PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 20 : Hari Setelah Malam Itu


__ADS_3

Hari setelah malam itu


Setelah malam itu, Andre mengantar Shinta untuk mengecek kandungannya.


“Shinta deg degan, Mas.”


“Semoga semuanya baik-baik saja ya.” Andre berusaha untuk menenangkan Shinta.


Andre pun mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati. Ia tidak mau membuat guncangan sekecil apapun karena takut Shinta dan calon anaknya terganggu.


“Mas, Shinta rasa sebaiknya kita mengunjungi Mbak Hana dulu. Shinta khawatir. Shinta merasa masih tidak adil saja mendapatkan perhatian mas seperti ini dan Mbak Hana...”

__ADS_1


Andre mengerti dan mengikuti permintaan Shinta. Kembali Andre mengingatkan Shinta untuk tidak terlalu berpikir keras. Shinta tidak boleh stress atau pun terlalu lelah, tentu itu akan berpengaruh kepada kandungannya. Seperti yang dialami oleh Hana.


Setelah beberapa saat, Andre dan Shinta tiba di hotel yang diinapi oleh Hana. Mereka lantas segera bertanya pada resepsionis untuk mendapatkan izin memeriksa Hana. Resepsionis menjawab bahwa Hana sudah pergi sejak tadi pagi dan meninggalkan sebuah surat untuk mereka berdua seolah mengetahui Andre dan Shinta akan pergi mencarinya di hotel itu.


Isi surat :


Untuk suamiku, Andre.


Selamat atas kehamilan Shinta, aku turut senang karena Shinta dapat mengandung anak keduamu yang telah kamu nanti-nantikan selama beberapa tahun terakhir. Memang, bohong jika aku tidak sedih mendengarnya saat dokter puskesmas itu bilang Shinta sedang mengandung anakmu ketika aku malah kehilangan anakmu. Tapi, aku bersyukur karena Shinta Mas Andre merasa tidak kehilangan sama sekali. Jaga dia baik-baik mas, aku sangat tahu dia wanita yang baik walaupun aku belum terlau mengenalnya, cintai dia dan sayangi dia melebihi kamu mencintai dan menyayangiku. Aku ikhlas untuk melepasmu bersama wanita baik itu.


Jagalah anak Mas Andre dengan baik karena saya tidak ingin Mas Andre kembali kehilangan anaknya. Jangan melakukan hal bodoh seperti saya, cukup saya saja yang mengecewakan Mas Andre karena tidak sanggup menjadi ibu yang baik. Saya yakin pada dirimu, karena saya dapat merasakan wanita baik sepertimu dapat membahagiakan Mas Andre dan menjaga anak Mas Andre dengan baik bahkan lebih baik dari saya. Saya tidak pernah membencimu Shinta, justru sebaliknya saya bersyukur karena Mas Andre mendapatkan wanita sebaik dirimu. Saya ikhlas dan saya mohon untuk tidak menyalahkan dirimu sendiri karena sejatinya ini bukanlah salah dirimu.

__ADS_1


***


Hana pulang ke Bandung menggunakan pesawat, ia memang menghindari pertemuan dengan Shinta dan Andre. Ia merasa belum begitu siap untuk menemui mereka lagi. Fisik dan mentalnya sudah sangat lelah setelah malam tadi. Yang ingin segera ia temui adalah Saka karena hanya Saka yang bisa memberinya energi sekarang. Saat dunianya runtuh, asalkan ada Saka, Hana yakin dirinya akan baik-baik saja.


“Kamu yakin sama keputusan kamu ?” Tanya Ratih yang selama ini sudah sangat setia menemani adiknya dan Saka.


Hana mengangguk yakin.


“Mereka saling mencintai, Teh” jelas Hana dengan mata yang berkaca-kaca.


Selama diperjalanan ia berusaha untuk menjadi wanita yang tegar, tapi ternyata dirinya tidak benar-benar tegar. Hana membutuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan lukanya, luka kehilangan anak dan sekaligus kehilangan suaminya. Hana sama sekali tidak menyangka dalam hidupnya ia harus mengalami masalah yang begitu berat seperti ini.

__ADS_1


Ratih segera memeluk adiknya dan memberinya semangat. Ratih tak ingin ikut campur pada keputusan rumah tangga adiknya yang bisa ia buat hanyalah selalu mendukung Hana kapan pun Hana membutuhkannya. Yang Hana butuhkan sekarang hanyalah sebuah dukungan dan menyadarkannya bahwa dirinya tidak sendiri, masih banyak orang-orang yang masih sangat menyayangi dan mencintainya sehingga Hana tidak akan merasa sendiri.


Permintaanku sekarang hanya satu, Shinta dapat melahirkan anak itu dengan selamat - Hana


__ADS_2