Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 8 - SUMBER KEKAYAAN


__ADS_3

Pagi menerangi seisi desa, biasanya Merlin dan para pria yang akan bekerja di pusat kota sudah bersiap-siap untuk berangkat, tapi kali ini Merlin meminta Gardden untuk mengumpulkan para pria di Aula (ruang utama).


Ruangan yang di bangun paling besar dari ruangan lainnya, dengan pintu yang kokoh terbuat dari kayu. Beberapa kursi berjejer mengitari meja kayu panjang.


Di dindingnya di gantung beberapa armor untuk berperang, pedang berkualitas baja, kapak perang, juga beberapa busur panah. Sisanya hanya beberapa kulit hewan yang menjadi hiasan.


Para pria memasuki ruangan tersebut satu persatu. Mereka tampak bingung dengan apa yang ingin disampaikan Merlin, sepenting apa masalah yang ingin di diskusikan.


Merlin tampak duduk manis di salah satu kursi. Kemudian semua duduk mengisi kursi yang ada.


Ada pula dari mereka yang memilih untuk berdiri dengan tangan terlipat di dada.


“ Apa yang ingin kau katakan nona? “ Jendral memulai pembicaraan. Tangannya diatas meja, jemarinya menyilang.


“ Baiklah, begini tuan-tuan, sebenarnya aku ingin menyampaikan hal ini semenjak datang kesini, tapi tak bisa kulakukan, aku harus menilai dulu kepercayaanku pada kalian, dan ternyata kalian adalah para pria yang sangat bisa di percaya “ Mendengar pujian Merlin sebagian pria gaduh, ada yang tersenyum, tertawa bahkan bertepuk tangan. Jendral lalu menenangkan mereka.


Yah, memang selama Merlin bersama mereka tidak ada satupun dari mereka yang mengganggu atau menggoda Merlin.


Itu juga bukan tanpa sebab, sebenarnya beberapa dari mereka tertarik dengan kecantikan, kebaikan bahkan perilaku Merlin yang mempesona mereka, tapi dari jauh-jauh hari tanpa sepengetahuan Merlin, Jendral sudah memperingatkan agar jangan ada satupun anggotanya yang berani menggoda atau mengganggu Merlin, jika mereka melanggar maka jendral sendiri yang akan turun tangan.


Maka dari itu mereka menahan diri untuk tidak macam-macam dengan satu-satunya gadis diantara mereka.


“ Aku ingin menyampaikan hal penting, sampai aku harus mengorbankan kalian pergi ke pusat kota.


Begini, Dulu kakekku pernah bilang, bahwa di desa ini ada sebuah kekayaan yang tersembunyi.


Kakek juga tidak menyampaikan hal ini ke semua klan Harbirt, hanya beberapa yang sangat di percaya yang di beritahu, termasuk aku.

__ADS_1


Katanya sumber kekayaan itu ada di bawah sebuah pohon tua berlubang yang paling besar yang ada di dekat hutan.


Aku telah menemukan pohon tua berlubang itu, tapi aku tidak tau apa yang harus ku lakukan selanjutnya.


Yang masih kuingat, Kakek hanya berpesan padaku, kalau kekayaan itu langsung kau gunakan begitu saja, maka kau bisa memiliki apa yang kau mau, tapi itu akan habis, tapi kalau kau gunakan dengan akalmu, maka kau bisa membangun sebuah kerajaan, dan itu akan bertahan lama.


Aku bertanya pada kakek, bagaimana maksudnya aku menggunakan akal? Kakek hanya menjawab, kau harus mengolahnya dengan benar”


Mereka mendengarkan penjelasan Merlin dengan serius.


“ Lalu apa kira-kira sumber kekayaan itu?” Gardden bertanya penasaran.


“ Apa di bawah pohon ada harta karun?” tanya salah satu dari mereka.


“ Kita harus menggalinya?” yang lain menimpali.


Lagi-lagi jendral menenangkan mereka.


“ Sebaiknya kita lihat kesana, lalu kia cari petunjuk disana “ tegas jendral.


Akhirnya beberapa pria dengan senjata yang akan digunakan untuk menggali juga lentera telah dipersiapkan.


Mereka beramai-ramai menuju pohon di dekat hutan.


Mereka memang menemukan pohon tua yang paling besar ukurannya, dengan lubang besar di tengah pohon tersebut, akarnya besar bisa untuk duduk dan ada sebagian yang menyembul keluar dari tanah.


Daunnya sangat tebal dan rindang. Sejauh ini benar apa yang di kabarkan oleh kakek Merlin, tapi mereka belum tau bagaimana mencari sumber kekayaan itu.

__ADS_1


Mereka mulai menggali di sekeliling pohon, ada juga yang mengetuk-ngetuk tanah, barangkali ada ruang bawah tanah.


Ketika Mugo, salah satu dari mereka melihat kearah lubang pohon, ia mencoba masuk kedalamnya, dari pinggang sampai kepalanya berada di dalam lubang pohon yang agak dalam, dan kakinya hampir tidak menginjak tanah, ia menggali di dalam lubang dengan kapak besar.


Tak lama setelah itu, Mugo berteriak senang, spontan kawan-kawannya menariknya dari dalam lubang pohon.


“ Apa yang kau temukan? “ tanya jendral, juga kawan-kawannya.


“ Ada jalan di dalam lubang “ jawabnya dengan semangat.


Sebagian mereka langsung menuju ke lubang di pohon tersebut, dan benar saja, di dalamnya ada semacam akar menuju ke bawah, seperti lorong yang gelap.


Lalu mereka menyalakan lentera yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Jendral memimpin masuk melalui celah lubang yang hanya untuk seukuran satu badan orang dewasa, itupun harus bergesek dengan sempitnya pohon.


Akar di dalam lubang tersebut menyerupai tangga yang tak beraturan, mereka harus berpegangan ke akar untuk bisa menuruninya.


Akhirnya jendral, Merlin dan beberapa pria sampai bawah ,di dalam lubang di bawah pohon.


Mereka mengamati sekeliling, dan beberapa saat mengenali medan, mereka melihat lorong yang panjang dan besar, di sisi dindingnya masih berbentuk bebatuan, tapi ketika di terpa cahaya lentera, ada sesuatu yang berkilauan di dinding sisi bebatuan, mereka berkilau seperti bintang paling terang di langit, kilauan itu jauh sampai ke lorong yang gelap yang belum tersentuh cahaya.


“ Hey…Bukankah ini?….,ini batu emerald? ” salah satu dari mereka mendekati kilauan tersebut.


“ Ini Intan..ini tambang intan!!” Gardden menyentuh kilauan yang terselip dantara dinding bebatuan di bawah tanah itu.


Mereka yang ada disana saling memandang, tercengang, dan terlihat sangat bahagia. Merlin terlihat sedikit terharu, ia mengatupkan dua telapak tangan ke mulutnya, seolah tidak percaya. Ternyata benar apa yang dikataka kakek, batin Merlin.

__ADS_1


...**********...


__ADS_2