
Pagi itu semua kembali normal seperti sedia kala.
Sebulan hampir berlalu, saat peperangan dengan kerajaan Gozan mulai dekat. di
Mereka bersepakat berperang di lembah Heydra tidak jauh dari benteng Drake.
Akhirnya waktu yang disepakati telah tiba…saatnya peperangan antara Gozan Timur dan Benteng Drake.
Pagi menjelang siang, semua pasukan Drake sudah bersiap di lembah Heydra.
Pasukan inti dari benteng pimpinan Jendral Luzen, pasukan tambahan dari kastil pimpinan Dumor, pasukan sayap kanan dan kiri pimpinan Leon dan Dude, pasukan berkuda pimpinan Ziggo dan Harlmon, juga para pemanah yang dipimpin Denzu, sudah bersiap di tempatnya masing-masing yang berjumlah sekitar 120.000 pasukan, tak ketinggalan ratusan Eldr dengan Merlin sebagai pemimpinnya.
Sementara itu, pasukan Gozan berjumlah 80.000 pasukan. Ratu Gozan dan Raja yang hadir di tengah-tengah medan itu, melihat perkembangan benteng Drake yang jauh melebihi ekspetasinya.
Ratu sempat ragu akan peperangan yang tidak imbang itu. Tapi mau bagaimana lagi, peperangan sudah di depan mata, ia harus menuntaskannya.
" Luzen, aku tak menyangka pasukan kita bisa sebanyak ini " Gardden yang berada di samping Jendral menoleh kearah pasukan Drake yang berbaris.
" Yah, pasukan dari Zeron memang sangat banyak, kau tahu sendiri ternyata tidak semua pasukan dikerahkan dalam perang kemarin, aku tidak bisa membayangkan jika kemarin seluruh pasukan Zeron menyerang kita, mungkin kitahanya tinggal nama, karena mereka adalah pasukan yang kuat." Jendral tersenyum kecil pada Gardden.
Saat aba-aba peperangan berbunyi, dua pasukan menebar dan saling berbenturan.
Pasukan Drake yang sebagiannya dari kastil, mereka adalah bekas pasukan Zeron yang bar-bar, dengan penampilan menyeramkan, sama menyeramkannya dengan senjata-senjata yang mereka pakai, mereka juga berteriak menyeramkan menyemangati peperangan tersebut, hingga membuat ciut semangat pasukan gozan.
Belum usai ketakutan pasukan Gozan menghadapi prajurit bar-bar dari kastil, mereka di hadapkan ratusan Elder yang bertebaran di udara.
Jendral Hars terlihat memimpin pasukan Gozan dengan kuda coklatnya, dia sempat melihat kearah Jendral, sepertinya dia sudah tau bahwa penjaga Lui yang selama ini ia ketahui hanya seorang penjaga penjara ketika di Gozan, sekarang yang dilihat adalah seorang Jendral yang memimpin ribuan pasukan.
Pasukan gelombang kedua Gozan mulai di kerahkan, tapi pasukan Drake belum meminta bantuan pasukan, dengan prajurit yang ada saja sudah bisa mengatasi musuh yang sedang dihadapi.
__ADS_1
Peperangan berlangsung hampir seharian, ketika langit sudah mulai gelap, mereka berhenti bertempur.
Pasukan Gozan yang gugur sangat banyak, namun pasukan Drake belum ada setengah dari seluruh pasukan yang gugur.
Mereka memasang tenda masing-masing untuk bermalam. Di dalam pasukan Drake, Eldr berkeliaran di sekitaran tenda, menjadi penjaga malam, sehingga seluruh pasukan bisa beristirahat.
Esoknya, peperangan dimulai kembali. Semangat pasukan Drake masih membara. Mereka berperang dengan berani dan gagah.
Komando tertinggi dari Jendral terdengar diantara prajurit. Mereka diperintahkan membuat dua formasi besar berbentuk ‘Falangs’ (kotak) yang terlindung dengan tameng-tameng besi mereka, kemudian Jendral memerintahkan pada pasukan pemanah untuk memanah pasukan musuh.
Panah-panah bertebaran di atas udara, awan seolah redup dengan banyaknya anak panah yang di hujankan ke pasukan musuh.
