
“ Kenapa harus aku yang membunuhnya? “ protes Gardden.
“ Cepatlah Gardden!!! Tebas kepalanya!!! “ Jendral setengah berteriak pada Gardden.
“ Baiklah!! “ Gardden yang tidak terlalu mengerti akhirnya menuruti perintah Jendral. Kemudian Gardden berdiri di samping pria raksasa itu.
“ HHYYAAA!!!!..” teriakkan Gardden menggema seiring ayunan pedangnya.
SREETT!!!....
Dengan sekuat tenaga, Gardden berhasil memenggal kepala pemimpin pasukan Fangs.
Gardden mengambil kepala musuhnya yang telah terpisah dari tubuhnya itu, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.
“ HEY PASUKAN FANGS!, PEMIMPIN KALIAN TELAH TEWAS!, HENTIKAN PERTARUNGAN, MENYERAHLAH!“ Gardden berteriak lantang, dan membuat seluruh pasukan Fangs menghentikan pertarungannya.
“ PASUKAN FANGS, INGATLAH KESEPAKATAN KALIAN DI AWAL TADI!, JIKA KALIAN KALAH, MAKA KALIAN HARUS TUNDUK PADA KAMI!! “ Jendral yang menaiki kudanya berteriak kepada seluruh pasukan Fangs yang tersisa.
“ Hey bodoh!!, siapa yang menyetujui kesepakatan itu!, Kami tidak pernah setuju!“ salah satu pasukan Fangs berbadan besar mencoba membantah Jendral.
Jendral hanya mengisyaratkan tangannya keatas dan menunjuk kearah pria yang berbicara tadi, Tiba-tiba sepuluh anak panah beracun mengarah kearahnya dan seketika itu juga ia tewas mengenaskan dengan tubuh membiru terkena racun.
Semua pasukan Fangs yang tersisa tadi membelalakan matanya memandang kawannya yang mati dalam sekejap. Mereka semua tampak diam dan sedikit takut.
Salah satu dari mereka bergerak maju mendekati Jendral. Ia membuka penutup kepalanya yang berbentuk serigala, kemudian menunduk di hadapan Jendral yang masih berada di atas kuda.
“ Kami bersedia tunduk dan mematuhimu Tuan!..apa yang harus kami perbuat sekarang?!” pria bertubuh besar itu menghadap Jendral.
“ Bagus!, jadilah pasukanku! Bergabunglah dengan benteng Drake!..dan jangan sekali-kali kalian berkhianat, jika satu dari kalian berkhianat atau melawan kami, maka seluruh kalian akan kami musnahkan! “ ujar Jendal dengan suara lantang.
“ Kami akan kembali ke benua Oleic tiga atau empat hari lagi, maka di hari itu bersiaplah kalian untuk ikut kami ke Benteng Drake di Benua Oleic!“ Jendral menambahkan penjelasannya.
“ BAIK TUAN!!! “ Serempak seluruh pasukan Fangs menjawab.
Jendral dan pasukannya kembali ke dalam kastil dengan kemenangannya malam itu.
Setelah mereka membersihkan diri dan beristirahat, Jendral, Gardden, Ziggo, Leon, Lizo, Ryon juga Kapten Earl diminta menemui sang Raja yang masih terbaring sakit.
Mereka menemui Raja dan putri Charlotte di kamar Raja.
Raja memandang mereka dengan senyuman, punggungnya bersandar pada bantal bulu lembut yang agak tegak di sisi sandaran ranjang.
“ Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang telah berhasil melumpuhkan pasukan Fangs. Sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku ingin memberikan kalian hadiah…Charlotte, mana hadiahnya?…” Raja Gozan Selatan menoleh ke putrinya dan seolah meminta sesuatu dari anak kesayangannya itu.
__ADS_1
“ Ini ayah..” putri Charlotte memberi ayahnya sekotak peti agak besar, lalu sang Raja membukanya.
“ Ini adalah belati berlapis mutiara, tanda kerajaan untuk penghargaan bagi para pejuang, ambillah..” Raja memberikan satu persatu belati mewah berlapis mutiara kepada para pria yang ada di hadapannya.
“ Dan ini..ini adalah pedang kerajaan, yang telah dipakai para pejuang untuk kerajaan ini..pedang ini akan kuberikan kepada seseorang yang telah membunuh pemimpin pasukan Fangs.." Raja memperlihatkan sebuah pedang berlapis baja dengan hiasan mewah di bagian gagang dan sarungnya.
Jendral mendorong tubuh Gardden sedikit agar maju.
“ Dia adalah orang yang membunuh pemimpin pasukan Fangs yang mulia..” Jendral berkata di belakang Gardden.
“ Kau sangat pemberani, siapa namamu ? “ Tanya sang Raja.
“ Aku Gardden yang mulia “
“ Baiklah Gardden, kuserahkan pedang ini untukmu sebagai tanda terima kasih kerajaan Gozan Selatan atas bantuan dan keberanianmu, terimalah Gardden… “
“ Terima kasih banyak yang mulia, aku terima pedang ini..” Gardden menerima pedang mewah itu dengan kedua tangannya.
