Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 27 - MERLIN KEMBALI


__ADS_3

“ SALAM HORMAT UNTUK JENDRAL DAN PASUKAN BENTENG!!!!” seluruh Eldr serempak memberi hormat.


Para pasukan saling lempar pandangan, tak percaya dengan yang dilihatnya. Mereka juga melihat kearah Merlin. Gadis lugu yang selama ini dikenal baik oleh mereka ternyata adalah jelmaan pimpinan iblis.


Perlahan tanduk di kening Merlin menyusut dan hilang, sayap besar dibelakang punggungnya juga seolah menciut dan lenyap, meninggalkan bekas robekan di baju bagian punggung Merlin.


Mata Merlin yang tadi berwarna merah, perlahan sudah berubah kembali biru dan indah.


Merlin menundukan pandangannya di depan Jendral. Ia seolah malu dengan dirinya yang ternyata adalah iblis.


“ Jendral, apa kau takut denganku?” tanya Merlin dengan suara yang sudah seperti sedia kala.


“ A-aku..aku..” Jendral menghela nafas, seolah masih bingung dengan apa yang harus dikatakan.


Merlin tiba-tiba dipeluk oleh Jendral, tangannya mengelus kepala Merlin dengan lembut.


“ Aku tidak takut apapun wujud aslimu. Kau tetap Merlin yang kukenal”


Beberapa pasukan yang ada disana lega melihat Merlin kembali sekaligus tidak percaya bahwa Merlin yang mereka kenal polos dan lugu ternyata adalah pemimpin para makhluk mengerikan.


Mereka kembali masuk ke dalam benteng. Sementara para pasukan Eldr bertaburan terbang di atas benteng, mereka layaknya burung camar yang terbang mengeliling di perairan.


Di dalam aula, Merlin menceritakan semua kejadian di kerajaan Hazmut dan bagaimana ia bisa berubah wujud dan menjadi pemimpin pasukan Eldr .


Merlin sendiri tidak menyadari hal itu sebelumnya, setelah ia berubah barulah ia menyadari dan ingatannya mengatakan bahwa ia adalah pemimpin para makhluk mengerikan itu.


“ Benar dugaanku, si brengsek Zaimon yang telah menculikmu” Jendral terlihat geram, entah marah dengan kelakuan pangeran atau cemburu.


“ Sudahlah tuan, yang penting aku sudah kembali” Merlin mencoba menenangkan Jendral.


“ Nona, apa yang kau rasakan ketika berubah?” Dude bertanya serius, sampai ia memajukan tubuhnya untuk mendengarkan Merlin.


“ Aku jadi sedikit lupa dengan diriku yang sebenarnya, dan aku rasa menjadi jauh lebih kuat, berani dan.-”


“ Apa kau bisa berubah sesuai kemauanmu nona?”…Bugerd langsung menimpali

__ADS_1


“ Bagaimana sayapmu bisa tumbuh..” pria lain menyela.


“ Aku mau memegang sayapmu, sepertinya lembut” sambung yang lainnya.


“ Apa pasukanmu tidur di siang hari nona?”…tanya yang lain juga..


Beberapa pria berkerumun di sekitar Merlin, berebut bertanya seolah jurnalis yang saling bertanya kepada narasumber.


Jendral hanya berdiri bersender pada dinding, melihat dari belakang mereka sambil menggeleng dan melipat tangannya di dada.


Enam bulan Kemudian,


DI Benteng Drake, seorang pria masuk ke ruangan aula dengan tergesa-gesa. Disana tengah duduk Jendral dan beberapa kawannya.


“ Jendral, aku menemukan ini…” Ia memperlihatkan sebuah intan yang berkilauan, yang di dalamnya berwarna merah muda, cerah dan cantik.


“ Apa bedanya intan ini dengan yang lain?” Jendral yang kurang mengerti mengerutkan kening sambil memegang intan yang masih berbentuk bongkahan di tangannya.