Serta merta pasukan musuh banyak yang berguguran terkena anak panah. Ketika pasukan bantuan Gozan datang lagi, formasi milik pasukan Drake terbuka dan menyerbu dengan ganas pasukan musuh yang baru tiba.
Pertempuran sengit terjadi di tanah Heydra. Darah dan mayat-mayat menghampar di tanah yang luas.
Hampir 5000 pasukan Gozan terbunuh dalam peperangan tersebut, sementara pasukan Drake hanya kehilangan 1000 atau 1500 pasukan.
Namun tiba-tiba sebuah gelombang besar pasukan Drake mengejar pasukan Gozan yang telah mundur ke tenda.
Di antara pasukan Drake yang paling depan adalah Jendral luzen dengan kuda hitamnya. Jendral terus memacu kudanya hingga kearah tenda Raja dan Ratu, tapi Jendral dan ribuan pasukan dibelakangnya dihalangi pasukan Gozan yang tersisia.
Akhirnya Jendral Hars maju dengan kudanya dan menantang perang tanding dengan Jendral Luzen.
Jendral yang saat itu mengincar Raja dan Ratu Gozan terpaksa harus menghadapi Jendral Hars terlebih dahulu.
“ Kita bertemu lagi, Jendral Luzen!. Ternyata kau jauh lebih hebat dari perkiraanku..” Jendral hars mulai menghunuskan pedangnya, dan mulai menutup penutup helm besinya.
“ Terima kasih Jendral atas kejujuranmu, tapi aku takut itu adalah kata-kata terakhirmu ” Jendral Luzen juga sudah bersiap dengan pedangnya.
__ADS_1
Pertarungan atara dua pria pemimpin pasukan itu berlangsung sengit di atas kuda. Tetapi Jendral Luzen tidak se-serius ketika menghadapi Kapten Robin ketika melawan Zeron.
Dengan beberapa gerakan dan dentingan pedang, mereka saling berusaha menjatuhkan.
Kencangnya pedang mereka beradu hingga meninggalkan percikan api diantara pedang mereka.
Akhirnya pedang Jendral Luzen berhasil menembus dada Jendral Hars. Pria itu jatuh dari kuda coklatnya, lalu tak berapa lama ia menghembuskan nafas terakhir di atas tanah.
Jendral mengangkat tinggi-tinggi pedangnya, menandakan perang tanding antara mereka dimenangkan Jendral Luzen, dan mereka bergerak kearah tenda Raja dan Ratu.
Di tenda Raja dan Ratu Gozan, Jendral sudah siap untuk menghadapinya seorang diri. Pasukan Gozan yang tersisa berusaha menghadang tapi mereka telah di bereskan oleh ribuan pasukan Jendral Luzen.
Gardden mengurus pasukan di belakang Jendral. Jendral Luzen melangkah menghampiri seorang bertubuh gemuk yang berpakaian kerajaan, dengan mahkota di kepalanya yang agak gemetar sambil menghunuskan pedangnya kedepan Jendral, ya dialah Raja Gozan.
“ Menyerahlah yang mulia, pasukanmu telah habis, bahkan perlindunganmu telah di bereskan pasukanku..” Jendral melangkah santai.
“ Apa-apaan kau!! Lebih baik aku mati daripada menyerah dan menyerahkan kerajaanku!! ” Raja Gozan mundur-mundur dengan masih menghunuskan pedangnya kedepan melihat Jendral yang melangkah santai mendekatinya.
Sang Raja mengayunkan pedangnya kearah Jendral, tetapi berhasil ditangkis dengan mudah oleh Jendral.
Beberapa kali Raja Gozan mengayunkan pedangnya ingin menyerang, tapi berhasil ditangkis pedang Jendral menggunakan satu tangan seolah ia tidak serius menghadapi Raja itu, dan Jendral terus saja melangkah mendekati Raja.
Raja Gozan semakin terdesak, akhirnya Jendral ingin menyudahi peperangan itu, dengan menghabisi Raja mereka.
“ Maaf Raja Gozan, kau yang meminta lebih baik mati bukan?, baiklah aku akan penuhi permintaanmu..”
SREET!!!...
Kepala Raja gozan menggelinding seketika terpisah dari tubuhnya. Kemudian Ratu yang telah ditangkap oleh Gardden berteriak histeris.
__ADS_1
...*********...