
Razel yang tak mengerti apa-apa, kemudian menatap putri Eisyel dan hanya berkata pada gadis di depannya itu.
“ Putri, anda juga di tunggu di ruang makan utama “ ujar Razel dengan kebingungan yang masih menyelimutinya.
“ Yah, aku tahu pelayan! “ dengan sombongnya dan wajahnya yang sedikit mendongak keatas putri itu melewati Razel kemudian keluar ruangan tersebut.
Razel masih diam di tempatnya berdiri, tatapannya mengikuti kearah putri tersebut yang melewatinya.
‘ Wanita gila?..apa maksudnya tuan…’ gumam Razel menahan keheranannya.
Di ruang makan utama, seperti hari kemarin, putri Eisyel masih saja menatap Jendral penuh hasrat, tetapi Jendral justru menatapnya tajam dan menyiratkan kekesalan.
Siang menjelang, suasana kerajaan agak sepi, karena kebanyakan dari mereka beristirahat di tempatnya masing-masing.
Di lorong kastil Razel membawa sekeranjang buah-buahan untuk di bawa ke dapur istana. Di tengah lorong ia berpapasan dengan putri Eisyel yang sedang berjalan dari arah berlawanan.
Putri Eisyel menabrak sedikit pundak Razel, hingga beberapa buah yang dibawa Razel jatuh ke lantai.
“ Hey!, kau menabrakku pelayan! “ ucap putri Eisyel yang langsung menoleh kearah Razel.
“ Hah? Bukankah kau yang menabrakku putri? “ jawab Razel.
“ Kau pelayan rendahan, beraninya menyentuh kulitku yang halus, minggir sana! Kau menghalangi jalanku! “ hardik putri itu.
“ Kalau saja kau bukan putri Raja, sudah ku lempar kau dengan apel ini! “ Razel yang sedikit menggerutu perlahan membungkuk memunguti buah-buahan yang jatuh tadi.
“ Hey pelayan rendahan! Aku mendengar ucapanmu barusan! “ putri Eisyel berbalik badan dan berdecak pinggang di hadapan Razel.
Razel hanya diam sambil terus memunguti buah yang terjatuh.
“ Heh! Apa kau tidak dengar perkataanku?! “ kali ini putri itu menggenggam erat lengan Razel dan menariknya untuk berdiri.
“ Kenapa kau kasar padaku? Apa salahku?!“ tanya Razel mulai geram sambil melepaskan genggaman gadis itu.
“ Hmm, kau lumayan cantik untuk ukuran pelayan..” putri Eisyel tidak menggubris perkataan Razel, ia malah melipat tangannya di dada dan memperhatikan wajah Razel.
Razel menatap gadis didepannya itu dengan sinis dan penuh kekesalan.
“ Tapi pelayan ya tetap saja pelayan, mau secantik apapun kau tidak akan bisa menjadi seorang putri, dan kau tidak akan bisa mendekati LORD yang tampan dan gagah itu, hahaha…lihat saja, aku akan menaklukan pria gagah itu..sampai jumpa pelayan rendahan…” putri Eisyel melambaikan tangannya sambil menendang salah satu apel yang tergeletak di lantai hingga menjauh dan berlalu dari hadapan Razel.
Razel menatapnya dengan geram dan tatapan yang tajam.
‘ Dasar bodoh!, aku akan meminta nyonya Merlin untuk mengusirmu ‘ gumamnya dalam hati.
Razel melangkah kearah sudut lorong dan membungkuk mengambil buah apel yang di tendang putri sombong tadi, tetapi di hadapannya tampak sebuah kaki dengan sepatu yang ia kenal sedang berada tepat didepannya.
Razel mendongak dan berdiri…
__ADS_1
“ Tuan…”
“ Apa yang kau lakukan Razel? “ tanya Jendral yang sepatunya hampir menyentuh apel yang ditendang tadi.
Razel menjelaskan kejadian barusan kepada tuannya.
“ Sudahlah, gadis itu memang agak aneh..” ucap Jendral yang tanpa sengaja agak mendekat kearah pelayannya yang sedikit merapat ke dinding.
Jendral menatap wajah Razel agak lama, begitu juga dengan Razel, ia menatap kedua mata tuannya, Jendral berniat mencium pelayan cantiknya di lorong itu, tetapi ketika bibirnya sudah mendekat ke bibir Razel, ia urungkan niatnya, pria itu menunduk kemudian menghela nafas.
Jendral mengelus rambut pelayannya dengan lembut.
“ Bereskan saja apel-apel ini..kau istirahatlah setelah ini ” ujar Jendral kemudian melangkah pergi dari hadapan Razel.
Pelayan cantik itu menatap punggung tuannya yang melangkah semakin jauh, sambil tersenyum.
‘ Aku memang pelayan putri Eisyel, tetapi aku lebih beruntung daripada dirimu ‘ ujar batin Razel.
Petang membentang. Sinar oranye membias memasuki celah jendela kamar. Jendral menemui Merlin di kamarnya.
