Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 9 - PERJALANAN KE BENUA HITAM


__ADS_3

Mereka segera kembali keatas. Di Aula mereka menyusun rencana.


“ Kita harus mengolah harta ini, dan juga harus mebangun desa ini dengan keahlian. Kita bisa menghasilkan barang untuk dijual ke pusat kota atau diluar kerajaan.


Tapi karena kita adalah bekas prajurit, maka keahlian kita cuma bertempur, karena itu kita harus mencari orang yang ahli di bidang lain.


Jendral mengusulkan, beberapa orang untuk untuk pergi ke pusat kota, tiga orang untuk mencari pekerja tambang dan pengrajin berlian, dua orang mencari pengrajin kulit, dan dua orang mencari pandai besi.


Para pria yang dipilih itu harus belajar dari para ahli tersebut, mereka bisa bekerja untuk para ahli walaupun tidak di bayar, yang jelas mereka harus mengambil ilmunya paling sedikit dalam waktu lima bulan.


Jendral akan ikut dalam anggota penambang dan pengrajin berlian. Besok pagi mereka berangkat ke pusat kota.


Pagi sekali, sebagian para pria sudah bersiap akan berangkat ke pusat kota, Jendral memakai baju kulit beralapis, jubah hitam dengan tudung besar di kepala dan kain yang menutupi sebagian wajahnya, itu juga yang sama dikenakan oleh Merlin, ia juga mengenakan jubah coklat dengan tudung besar menutupi kepalanya, dan kain sebagai penutup sebagian mulutnya, hingga wajahnya tidak terlalu terlihat.


Jendral juga membawa pedang yang selalu ada di samping pinggangnya. Mereka berangkat ke pusat kota.


Di pusat kota, ramai orang benar-benar tak dapat di hindari, semua pedagang di wilayah kerajaan Hazmut berkumpul disana, disanalah pusat perdagangan terbesar.


Merlin dan rekan-rekannya menempati tempat jualan seperti biasa, ia menyusun dan merapihkan ramuan herbal di atas meja kayu kecil. sedangkan jendral beberapa orang lainnya mencari apa yang mereka bicarakan kemarin.


Tetapi ternyata di pusat kota Hazmut tidak ada pengrajin intan dan ahli tambang, mereka bisa di temukan di perairan Benua Hitam.


Mereka harus menyebrang melewati laut yang luas. Akhirnya jendral dan dua kawannya berpamitan pada Merlin, mereka akan berada agak lama di Benua Hitam, karena jaraknya yang jauh di sebrang laut.


“ Apa kau tahu tentang Benua Hitam?” tanya jendral pada dua kawannya.


“ Aku belum pernah mendengarnya jendral “ Dumor menjawab sambil menggeleng.

__ADS_1


“ Yah, sepertinya itu di luar benua Oleic, jadi terdengar asing untuk kita “ tambah Lizo, pria berperawakan kurus, tinggi dan berambut pirang ke coklatan.


Merlin terlihat khawatir ketika jendral dan dua kawannya berpamitan, padahal ia yakin jendral adalah orang yang kuat.


Entah apa yang di khawatirkan Merlin, sepertinya bukan masalah itu, tapi ia akan di tinggalkan jendral untuk waktu yang cukup lama, dan itu cukup mengganjal di hatinya.


Merlin yang di temani Bugerd, hanya melihat jendral dan dua teman lainnya dari belakang lalu menghilang di ramainya orang. Kapan kira-kira Ia berkumpul dengan mereka lagi.


“ Hey nona, sepertinya kau keliatan sedih..” Bugerd menoleh kearah Merlin.


“ Ah, tidak tuan Bugerd, aku baik-baik saja” Merlin sedikit menunduk.


“ Apa kau memikirkan Jendral?” dengan senyum kecil, Bugerd mencoba menyelidik.


“ Hah?..ah..em, tidak..maksudku “ Merlin tampak canggung dengan pertanyaan tadi.


Merlin sedikit terkejut, dan baru memahami masalah jendral selama ini. Ia jadi semakin ingin mengenal Jendral lebih dekat, dan ingin mencoba menyembuhkan sakit hatinya.


...**********...


Jendral Luzen, Dumor dan Lizo menunggu kapal pengangkut yang datang. Mereka membawa perlengkapan seadanya. Akhirnya kapal besar tiba, dan mereka menaikinya menuju ke Benua Hitam.


Di dek kapal yang ramai dengan penumpang, kebanyakaan mereka dari kerajaan Hazmut atau kerajaan lain dari Benua Oleic yang ingin berjual beli budak atau perhiasan.


Jendral Luzen, Dumor dan Lizo berdiri berjejer bersandar di tepi kapal sambil melihat ke arah laut, samudra yang luas, rambut coklat tua Jendral menggibas di terpa angin, ia seperti memikirkan sesuatu.


Lamunannya terhenti, Jendral kemudian menoleh ke sebelahnya, terlihat seorang yang agak tua, dengan rambut dan janggut putih, bajunya agak kusam.

__ADS_1


“ Pak tua, kemana tujuanmu? “ Jendral bertanya pada pak tua tersebut.


“ Ke pulau Gozan” jawab singkat pak tua dengan suara parau.


“ Apa pulau itu dekat dengan Benua Hitam?” Pak tua tampak tertawa, mendengar pertanyaan jendral.


“ Hahaha…hei bocah, dari mana asalmu?” pak tua mendongakan sedikiti wajahnya.


“ Kami dari wilayah Hazmut “ Jendral menjawab dengan kening berkerut, heran dengan hal yang di tertawakan pak tua.


“ Harusnya kau tau tentang Benua Hitam, Pulau Gozan itu ya Benua Hitam ”


“ Kami hanya pendatang, jadi tak terlalu paham. Sebenarnya Benua Hitam itu tempat seperti apa? aku belum pernah mendengarnya “ tanya Jendral lagi.


“ Benua Hitam adalah tempatnya jual beli yang terindah dan yang terburuk, yaitu tempat jual beli perhiasan sekaligus tempat jual beli budak.


Budak-budak disana banyak yang bagus, karena disana budak diambil dari prajurit yang terhebat dari peperang yang kalah. Sebelum di jual mereka di tahan di ruang tahanan budak “


“ Ada berapa kerajaan di sana pak tua?”


“ Cuma ada dua, Kerajaan Gozan Timur dan Kerajaan Gozan Selatan “


“ Mana yang paling kuat? “


“ Sebenarnya lebih kuat kerajaan Gozan Selatan, tapi karena Gozan Timur licik, dan entah bagaimana ketika keduanya berperang, akhirnya Gozan Timur yang menguasai dan memenangkan peperangan. Jadi prajurit dari Gozan Selatan dijadikan budak di kerajaan Gozan Timur ”


Jendral hanya diam mendengar penjelasan pak tua, sedikit banyak sudah mengerti gambaran keadaan disana.

__ADS_1


...**********...


__ADS_2