
“ Benar dugaanku, kau adalah Jendral yang dikabarkan telah mati. Kau memang hebat Jendral, tak ku sangka hampir seluruh pasukanku tumbang dengan perlawananmu, bahkan Kapten yang selalu kuandalkan, tewas ditanganmu” Suara berat milik Raja Zeroix terdengan keras walau sedikit parau.
“ Aku tak menerima pujian Raja Zeroix, bagaimana jika kita sudahi saja peperangan ini, apa kau tidak ingin menyusul Kaptenmu?!”
“ Beraninya kau berkata begitu pada Raja!!” sebuah serangan pedang melayang kearah Jendral dari seorang pasukan, tapi cepat-cepat ditangkis dengan santai oleh Jendral, kemudian pedang Jendral dengan cepat mendarat di leher pasukan itu, dan ia tewas seketika.
“ Maaf, kau harus menyaksikan pengganggu ini tewas, Raja Zeroix” Jendral menghempas keras pedangnya yang berlumur darah ke bawah, dan darah tercecer di tanah.
Jendral melangkah cepat menuju Raja Zeroix dan menyerangnya. Raja yang langsung bangkit dari duduknya dengan cepat menghunuskan pedangnya lalu berusaha melawan Jendral.
‘ Lindungi Raja!!’ Teriakan beberapa prajurit terdengar dari belakang Jendral, tapi sepertinya pasukan Drake sudah mengurusnya.
Jendral dilindungi oleh pasukan Drake, mereka mengeliling di sekitar tandu Raja Zeroix.
Kebanyakan pasukan pimpinan Leon yang sama kuat dengan pasukan Zeron, juga beberapa pasukan pecahan Zeron yang bergabung dengan Jendral, mereka menghalau musuh yang mencoba mengganggu pertarungan antara Jendral dan Raja Zeroix.
Pertarungan Raja Zeroix dan Jendral berlangsung cukup alot, karena Raja Zeroix cukup kuat walaupun kondisinya sudah menua.
Zeron memang terkenal dengan kekuatan individunya, termasuk Rajanya yang sangat kuat dari segi fisik dan tenaga.
Dengan kekuatan yang ada Jendral terus menyerang Raja Zeroix dengan sengit, tebasan keras hampir saja menjangkau perut Jendral tapi cepat ditepis oleh pedang Jendral.
Kemudian Jendral membalas tebasan pedangnya kearah dada Raja Zeroix, dan sebuah sayatan panjang mengenai bagian dada Raja berbadan besar itu.
Pria itu sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya, darah mengalir dari mulutnya juga dadanya. Tangannya yang berlumuran darah memegang dadanya dan darah keluar tak henti-hentinya.
__ADS_1
Pertarungan yang cukup melelahkan antara Jendral dan Raja, akhirnya berhasil di kuasai Jendral.
Raja yang terlihat kelelahan dan dengan luka-luka yang banyak, juga darah yang terus mengalir mengakibatkan tubuhnya lunglai, ia jatuh, lemas dan terkapar.
Dengan tenaga yang masih tersisa, Jendral ingin segera melepaskan penderitaan sang Raja dan mengakhiri pertarungannya...
" Inilah akhir kekuasaanmu, Raja Zeroix"
Dengan teriakan keras, Jendral menusukkan pedangnya tepat di jantung Raja Zeroix….
seketika itu Raja Zeroix wafat….
Dengan terengah-engah, Jendral lunglai juga, berlutut lalu duduk dengan kaki terlipat di bawah tubuhnya.
Dengan nafas tersengal, Ia menunduk di depan mayat Raja Zeroix yang terkenal kuat.
Gardden berdiri lalu berteriak kearah seluruh pasukan…
“ RAJA ZEROIX TELAH MATI !!! KEMENANGAN UNTUK BENTENG DRAKE!!!!”
Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi tanda kemenangan.
Seluruh pasukan Drake bersuka cita, sedangkan pasukan Zeron lemas tak tahu lagi harus berbuat apa.
Perangpun selesai dengan kemenangan Jendral beserta pasukannya.
__ADS_1
Jendral mengumumkan bahwa pasukan Zeron yang kalah tidak akan ditawan, tapi mereka harus menjadi pasukan benteng Drake dan mematuhi perintah dari Jendral dan petinggi benteng Drake.
Setelah perang usai dan kemenangan di raih benteng Drake, kini kerajaan Zeron tidak ada lagi yang memimpin, seluruh prajuritnya juga sudah tunduk di bawah perintah Jendral.
Di kerajaan Zeron, seluruh bendera Zeron diturunkan, dan di ganti bendera Drake yang berkibar gagah di atas puncak kastil, juga di beberapa sudut kerajaan.
Raja Zeroix tidak memiliki pewaris kerajaan, karena istrinya wafat beberapa tahun yang lalu sebelum sempat memiliki anak. Maka Jendral dan pasukannya mengambil alih kerajaan.
Akhirnya diputuskan kerajaan Zeron berganti nama dengan nama ‘ Kastil Drake’, dan seluruh desa serta wilayah kekuasaan Zeron sekarang telah dikuasai oleh benteng Drake, di bawah kepemimpinan Jendral Luzen.
Gardden di tugaskan Jendral untuk menjadi pemimpin di Kastil Drake, di temani beberapa pasukan yang diambil dari benteng.
“ Tapi Luzen, aku lebih suka berada di benteng dan bersamamu juga yang lain daripada di kastil besar itu tapi aku kesepian” Gardden mengeluh keputusan Jendral.
“ Gardden, kenapa kau seperti anak kecil begini, kastil itu sudah bagian darimu juga..kau bebas berkuasa disana..bukankah banyak orang yang justru menginginkan kekuasaan?” Jendral menjelaskan.
“ Aku tidak perlu kekuasaan. Sudahlah…sebaiknya kau cari gantinya Luzen, aku tidak setuju kau tempatkan disana”Gardden masih keras kepala.
“ Tapi kau orang yang paling kupercaya Gard..menjadi penanggung jawab di wilayah sebesar itu harus kuberikan pada orang yang benar-benar kupercaya” Jendral tetap pada pendiriannya.
Bagaimana jika kita putuskan di aula bersama yang lain, kita ambil suara terbanyak, kurasa itu lebih adil. Kali ini Jendral tidak dapat lagi menolak kemauan sahabatnya itu.
Akhirnya setelah mereka berembuk, diputuskan Dumor dan beberapa pasukan benteng yang akan berada di Kastil Drake. Dumor memiliki jiwa pemimpin, dan dia juga termasuk pria yang kuat dari segi fisik.
Akhirnya kepemimpinan Kastil Drake diserahkan kepada Dumor. Mereka akan berangkat ke Kastil Drake besok pagi.
__ADS_1
...**********...