“ Merlin, aku ingin memberitahu sesuatu padamu..” ujar Jendral di sisi ranjang.
“ Apa ini ada kaitannya dengan putri Eisyel? “ tanya Merlin seolah sudah mengerti.
“ Kau sudah tahu? “
“ Razel memberitahuku tadi…apa dia menggodamu tuan? “ tanya Merlin.
“ Bagaimana dia menggodamu?!, lalu apakah kau tergoda olehnya?! “ Merlin menatap wajah suaminya serius.
“ Hey, apa aku semudah itu tergoda?.. justru aku merasa risih dengannya, Merlin apa kau bisa menasehatinya, bahwa tidak pantas bagi seorang putri Raja berani menggoda seorang LORD yang telah beristri “
“ Bagaimana jika kita usir saja gadis itu? “ ujar Merlin terdengar geram.
“ Jangan dulu,..hmm sepertinya aku punya rencana. Merlin maukah kau membantuku?”
“ Kau tak perlu memintanya, aku akan selau membantumu tuan.., apa yang kau rencanakan? “ tanya Merlin kepada suaminya.
“ Tetapi sebelum kau membantuku nanti, sebaiknya kau membantuku saat ini,..bantu aku melepas rindu padamu “
“ Tunggu!..Tuaan!!,..”
Dengan sedikit canda, Jendral membuat kelitikan kecil di pinggang istrinya, dan mereka berdua hanyut dalam kemesraan.
Keesokan paginya. Udara agak dingin dan sejuk masih menebar dari luar jendela.
Jendral tengah duduk sendirian di ruang kerjanya. Pintu ruangan sengaja di buka sedikit, sehingga terlihat dari luar keadaan Jendral yang tengah duduk disana.
__ADS_1
Ternyata putri Eisyel datang lagi untuk menggoda Jendral kembali. Ia menuju pintu dengan perlahan.
Dari balik sudut dinding, Merlin dan Razel memperhatikan gerak gerik gadis itu.
“ Dia sudah masuk perangkap nyonya “ ujar Razel setengah berbisik pada Merlin yang matanya masih menuju pintu ruang kerja Jendral.
“ Baiklah Razel, sekarang kita temui ayahnya..” ucap Merlin.
Jendral mengetahui kehadirannya, tetapi ia pura-pura tidak mengetahuinya.
“ Apa aku boleh masuk LORD “ sapa putri Eisyel yang langsung masuk tanpa di beri izin.
“ Aku belum mengizinkanmu masuk “ ujar Jendral menoleh kearah gadis itu yang telah masuk ke dalam ruangannya.
“ Ayolah LORD lembutlah sedikit padaku, ah..tapi sikapmu yang dingin seperti itu justru membuatku penasaran. Disini sangat sepi…apa kau tak ingin sebentar saja bersamaku?” goda putri Eisyel sambil menutup pintu ruangan.
Jendral menghela nafas, kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah ke tengah ruangan.
Pria itu berdiri sambil melipat tangannya di dada, dan memperhatikan putri Eisyel dari atas hingga bawah.
“ Baiklah,..apa maumu? “ tanya Jendral.
“ Aha akhirnya kau tergoda juga bukan ?..” jawab gadis muda itu.
“ Apa kau ingin melihat tubuhku?“ putri Eisyel bertanya sambil sedikit menurunkan pakaian di bahunya.
Jendral sedikit tersentak dengan kata-kata putri muda itu, tetapi ia menyembunyikan keterkejutannya, ia pura-pura diam melipat tangannya di dada sambil mengerutkan kening.
“ Kenapa kau sangat berani padaku? Ini sangat tidak pantas untuk seorang putri Raja sepertimu “ ujar Jendral.
“ Karena kau sangat menggoda LORD, kau sangat gagah…mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menahannya..” ujar gadis itu menggoda.
Gadis itu mulai melucuti sendiri pakaiannya. Jendral hanya diam kemudian menunduk.
“ Sudahlah, pakai kembali pakaianmu..” ujar Jendral menjauhi gadis itu dan mengambil jubahnya kemudian melangkah akan menuju pintu.
“ Apa kau tidak tergoda dengan tubuh indahku? “ putri Eisyel menatap wajah Jendral.
“ Tidak! “ jawab Jendral ketus.
Sampai akhirnya gadis itu hampir tidak berbusana, tetapi tiba-tiba…
CKREEK!!…
Pintu ruangan terbuka dengan kencang, dan keduanya menoleh secara bersamaan.
Beberapa orang yang berada di bibir pintu semua memasang mata membulat melihat putri Eisyel yang setengah telanjang.
__ADS_1
“ Eisyel !! “ teriak Raja Harlbin sambil membelalakan matanya melihat putrinya yang tidak senonoh di depan Jendral.
“ Ayah?! “ ujar putri Eisyel sangat terkejut dengan kehadiran ayah, ibu dan adiknya, juga Merlin dan Razel di bibir pintu