Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 52 - PERTARUNGAN


__ADS_3

“ Kesepakatan apa maksudmu orang kerdil! “ jawab pemimpin Fangs dengan penampilan menyeramkan.


“ Jika kau menang, kau bisa berbuat semaumu! Tapi jika kau kalah seluruh pasukanmu harus tunduk di bawah perintahku!, bagaimana raksasa?!“ Jendral menawarkan sebuah kesepakatan.


” Itu kesepakatan yang konyol! Tapi apapun kesepakatanmu kami tetap akan menang!..hahahaha!!!..”


“ Jika kau memang jantan, maka penuhilah kesepakatan itu! Walaupun kau mati maka seluruh pasukanmu harus tunduk padaku! “


“ Akh!..aku tak perlu kesepakatan apapun!..” jawab si raksasa yang memakai kepala srigala…


“ BILANG PADA SELURUH PASUKANMU!!!, JIKA AKU YANG MENANG MAKA SELURUH PASUKAN FANGS HARUS TUNDUK PADAKUI!! “ Jendral berteriak hingga di sekitaran kastil menggelegar dan bergema.


“ HEY ANAK-ANAK!!!! APA KALIAN DENGAR OCEHAN ORANG KERDIL INI??!!!”.. pemimpin Fangs juga berteriak pada pasukannya.


“ HA..HA..HA..HA..!!!! “ suara tawa menggelar di seruluh pasukan Fangs.


“ Aku rasa mereka menyetujuinya..! “ pemimpin Fangs lalu berujar pada Jendral.


“ BAIKLAH!!..JIKA KALIAN INGKAR MAKA KALIAN TIDAK PANTAS DISEBUT LAKI-LAKI!“ setelah bersuara keras lagi Jendral kemudian berbalik badan dan menuju ke dalam kastil dengan kudanya.


Para pasukan Fangs lagi-lagi menyemangati dengan lolongan layaknya srigala, dan mereka mulai berlari menyerang kastil setelah mendengar aba-aba dari pemimpin mereka.


Pasukan Fangs yang terlihat ganas berlari semangat dalam kegelapan malam,mereka hanya menggunakan obor sebagai penerang.


Ketika beberapa meter dari depan gerbang kastil, tiba-tiba….


ZLEEEP!!!!


Puluhan pasukan Fangs tertancap batang pohon runcing yang seketika keluar dari bawah tanah dengan cepatnya. Seketika itu juga mereka tewas mengenaskan.


Akhirnya pasukan yang di belakangya sempat mundur, tapi tiba-tiba ratusan panah meluncur kearah mereka, beberapa pasukan yang melihat sempat berlindung di balik tameng mereka, tapi sebagiannya lagi tewas terpanah.

__ADS_1


Pemimpin Fangs sempat berteriak berhenti bergerak dan bersiap untuk memanah ke atas kastil, walaupun pemanah dari arah kastil sama sekali tidak terlihat, karena Jendral telah memerintahkan para pemanah kerajaan untuk memakai pakaian serba hitam, sampai penutup kepala dan wajah semua hitam, sampai-sampai tidak terlihat.


“ GUNAKAN PANAH BERACUN!!! ” perintah komandan pasukan Fangs.


Pasukan pemanah Fangs memanah kearah atas kastil, dan ternyata anak panah-panah beracun mereka tertancap pada jerami yang disusun berbentuk gulungan agak kotak yang di letakkan berjejer di sela-sela atas kastil, hingga panah mereka tidak berjatuhan.


Ketika anak panah beracun itu sudah penuh di gulungan jerami tersebut di angkat dan di ganti gulungan jerami yang masih kosong, begitu seterusnya hingga anak panah beracun milik pasukan Fangs berhasil di rebut oleh pasukan kerajaan.


Setelah aksi memanah pasukan Fangs berhenti, mereka kembali berjalan menuju benteng kastil dan mereka membuat formasi benteng perlindungan berbentuk kotak yang terlindung dengan tameng-tameng mereka yang di bentang diatas kepala mereka, kemudian berjalan kearah gerbang kastil, agar ketika di panah dari atas mereka terlindung oleh tameng besi.


Kemudian pasukan Fangs mendobrak gerbang dengan kayu besar dan tangan-tangan mereka yang kuat.


Tetapi dari arah atas benteng mereka dilempari kantung berisi minyak, walaupun kantung-kantung minyak tadi yang pecah hanya menimpa tameng pasukan Fangs tapi pasukan kerajaan terus melempari mereka dengan kantung minyak tersebut.


“ PANAH API !!! “ teriakkan Kapten Earl dari atas membuat pasukan Fangs bersiaga, jangan-jangan mereka akan dibakar dengan kantung minyak tersebut.


Benar saja, beberapa panah api meluncur menuju tameng-tameng pasukan Fangs yang sudah berminyak dengan kantung minyak yang pecah dilempar tadi.


Pemimpin Fangs memerintahkan para pemanah untuk memanah lagi pasukan kerajaan yang berada diatas.


