PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 19 : Saka Gak Akan Nakal Lagi


__ADS_3

“Tante mama kenapa ? mama gak mau main lagi sama Saka ya ? Saka anaknya nakal ya jadi mama gak mau main lagi sama Saka ?”


Ovi yang mendengar pertanyaan itu hanya diam, berpikir jawaban apa yang tepat untuk menjelaskan kondisi Hana saat ini. Walaupun usia anak ini baru empat tahun tetapi Ovi pun tahu Saka sudah dapat merasakan ada yang tidak beres dari kedua orang tuanya. Ia sangat prihatin karena diusianya sekarang ia harus merasakan masalah yang sangat besar dihidupnya.


“Kak Ikbal sama adek Viola bilang ke Saka kalo mama Saka udah gak mau lagi main sama Saka gara-gara Saka anak. Saka sedih...” Saka menangis.


Ovi segera memeluk Saka menyembunyikan kesedihannya, ia berusaha menguatkan Saka kalau yang ia pikirkan itu tidak benar. Hana hanya sedang pergi sebentar dan nanti akan menjemputnya lagi, hanya itu yang dapat Ovi jelaskan pada Saka.


Waktunya sarapan, Saka dan kedua sepupunya yang tak lain adalah anak dari Ovi sedang bermain di kamar bermainnya.


“Kakak Ikbal, Viola, Saka ayoo makan dulu!” panggil Ovi.


“Kak Ikbal, Viola ayoo makan dulu” ajak Saka.


Ikbal dan Viola hanya diam dan meneruskan untuk bermain.


Saka sebenarnya ingin juga tetap bermain tetapi ia berjanji untuk tidak nakal lagi dan menuruti semua perkataan tantenya agar mamanya segera menjemputnya. Padahal pada kenyataannya dahulu Saka lah yang selama ini sangat susah untuk disuruh makan dan terus saja ingin bermain.


Saka sendiri duduk di meja makan menunggu Ovi menyajikan makanannya.


“Kemana Ka Ikbal sama Viola, Saka ?”


“Masih main” jelas Saka


Ovi hanya mengangguk, dan menyajikan sayur sop dan nasi untuk Saka.


“Sayurnya dimakan ya, Saka.”


Saka hanya mengangguk dan memakan semuanya dengan lahap, padahal dahulu jika Hana menyajika sayur sop seperti itu Saka paling menolak untuk memakannya. Ia terus saja berlarian kesana-kemari karena ia sangat tidak suka dengan sayur, lagi-lagi itu ia lakukan untuk membuat mamanya kembali menjemputnya. Ia sangat merindukan Hana.


“Hari ini Saka makannya pinter ya.” Puji Ovi.


Saka hanya diam.


“Ya udah sana main lagi sama Kak Ikbal sama Viola.”


Saka menggelengkan kepalanya.


“Kenapa ? Kak Ikbal sama Viola nakal ?”


Saka kembali menggeleng.

__ADS_1


“Saka mau bantuin tante cuci piring” ucap Saka dengan tegas.


“Saka masih kecil, belum sampe ke tempat cuci piringnya. Tante bisa sendiri kok” jelas Ovi.


“Saka mau jadi anak baik, mau bantuin tante. Gak mau main lagi!”


“Saka ?”


“SAKA GAK MAU MAIN LAGI!” Rengek Saka.


“SAKA GAK AKAN MAIN LAGI JADI SURUH MAMAH BUAT JEMPUT SAKA!” Lanjutnya dengan tangis.


“SAKA KANGEN MAMA!”


“SAKA JANJI GAK AKAN JADI NAKAL LAGI”


Ovi ikut kembali merasakan yang dirasakan Saka, Ia tak menyangka anak berusia empat tahun ini bisa memikirkan hal seperti ini untuk membuatnya kembali ke mamanya. Yang seharusnya anak seusianya hanya memikirkan main saja, berbeda dengan Saka yang bisa terpikirkan untuk menawarkan dirinya untuk membantu dirinya dan memaksa dirinya sendiri untuk menjadi anak yang baik. Ia tak bisa lagi melihat Saka seperti ini, Ovi segera menelepon kakaknya Andre untuk memberitahu keadaan Saka.


Ovi dan Andre bertemu di salah satu rumah makan, ia tak bisa lagi membuat Saka menjadi korban dari keegoisan orang dewasa.


“CERAIKAN WANITA JAHAT ITU DAN KEMBALILAH BERSAMA KAK HANA!” perinta Ovi dengan tegas.


“Ovi gak habis pikir, Kakak bisa-bisanya mengkhianati Kak Hana yang sudah sangat setia sama kakak. Asal kakak tahu, Kak Hana itu sangat percaya sama kakak. Di arisan waktu itu, Kak Hana sangat membela kakak dan gak pernah sekalipun mencurigai kakak walaupun bu Juminem ngeliat sendiri Kakak bermesraan sama wanita itu!”


“Bu Juminen ?” Andre heran.


