Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 86 - GELAR BARU UNTUK JENDRAL


__ADS_3

Akhirnya mereka selesai dengan perundingan damai yang berlangsung di kerajaan Hazmut. Dan mereka berpamitan pulang.


“ Jadwal berikutnya adalah ke kerajaan Riguaria. Persiapkan segala sesuatunya dua hari lagi “ Jendral memerintahkan pada Razel di halaman kerajaan Hazmut ketika akan menaiki kuda.


“ Baik tuan “ jawab Razel.


Di balik jendela besar kastil, dari celah gorden besar Raja Zaimon memandangi kepulangan Jendral dan rombongan, pria itu juga memperhatikan Razel yang mengiringi kepergian tuannya.


‘ Kau sangat beruntung Luzen ‘ batin Raja Zaimon di depan jendela.


Dua hari kemudian. Kerajaan Riguaria juga menerima kesepakatan bahwa mereka masih bisa memimpin wilayah Riguaria, tetapi Jendral Luzen adalah pemegang kekuasaan diatas semua kerajaan di Oleic.


Setelah berita tentang kemenangan Jendral dan pasukannya sampai ke Benua Hitam. Akhirnya seluruh kerajaan yang ada di dua benua tersebut, dua kerajaan di Benua Oleic, kerajaan Hazmut dan Riguaria, dan tiga kerajaan di Benua Hitam, Kerajaan Gozan Tengah, Gozan Barat dan Gozan Utara, bersepakat mengadakan pertemuan untuk membahas pemimpin tertinggi mereka.


Karena belum ada dalam sejarah di dua benua tersebut, seorang yang mampu memimpin dua benua sekaligus. Belum pernah ada gelar yang di berikan untuk orang yang demikian itu, dan juga bagaimana otoritasnya di kedua benua tersebut.


Akhirnya di sepakati, pertemuan akan di adakan di Kastil Timur ( bekas kerajaan Gozan Timur), Benua Hitam.


Tiga hari kemudian, di daratan Benua Hitam


Jendral beserta rombongan berlayar ke Benua Hitam sebelum hari pertemuan. Sebenarnya Jendral ingin mengajak Merlin beserta dua putranya, tetapi Merlin belum siap untuk berlayar mengarungi lautan apalagi dengan dua anaknya yang masih kecil, akhirnya Jendral urung membawa keluarganya.


Sesampainya di Kastil Timur, mereka beristirahat. Lizo, Dumor, dan Ryon yang menemui Jendral sangat bersemangat karena sudah agak lama tidak bertemu.


Jendral dan beberapa kawan-kawannya beristirahat di sebuah ruangan di dalam kastil. DI ruangan itu terbentang permadani bludru besar dan alas-alas bulu serta bantal-bantal besar untuk sandaran. Mereka duduk di bawah di alasi karpet bulu yang hangat. Mereka berbincang santai, sampai gelap malam merayap menyebar di kastil Timur.


Akhirnya hari pertemuanpun tiba.

__ADS_1


Kastil Timur telah di persiapkan semewah mungkin untuk menyambut para Raja dari kerajaan dua benua.


Permadani besar berwarna merah membentang dari pintu utama kastil sampai ke dalam aula istana yang megah.


Setelah Raja dan tamu beristirahat di ruangan masing-masing, khusus para Raja di persilahkan memasuki ruang pertemuan di lantai dua.


Para tamu lainnya yang mengiringi Raja-raja menunggu di ruangan masing-masing atau di area kastil istana.


Sebelum Jendral naik ke lantai atas kastil, ia menemui Razel.


“ Razel, untuk hidangan nanti siang bisakah kau membuatkan untukku sup jamur dengan irisan daging. Aku kurang berselera dengan ayam kalkun besar yang ada di meja “ tuannya Razel berujar.


“ Baik tuan, aku akan mencari bahan-bahannya segera “ jawab pelayan itu dengan cekatan.


Jendral melempar senyum sambil mengelus kasar rambut pelayannya itu.