“ Ini adalah intan termahal yang pernah ada Jendral..” si pria semangat menjelaskan.


Toko berlian dan perhiasan benteng Drake di pusat kota semakin berkembang dan terkenal, salah satunya karena beredarnya berita tentang berlian merah muda yang paling di cari para bangsawan, tetapi banyak yang tidak bisa membeli karena harganya yang sangat mahal, karenanya Jendral merencanakan untuk membuat acara pelelangan yang diadakan di pusat kota.


Di pusat Kota, kerajaan Hazmut.


Seorang wanita cantik berambut coklat, dengan gaun ungu tua yang mewah membuka pintu kereta kuda megah. Seorang pengawal memegang tangan si wanita untuk turun dari kereta kudanya.


Wanita itu memasuki toko perhiasan milik Benteng Drake. Ia melihat-lihat perhiasan yang ada disana, lalu bertanya tentang berlian merah muda.


“ Maaf nyonya, untuk sementara berlian merah muda hanya untuk pesanan, kami hanya memiliki beberapa contoh yang sudah menjadi perhiasan, tapi tidak kami jual disini, jika nyonya berminat kami akan mengadakan lelang perhiasan, termasuk berlian merah muda akan menjadi acara utama nyonya, anda bisa datang di pusat pelelangan pekan depan” pria penjaga toko menjelaskan ke wanita berpenampilan bangsawan tadi.


“ Baiklah aku akan datang ke acara lelang tersebut “


Di luar benteng Drake.


Jendral dan beberapa rekannya berencana mengunjungi wilayah kerajaan Riguaria, untuk mencari sisa pasukan Jendral yang sudah keluar dari kerajaan Nerogon.

__ADS_1


Jendral sedang menyusun rencana untuk mengumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya yang akan bergabung di benteng.


Jendral pergi hanya membawa Leon dan Ziggo, mereka hanya menggunakan dua kuda. Ketika mereka sedang mempersiapkan keberangkatannya…


“ Tuan Jendral, apa aku boleh ikut bersamamu?” dari belakang suara wanita membuat Jendral, Leon, Ziggo dan beberapa pria menoleh.


“ Oris?” Jendral sedikit terkejut. “Kenapa kau ingin ikut?”


“ Aku paham sedikit tentang daerah disana tuan…mungkin bisa berguna” Oris gadis manis berambut pirang itu menjelaskan.


“ Tapi kami akan melakukan perjalanan panjang, apa kau yakin ingin ikut bersama kami?”


“ Tidak masalah tuan, aku sudah terbiasa dengan perjalanan yang melelahkan”


Jendral menoleh ke arah teman-temannya, mereka seolah menyetujui, akhirnya Jendral mengizinkannya ikut dalam perjalanan mereka.


Pria itu menoleh juga kearah Merlin, tapi wajah Merlin dingin dan tak ada senyum sedikitpun.


Jendral berpamitan pada Merlin, ia menitipkan Merlin pada kawan-kawannya yang bisa dipercaya.


“ Perasaanku seperti tidak enak kau membawa Oris tuan..” Merlin berkata pelan kepada Jendral.


Tapi Jendral hanya tersenyum kecil, dan mengelus rambut Merlin..


“ Kau hanya cemburu Merlin…, aku pergi” Jendral lalu mengambil persiapan yang telah ia letakkan di bawah, lalu membawanya ke kuda.


Mereka berempat akan menaiki dua kuda, satu kuda untuk dua orang.


“ Baik Leon kau ikut dibela-..” belum selesai Jendral berbicara Oris menaiki kuda yang ditunggangi Jendral, spontan Jendral menoleh kebelakang.


“ Oris, kenapa kau disini? kau naik bersama Ziggo..” Jendral mengerutkan keningnya.


“ Tapi aku sudah disini tuan..” Oris tanpa perduli perkataan Jendral, tersenyum santai, Jendral hanya menghela nafas. Akhirnya mereka berangkat menuju kerajaan Riguaria.


...**********...

__ADS_1


__ADS_2