Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 87 - CINTA HANYA UNTUK TUAN


__ADS_3

“ Razel, kau keluarlah, minta pelayan lain untuk melayaniku “ Jendral sedikit berbisik dan memberi perintah pada Razel.


“ Ha?, tapi kenapa tuan? “ Razel sedikit protes dan bingung.


“ Sudahlah, lakukan saja “ perintah tuannya.


“ Um, Baik tuan “ Razel akhirnya keluar ruangan dengan membawa nampan dan juga kebingungan.


Sedangkan pelayan wanita yang lain berdiri berjejer rapih di belakang dekat dinding, agar para Raja bisa memanggil mereka ketika membutuhkan sesuatu.


Pandangan mata pangeran Louis melihat kepergian Razel, tetapi pandangannya terhenti ketika ayahnya yang berada di sebelahnya mengajaknya bicara.


Ketika selesai makan siang, para Raja dan tamu beristirahat. Mereka bebas untuk berkeliling kastil atau beristirahat.


Mereka akan menginap untuk satu malam, dan akan berkunjung ke Kastil Gozan Selatan esok harinya.


Pangeran Louis berkeliling kastil, pria tampan itu berjalan perlahan di lorong kastil melihat-lihat area kastil Timur yang megah dan besar.


Pangeran itu berjalan dengan langkah gagahnya, dengan tangan terlipat di belakang. Semua wanita yang berada di kastil yang melihat kehadiran pria itu serta merta terpesona dengan ketampanan yang dimiliki pria tersebut.


Tetapi pangeran Louis seolah tidak memperdulikan dan telah terbiasa dengan bisik-bisik menggoda atau pujian dari suara wanita-wanita yang ia lewati.


Dari kejauhan melangkah dengan agak cepat seorang wanita cantik berpakaian pelayan kearah pangeran.


Sampai akhirnya sang pangeran berpapasan dengan Razel, pelayan cantik yang sempat membuatnya penasaran.


' Ini gadis manis yang ku lihat tadi..'' gumam pangeran seolah sebuah kebetulan yang tak terduga.

__ADS_1


“ Hey! “ dengan spontan pangeran Louis menyapanya.


“ Ah ya, ada apa tuan? “ jawab Razel yang terlihat sedikit terburu-buru.


“ Tuan? Apa kau tidak tahu kalau aku adalah pangeran? “ ujar pria tampan itu.


“ Oh, maaf yang mulia, aku tidak tahu,“ Razel menunduk meminta maaf.


“ Kau pelayan kan? Apa bisa kau mengantar makanan ke kamarku? “ tanya pangeran Louis ke Razel.


“ Maaf yang mulia, aku akan meminta pelayan lain untuk mengantar makanan untukmu “


Di persimpangan lorong, sesosok bayangan muncul di bawah lantai marmer dari lorong sisi kiri, berarti seseorang akan muncul dari balik belokan lorong kastil, tetapi bayangan tersebut terhenti, tidak melanjutkan melangkah.


“ Kenapa bukan kau yang mengantar saja? “ protes pangeran Louis.


Melihat sikap Razel yang biasa saja terhadapnya, pangeran Louis mengerutkan keningnya. Ia mengira wanita di hadapannya akan terpesona dengan ketampanan pangeran dari Gozan barat itu.


“ Hey, apa kau tidak mengenal siapa aku? “ tanya pria itu lagi


“ Maaf yang mulia, tadi anda sudah mengatakan bahwa anda adalah pangeran, selebihnya aku tidak tahu“ jawab Razel jujur.


“ Apa kau tidak tahu semua wanita tertarik padaku, tapi kenapa sepertinya kau biasa saja? “ pangeran Louis mulai tidak sabar dan jujur dengan perasaannya.


“ Ha?, maaf yang mulia aku tidak mengerti maksudmu “


“ Semua wanita yang bertemu denganku pasti akan menyukaiku. Tidak ada wanita yang tidak suka kepadaku, hanya ada satu wanita yang menolakku selama hidupku, dia adalah putri Charlotte, dia adalah wanita tercantik di benua ini, jadi siapapun wanita yang bertemu denganku pasti akan terpikat, apa kau sudah paham?!“ jelas sang pangeran.

__ADS_1


“ Oh, begitu yang mulia, tapi apa aku harus dipaksa untuk tertarik padamu? “


Jawaban Razel membuat wajah pangeran memerah, dan mata yang membulat agak marah.


“ Kenapa kau begitu sombong?!, kau hanya pelayan kan? “ tegas pangeran kesal.


“ Ya, aku memang pelayan yang mulia “


“ Hey, apa kau punya kekasih?, pastilah kekasihmu itu hanya seorang petani atau nelayan..” ejek pangeran untuk menutupi kekesalannya.


“ Aku tidak punya kekasih yang mulia, tapi aku memiliki orang yang sangat ku cintai“ jawab Razel tegas.


“ Siapa orang yang kau cintai itu?, pastinya bukan seorang pangeran atau Raja kan?“ ujar pangeran agak sombong.


“ Ya, dia adalah seorang Raja bahkan sekaligus posisinya diatas Raja, dia adalah LORD yang baru saja di lantik di lantai atas tadi, dia adalah tuanku Luzen “


Wajah pangeran mendadak pucat. Pria itu diam dengan memendam kekesalan yang seolah memuncak naik ke atas kepalanya, ternyata pria yang dicintai wanita yang sempat membuatnya terpesona tadi adalah pria yang sama yang di cintai Charlotte, dua wanita itu adalah wanita milik Jendral dan sekaligus dua wanita yang menolak pangeran Louis.


Dengan geram dan berbalik badan dengan kasar, pangeran Louis melangkah cepat menjauhi Razel yang bingung mengapa pangeran semarah itu.


Razel hanya mengerutkan dahinya dan melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk membawakan makanan untuk tuannya, yang dicintainya.


Ternyata di balik sudut lekukan dinding dekat mereka berbincang tadi, Jendral diam-diam mendengar pembicaraan mereka. Jendral tersenyum dengan sudut bibirnya.


Malam merebak menjalar sunyi. Mereka semua beristirahat di ruangannya masing-masing, tetapi sebagian ada yang belum terlelap, seolah memikirkan sesuatu di benaknya masing-masing.


Razel di kamar mungilnya, ia menatap langit-langit kamarnya yang indah, dengan senyum di bibirnya, ia mengucapkan sesuatu dengan lembut...

__ADS_1


' Tuan Luzen... aku mencintaimu..'


__ADS_2