ikmal yang muncul setelah memarkirkan motornya.
Shinta menggeleng.
“Lo keliatan pucat, Shinta!”
“Gue gak apa-apa.”
“Kenapa Lo berangkat sendiri lagi ? dia kemana ?”
Shinta diam tidak menjawab, membuat Ikmal tiba-tiba merasa sangat kesal.
“Seharusnya dia melarang Lo untuk berkuliah kan!”
Shinta masih diam.
“Lo harus ke rumah sakit!” Ikmal menarik tangan Shinta.
“Gue gak apa-apa!” Shinta menolak untuk mengikuti Ikmal.
“Tangan Lo dingin kaya gini, Shin!” Ikmal terus memeriksa suhu badan Shinta dengan menyentuh dahinya.
“Lo juga panas! Lo harus ke rumah sakit atau Lo pulang sekarang.”
Shinta geleng-geleng lagi.
“Gue akan beristirahat aja di kelas. Gue gak bisa bolos.”
“Tapi...”
__ADS_1
Shinta berjalan meninggalkan Ikmal.
Dasar keras kepala -Ikmal
Ikmal tidak lagi melarang Shinta, ia hanya mengikuti Shinta dari belakang dan menjaganya karena ia sangat khawatir padanya.
Sebenarnya Lo berhak mendapatkan yang lebih baik dari pria itu, Shin! -Ikmal
Sambil menatap Shinta dari belakang.
****
Andre berencana untuk ke Bandung lagi setelah mengetahui keberadaan Hana melalui seorang temannya yang melihat Hana di salah satu hotel di Bandung. Tak ingin membuat Shinta khawatir ia mengirim teks singkat pada Shinta.
From : Mas Andre
To : Shinta
Saya ke Bandung, jangan menunggu saya
Shinta segera melihat pesan yang masuk melalui ponselnya dan segera membuang mukanya dari layar ponsel karena rasa kecewa yang menghinggapinya. Shinta segera membenamkan kembali mukanya diantara tangannya yang menempel di meja sambil menahan sesak yang ada dalam dadanya.
Ve sempat menawarkan Shinta untuk mengantarnya pulang, tetapi Shinta terus saja menolak dan lebih memlih untuk beristirahat di kelas.
“Shin, Lo gak lagi putus cinta kan ?” tanya Ve
Shinta hanya diam.
Ve menatap layar ponsel dari Ve yang masih menyala, membuat jiwa penasarannya bergejolak. Ia tahu, pasti ada pesan yang sangat penting yang bertanggung jawab atas ekspresi sedih dan kecewa yang ditunjukan Shinta tadi.
An...dre.... ba...n... bandung....jangan.... meng... menunggu...., Andre ? Shinta benar-benar mempunyai pacar ? Tanpa sepengetahuanku ? -Ve
“Udah, Shin. Cowok mah banyak gak usah ditangisin. Kalau putus tinggal nyari lagi” Ve mengira, Shinta benar-benar diputuskan oleh seorang lelaki.
Shinta tetap diam, ia sama sekali tidak menangapi apa yang dikatakan Ve tadi.
“Lo mau makan apa ? Gue beliin deh.”
__ADS_1
Setelah mendengar kata makanan entah mengapa Shinta langsung menginginkannya.
“Soto betawi!” Ucap Shinta.
Ve terkejut karena perubahan ekspresi tadi dan sekarang, saat ini Shinta seperti memang sangat lapar dan sangat semangat untuk pergi makan.
“Tapi di kantin gak ada.”
Shinta kembali lesu.
“T-tapi bisa pesen dari ojol kan!” Ve langsung panik dan segera memesankan soto betawi permintaan sahabatnya itu setelah melihat perubahan ekspresi Shinta yang tiba-tiba berubah lagi.
“Lo tunggu ya, udah gue pesen.”
Shinta mengangguk.
“Sekarang cerita sama gue, kenapa Lo samp galau kaya gini ?”
Shinta menghela nafas.
“Lo lagi ada masalah ?”
“Agak sedikit rumit, gue gak bisa ceritain sekarang.”
“Apaan sih Lo! Main rahasia-rahasiaan sama gue.”
“Malam ini Lo bisa nginep di rumah gue ? Gue bakal ceritain semuanya.”
“Malam ini ? kayanya gak bisa. Nyokap gue sekarang ulang tahun.”
“Memangnya ada apa sih, Shin ?” lanjut Ve.
Shinta berusaha tersenyum, “Nanti gue akan ceritain, gak disini.”
Ve berusaha untuk mengerti keputusan sahabatnya dan mencoba bersabar.’
*****
__ADS_1
Waktunya pulang kuliah, Shinta sebenarnya sangat enggan untuk pulang karena di rumah pasti ia akan merasakan sepi. Itu sebabnya Shinta saat ini hanya berdiam di halte bus dan belum memesan ojol.
“Shinta!” Panggil seseorang.