“ Ohya, satu lagi…sebagai hadiah yang paling berharga adalah…putriku Charlotte bersedia menikah dengan salah satu dari kalian, aku akan mengumumkannya secepat mungkin “ gumam sang Raja dengan suara yang sedikit parau.
Mendengar kabar itu semua pria di sana terlihat bersemangat kecuali Jendral, ia malah terlihat memikirkan sesuatu.
“ Baiklah, aku mau istirahat dulu..Charlotte, tolong antar mereka ke tempatnya“ perintah sang ayah pada putrinya.
“ Luzen, menurutmu siapa kira-kira dari kita yang akan menikah dengan putri cantik itu? “ sahut Gardden sambil menyimpan pedang hadiahnya.
“ Aku tak tau.. tapi aku berharap dia adalah orang yang membunuh pemimpin Fangs..” Jendral tersenyum kecil pada Gardden.
“ Tapi firasatku mengatakan orang yang akan dinikahi putri itu adalah orang yang berhasil mengalahkan pemimpin Fangs, bukan yang membunuhnya “ keduanya lalu tertawa, tetapi ditengah itu Jendral langsung menghentikan tawanya.
“ Aku masih memikirkan Merlin Gard, menikahlah dengan putri Charlotte sebelum dia direbut pasukan selanjutnya..”
“ Pasukan mana maksudmu ?” Tanya Gardden.
“ Tak tahu, tapi jika dia terlalu lama sendiri maka banyak yang akan mengincarnya dan menjadikannya istri, lebih baik dia jatuh ke tanganmu bukan?..kaupun bisa menjadi Raja Gard..” Jendral menepuk pundak Gardden, tapi Gardden seolah tidak yakin dengan ucapan sahabatnya itu.
Esok paginya, di hari yang sejuk…
Seorang pengawal kerajaan memanggil Jendral yang sedang sendirian mengurusi kudanya.
“ Tuan Jendral, anda di panggil oleh yang mulia dan beliau menunggu di kamarnya “
“ Aku?..ah ya, baiklah aku akan segera kesana “ Jendral buru-buru membersihkan tangannya dan bersiap-siap.
__ADS_1
Di kamar Raja Gozan Selatan,…Jendral diminta mengambil kursi dan duduk di samping Raja yang sedang terbaring.
“ Kau seorang Jendral bukan?”..tanya Raja.
“ Ah,..iya yang mulia..aku dulu seorang Jendral “
“ Aku sudah tahu kaulah yang telah mengalahkan Gozan Timur…kau sungguh hebat Jendral “ sahut sang Raja kembali.
“ Ternyata anda sudah tahu yang mulia, Itu semua juga berkat bantuan pasukan, aku tidak akan mampu jika seluruh pasukanku tidak ikut andil.
“ Hmm…Jendral, kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari? “
“ Tidak yang mulia, aku belum tahu “
“ Putriku Charlotte, sangat banyak yang menginginkan dirinya untuk di jadikan isteri, tapi dari puluhan pria yang mendatangiku, tak satupun yang berhasil meluluhkan hatinya.
Kau sudah melihat aku sedang sekarat, tinggal menunggu waktu wafatku tiba…tapi sebelum hari wafatku, aku ingin melihat putriku menikah dengan laki-laki pillihannya, yang benar-benar ia cintai. Siapapun dia, tidak harus dari kalangan bangsawan atau pangeran, aku akan menerimanya sebagai menantuku asalkan putriku memang memilihnya, karena aku yakin pilihannya adalah yang terbaik untuk kerajaan ini. “
Jendral mendengar dengan hati-hati dan serius.
“ Jika putriku sudah memilih calon suaminya, maka aku ingin segera menikahkan mereka, karena aku akan segera menobatkannya sebagai Raja penggantiku, dan pria itu akan memerintah Gozan Selatan bersama putriku Charlotte “.
“ Ya yang mulai, aku mengerti ” sahut Jendral.
“ Kau tahu siapa yang dipilih putriku? “ Tanya Raja.
“ Aku belum tahu pasti yang mulia, tapi aku berharap Gardden sahabatku yang terpilih menjadi calon suami putri anda..“ Jendral mencoba mengutarakan pada Raja.
“ Apa kau sudah beristri Jendral? “ Tanya Raja kembali.
“ Em, saat ini belum yang mulia, aku pernah menikah tetapi istriku sudah wafat ” jelas Jendral.
“ Hmm, kenapa kau berharap Gardden yang dipilih putriku? “ Raja menatap Jendral dengan kening berkerut.
“ Karena Gardden adalah pria baik, dia sangat berani dan dengan keberaniannya dia berhasil membunuh pemimpin Fangs, dan juga dia adalah sahabatku yang mulia, aku tahu kalau dia…dia menyukai putri anda “
“ Yah, yang menyukai putriku bukan hanya Gardden Jendral, tapi puluhan pria menyukainya…tapi yang perlu kau tahu…yang di sukai dan dikagumi putriku hanya satu…”
“ yaitu.. Kau Jendral Luzen..”
Deg!...
Jendal kehabisan kata-kata, ia diam…kepalanya seperti berkunang-kunang..ia bukan bergembira mendengar hal itu, tetapi justru seperti datang beban berat di kepalanya.
__ADS_1