Hasil dari diskusi tersebut adalah satu-satunya gelar baru yang di berikan kepada seseorang yang telah berhasil menguasai dua benua sekaligus, dan orang tersebut adalah Jendral Luzen untuk posisi pemegang otoritas tertinggi di dua benua dan gelar itu adalah ‘ LORD ‘ ( Penguasa )


Di dapur kerajaan, Razel sibuk mencari daging sapi segar di ruang penyimpanan daging. Setelah ia mendapatkannya, Razel mencari campuran untuk sup yang akan dibuatnya. Ia bertanya pada pelayan disana dimana ia bisa mendapatkan jamur untuk sup. Wanita pelayan menyarankan Razel mencari di gudang makanan di luar halaman kastil.


Akhirnya Razel mencarinya di sana. Ia melewati pintu belakang kastil dan menuju gudang makanan yang terpisah dari kastil utama.


Di tempat yang berbeda, di lantai dua kastil seorang pria yang sangat tampan berjalan pelan mengitari dan melihat-lihat bagian dekorasi kastil.


Pria itu menunggu ayahnya Raja Gozan Barat yang tengah berunding di ruangan pertemuan di lantai yang sama.


‘ Huh, membosankan..’ gumam pria itu.

__ADS_1


Kemudian ia melangkah melihat ke arah jendela besar yang membentang di sisi ujung lorong.


Dengan tangan terlipat kebelakang, ia melihat pemandangan bawah kastil dan kesibukan para pelayan, pengawal juga prajurit yang berlalu lalang di bawahnya.


Pandangannya menjelajah ke seluruh sisi bawah kastil. Seketika itu matanya terpaku berhenti sesaat menangkap sesosok wanita cantik, berambut hitam mengkilat yang sedang membawa keranjang berisi jamur.


Pria itu sesaat memperhatikan gerakan wanita tersebut yang tak lain adalah Razel, wanita pelayan Jendral.


Seolah untuk menghilangkan kebosanannya sedikit, dengan tangannya kini di lipat di dada, pria itu terus memperhatikan gerak gerik Razel yang berada di depan gudang makanan. Akhirnya untuk beberapa saat Razel menghilang masuk ke dalam kastil melalui pintu belakang yang langsung mengarah ke dapur, dan pria itu baru beranjak melangkah menjauhi jendela.


Pria tampan itu adalah Louis, pangeran dari Gozan Barat. Ketampanannya sudah terkenal di Benua Hitam. Dia adalah pria yang pernah di ceritakan Charlotte kepada Jendral, yang ingin melamar Charlotte, namun wanita itu menolaknya.


Akhirnya diskusi di ruang pertemuan telah selesai. Raja-raja keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke lantai bawah, untuk ke ruang makan utama.


Disana telah tersedia banyak makanan untuk kalangan Raja-raja. Hidangan makanan yang tersaji hampir memenuhi meja besar tersebut, tetapi justru Jendral tidak berselera dengan makanan para Raja, ia lebih memilih makanan sederhana seperti sup yang ia pesan kepada Razel.


Seluruh tamu telah duduk di kursi masing-masing, mengitari meja besar yang berisi penuh dengan hidangan mewah.


Para pelayan wanita sibuk menuangkan minuman dari ceret perak mewak ke gelas kristal para tamu.


Razel datang ke ruangan tersebut dengan pakaian pelayan dan membawa nampan berisi sup jamur irisan daging. Wanita itu menghampiri Jendral dan menghidangkan sup tersebut di depan tuannya.


Pangeran Louis yang melihat kehadiran Razel membelalakan matanya, ia tak mengira wanita yang dilihatnya tadi dari jendela tiba-tiba ada di ruangan tersebut.


Pangeran Luois terus memandang Razel yang sibuk menuang air untuk tuannya.


Ternyata pandangan pangeran tersebut di tangkap oleh mata tegas Jendral. Jendral melirik dengan tajam kearah pangeran Louis yang tengah terus memperhatikan pelayan kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2