“Bu Juminem ngeliat kakak mesra-mesraan sama wanita itu! Tapi Kak Hana bilang Bu Juminem mungkin salah lihat karena waktu itu Kakak juga ngajak Kak Hana buat ketemuan sama wanita itu. Kakak bener-bener gak ada perasaan, Ovi malu sekarang ngeliat Kak Hana karena mempunyai suami yang bodoh kaya kakak. Cukup Mas Ezra aja yang ninggalin aku, jangan juga Kakak yang sangat Ovi hormati dan sayangi. Kasihan sama keadaan Mbak Hana sekarang! Mbak Hana gak Cuma kehilangan anaknya tetapi ia juga kehilangan separuh jiwanya.”


“Ovi benar-benar malu punya kakak kaya Kakak!”


“Kamu tahu ceritanya kakak gak bisa menolak pernikahan itu, kakak gak punya pilihan.”


“Tapi kakak punya kesempatan untuk memberitahu Mbak Hana!”


Andre kembali tertunduk.


“Yang paling Ovi kasihani adalah Saka, pagi tadi Saka duduk di meja makan paling cepat yang biasanya Sakalah yang paling susah untuk makan, Saka makan sayur paling banyak yang biasanya dia hanya mau makan nugget kesukaannya, dan habis itu Saka yang menawakan untuk mencuci piring dan membantu Ovi. Saka melakukan semua itu hanya untuk membuat Hana dan Kakak menjemputnya. Saka berpikir Hana tidak mau menjemputnya karena dia adalah anak yang nakal, Ovi sadar keadaan ini sangat berat bagi Saka mengerti, tetapi dirinyalah yang paling tersiksa karena masalah orang tuanya. Mas harusnya sudah sadar akan hal itu!”


Andre kembali menangis, mengingat Saka, jagoan kecilnya yang kini pasti sangat menderita. Begitu banyak dosa yang sudah ia lakukan, Andre benar-benar putus asa.


Orang-orang yang ia sayangi terus saja tersakit karenanya, ia adalah manusia yang paling tidak berguna.

__ADS_1


“Jemput Saka sekarang! Aku tidak sanggup lagi melihat kesedihan malaikat kecil itu. Yang ia butuhkan sekarang adalah orang tuanya. Walaupun ia selama ini tidak pernah membicarakanmu tetapi Ovi tahu, dia juga merindukan ayahnya.”


Andre menggelengkan kepalanya.


“Tidak, saya tidak pantas untuk dia. Saya bukanlah ayah yang baik untuk dia.” Andre terus menunduk dan menangis menyesali semua yang sudah terjadi.


“Temuilah dia sekali saja, Saka benar-benar membutuhkan kamu! JADILAH AYAH YANG BAIK SEKARANG!”


...***...


“AYAH!” Saka berlari menyambut Andre dengan senyum. Meninggalkan mobil-mobilannya dan segera memeluk Andre dengan sangat erat.


Andre berusaha manahn tangisnya saat melihat Saka, ia benar-benar merasa bersalah karena telah melukai hati Saka, jagoan kecilnya.


“Ayah jemput Saka ?” tanya Saka dengan polos.


“Allah udah ngabulin doa-doa Saka, Allah baik.”


Andre hanya tersenyum melihat senyum polos anaknya, melihat riangnya Saka saat menceritakan segala hal yang ia lalui bersama sepupu-sepupunya. Saka adalah jagoan kecilnya yang sangat kuat, Andre sangat bersyukur dikaruniai anak yang sangat pintar seperti Saka sehingga membuatnya lebih bersalah lagi.


“Saka mau ketemu Mama sekarang, Ayo pulang!” ajak Saka menarik tangan Andre ke arah pintu.


“Saka udah jadi anak baik, jadi Mama mau ketemu sama Saka. Ayo pulangg.” Rengek Saka.


“Ayah pulang!”


Andre tetap diam di tempat. Mencoba membujuk Saka dan mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain bersama Ikbal dan Viola lagi.


Setelah seharian bermain, Ikbal dan Viola pun sudah tidur siang. Tinggal Saka yang masih berusaha untuk ditidurkan Andre dengan susu yang sedang di minum Saka menggunakan dot. Andre mengelus lembut kepala Saka untuk semakin membuatnya tenang dan mengantuk. Sepertinya cara itu sangat berhasil dan membuat Saka tertidur pulas. Dotnya yang masih setengah susu sudah terlepas dari mulutnya, Andre dengan segera mengambil dot itu dan meletakannya di meja dekat kasur.


“Maafkan Ayah, ya. Belum bisa jadi superhero nya Saka.” Bisik Andre lalu mencium kening Saka.


Andre segera berlalu dan berpamitan dengan Ovi.


“Mau kemana lagi ? tinggal aja disini sama Saka!”


Andre menggeleng dan pergi.


"Titip Saka” jelas Andre.


Sebelum pergi ia berencana untuk mengunjungi Hana yang memang rumahnya bersebelahan dengan Ovi. Tetapi ia urungkan niatnya karena takut, Hana akan terganggu dengan kehadirannya.

__ADS_1


__ADS_2