Dengan perlindungan pemanah pasukan Fangs, pemimpinnya dan ratusan pasukan yang masih tersisa berlari menuju gerbang benteng, seketika itu para pemanah berteriak, karena mereka juga mendapat panah balasan dari arah yang tak terlihat, dan puluhan pemanah terkena panah beracun milik pasukan Fangs sendiri.


“ Bagaimana bisa?! “ pemimpin Fangs kebingungan, kenapa panah beracun milik mereka justru mengenai pasukannya sendiri.


“ HEY PENGECUT !!! , KENAPA KALIAN TIDAK BERTARUNG DAN HANYA MENGGUNAKAN PANAH!!! APA KALIAN TAKUT BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN KAMI!!!” teriakkan pemimpin Fangs tidak di gubris oleh pasukan kerajaan.


Pasukan pemanah kerajaan memanah kearah tengah pasukan Fangs di tambah dengan lemparan tombak yang datangnya entah dari mana hingga membuat pasukan Fangs terbagi menjadi dua kelompok.


Kelompok sebelah kiri Fangs di hujani panah bracun lagi oleh pasukan pasukan pemanah kerajaan, dan kelompok Fangs sebelah kanan di hujani panah api.


Kemudian tak berselang lama, pintu gerbang kastil terbuka. Disana telah menunggu ratusan prajurit berkuda lengkap dengan baju besi mereka dengan pedang dan tombak sebagai senjata. Mereka melaju keluar gerbang dan memburu para Fangs dengan tombak mereka.

__ADS_1


Diantara pasukan berkuda paling depan adalah Jendral Luzen dan Kapten Earl, disana juga ada Ryon dengan busur panahnya, mereka membagi pasukan menjadi dua bagian.


Pemimpin Fangs di pisahkan dari pasukannya dengan hujan panah dari atas sebelum pasukan Jendral Luzen dan kapten Earl mendekati mereka, juga dengan bantuan pasukan berkuda yang menodongkan tombak kearahnya, walaupun pria bertubuh besar itu berusaha melawan tapi akhirnya ia berhasil terpisah dari pasukannya. Akhirnya pemimpin Fangs agak terpinggir dari pasukan.


Tak berselang lama seorang pria dengan berkuda menuju kearahnya, ia menyerang pemimpin Fangs yang tinggi besar itu. Pria berkuda itu tidak lain adalah Jendral Luzen.


Ia turun dari kudanya lalu menancapkan tombak di tanah, tubuh Jendral hanya setinggi dada pemimpin Fangs yang tinggi besar, tapi dengan beraninya Jendral menyerang pria menyeramkan itu, perlawanan yang sengit dari pemimpin Fangs terus di arahkan ke Jendral.


Jendral terus mengincar bagian bawah kaki pemimpin Fangs. Pemimpin Fangs terus melawannya, tapi Jendral selalu bisa menhindar dan terus mengincar bagian kaki pria raksasa itu.


Beberapa kali Jendral mendaratkan sabetan pedangnya ke arah kaki pemimpin Fangs, tapi pria itu masih kuat berdiri.


Jendral juga mendapat luka besetan di lengan kirinya, tapi tidak terlalu membahayakan.


Akhirnya setelah pertarungan yang alot dan berlangsung cukup lama, sebuah tebasan kuat dari pedang milik Jendral berhasil melumpuhkan kaki kanan pemimpin Fangs tersebut.


Ketika pemimpin Fangs agak goyah karena luka menganga di kakinya, Jendral dengan cepat mangambil pasir dari bawah dan melemparkannya ke wajah pria bertubuh besar itu, serta merta mata pemimpin Fangs terpejam sejenak dan ia agak panik lalu menggibas wajahnya ketika terkena lemparan pasir dari Jendral, kemudian dengan secepat kilat Jendral menombak perutnya dan pria berbadan besar itu jatuh ke tanah.


Pria besar itu mengerang kesakitan, tetapi masih ingin berusaha melawan.


Jendral dengan sigap menyabetkan pedangnya lagi dengan sekuat tenaga ke kaki pria lawannya itu hingga kakinya hampir terputus.


Jendral Juga menusukkan pedangnya ke dada kiri pemimpin Fangs yang tengah tergeletak di tanah.


Dengan banyaknya darah dan luka, pemimpin Fangs itu semakin melemah, ia berusaha bangkit melawan walaupun tombak menancap di perutnya, tapi Jendral terus menghantamnya dengan sabetan pedang, sampai-sampai pria berbadan besar itu benar- benar terkulai lemah di tanah.


“ Gardden!! Cepat Kemari!!! “ teriakkan Jendral yang menoleh kearah Gardden membuat Gardden yang sedang bertarung, cepat-cepat menebas lawannya dan berlari kearah sahabatnya itu.


“ Ada apa Luzen?” Tanya Gardden dengan nafas tersengal-sengal.


“ Capat!! Bunuhlah dia!!” Jendral memerintahkan Gardden untuk membunuh pemimpin Fangs yang sudah sekarat.

__ADS_1


...**********...


__ADS_2