Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 20 - PENYERANGAN KE BENTENG


__ADS_3

Esoknya, di kerajaan Hazmut.


Pangeran berdiri di sisi kursi singgasananya dengan tangan terlipat di dada, disana telah duduk Raja Ell dan Ratu yang sedang menasehati anaknya.


“ Apa-apaan kau ini, menyulut api perang. Aku tidak pernah membuat masalah dengan siapapun yang tidak mengacaukan kerajaan ini!, tapi sikapmu sudah melampaui batas!.


Pulangkan saja tabib wanita itu! Apa kau mau menikahinya?!” Raja Ell tampak marah melihat kelakuan putra satu-satunya.


“ Aku hanya ingin mendapatkan apa yang ku ingin ayah. Aku tidak menyulut api perang…mereka yang terlalu bodoh untuk datang kesini” pangeran membela diri.


“ Apa kau ingin menikahinya anakku? Bukankah lebih baik kau menikahi putri dari kerajaan lain atau wanita bangsawan? Dia hanya rakyat biasa nak..” Ratu juga memberinya nasehat.


“ Aku belum berniat menikahinya ibu, aku hanya ingin memilikinya, bukan berarti aku harus menikahinya..”


“ Jadi kau hanya bermain-main dengannya?” tanya Raja kembali. Pengeran diam dan tampak kesal.


“ Dengar!, aku tidak punya alasan utuk memulai peperangan. Apa kau ingin berperang cuma karena seorang wanita?!. Berdamailah dengan pasukan yang kemarin, dan pulangkan tabib wanita itu!“ Raja memerintahkan anaknya dengan geram.


Pangeran lalu pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya. Ia tampak kesal.


Di dalam kamar pangeran yang terkunci dari luar, Mata Merlin sembab, dan masih menyisakan butiran bening di sudut matanya.


Ia memeluk kakinya di atas ranjang. Ia tidak menyangka akan berakhir di tempat seperti itu.


Kemarin pangeran sempat menampar Merlin ketika ia mencoba berontak lari dari kamar, dan terus berteriak menyebut nama Jendral.


Akhirnya ia tertidur karena lelah menangis. Tubuhnya yang semampai, putih dengan gaun sutra putih berpadu merah muda pemberian pangeran, dan rambut berwarna perak tergerai di bantal. Sungguh makhluk yang sangat indah.


Ketika itu pangeran memasuki kamarnya, dan melihat Merlin tertidur dengan agak menekuk memeluk sebagian kakinya.


Ia mendekatinya, memandang sejenak, alangkah cantik dan sempurna gadis dihadapannya itu, layaknya peri kecil yang sedang tertidur.


Ia menyesal telah menamparnya kemarin. Pangeran duduk di tepi ranjang, di elusnya rambut perak berkilau milik Merlin, ia hanya ingin gadis itu tetap ada di kamarnya walaupun pangeran tidak melakukan sesuatu padanya ,


karena ia juga sudah berjanji pada Merlin tidak akan berbuat di luar batasnya, ketika kemarin Merlin mengancam ingin membunuh dirinya sendiri jika sampai pangeran berbuat sesuatu diluar batas.


Tiba-tiba Merlin terbangun dari tidurnya, dan mendapati pangeran sedang menyentuh rambutnya. Merlin kaget dan menjauh. “ Hey, tidak perlu takut.


Maaf aku menamparmu kemarin, aku tidak bermaksud menyakitimu..” pangeran berkata agak lembut.


Merlin tidak berbicara, ia hanya mengerut ketakutan di sisi ranjang.


Pangeran tersenyum melihat pemandangan itu. “ Aku suka gadis sepertimu..kau seperti burung kecil yang berhadapan dengan pemangsa liar” pria itu tersenyum dengan sudut bibirnya, lalu bangkit dari duduk.


Besok aku akan menyerang benteng pria-mu yang kemarin datang menjemputmu…sayang sekali, tapi setelah aku membereskan mereka maka tidak ada lagi gangguan untukku.

__ADS_1


Pangeran mulai menaiki ranjang. Merlin membelalakan mata… “ Tolong jangan ganggu aku..” Merlin terlihat ketakutan.


“ Ssstt.., aku tidak menyakitimu, aku hanya ingin bersamamu..” pangeran mengelus rambut Merlin lalu mengecup keningnya.


Merlin yang pasrah hanya sembunyi di balik lututnya yang terlipat.


Di ruang utama kerajaan, pangeran buru-buru sedikit berlari ke arah Ayahnya.


Dia menyampaikan dari informasi prajurit yang diutus kemarin, bahwa benteng yang ditempati Merlin dan pasukan kemarin adalah desa bekas klan Harbirt, yang berarti itu masih dalam wilayah kerajaan Hazmut,


maka pangeran punya alasan untuk menyerang benteng tersebut untuk mengusir pendatang yang mengambil wilayah kerajaan Hazmut.


Tetapi Raja mengklaim bahwa wilayah itu memang sudah tidak diakui oleh kerajaan.


Tetapi Pangeran tetap bersikeras untuk menyerang benteng itu dan mengusir para penduduk yang tinggal disana.


Pangeran Zaimon sendiri yang akan memimpin pasukan, ditemani Kapten Fedrik dan para elit kerajaan, besok pagi akan siap menyerang benteng Jendral Luzen.


Di hari yang sama, Jendral mempersiapkan seluruh peralatan untuk bertempur.


Kuda-kuda perang telah dipersiapkan.


Jendral melihat kuda hitam besar yang tengah ia sentuh, kenangnya ketika Merlin memberikan kuda tersebut sebagai hadiah untuknya dan Merlin sengaja menabung dari jeri payahnya menjual obat hanya untuk membeli kuda mahal yang akan di kasih kepada Jendral.


“Ada yang datang..!!” seorang penjaga menara berteriak dari atas menara pengintai.


“ Satu orang Jendral “ sahutnya.


“ Biarkan masuk” Seseorang dengan seragam prajurit Hazmut datang menemui Jendral.


“ Bukankah kau prajurit Hazmut yang tempo hari pernah kesini?” Jendral bertanya ketika orang tersebut telah masuk ke dalam benteng.


“ Iya benar tuan, tapi niatku untuk membantu..” Jendral dan pasukannya saling melempar pandangan.


“ Apa maksud kedatanganmu?”


“ Aku ingin memberitahukan bahwa prajurit Hazmut akan menyerang benteng anda, besok siang.


Tolong anda bersiap-siap tuan. Lalu masalah nona tabib yang di bawa ke kerajaan, sebaiknya tuan cepat menolongnya, ia diperlakukan tidak baik oleh pangeran.


Pangeran sepertinya menyukainya, tapi pangeran memang memiliki karakter kasar. Nona tabib itu sekarang dikurung di kamar pangeran”.


“ Di kamar?” Jendral mengulang agak marah.


“ Pangeran sialan itu cari mati..” Jendral geram mendengar penjelasan prajurit tadi.

__ADS_1


“ Kenapa kau beritahu kami tentang hal ini, bukankah itu berbahaya untukmu?” Gardden bertanya padanya.


“ Aku hanya tidak suka menyerang orang yang tidak bersalah, hal ini terus saja mengangguku, mungkin ini caraku membela pihak yang benar”


“ Baik, terimakasih atas informasi yang kau berikan. Aku sangat menghargainya “ jawab Jendral.


Akhirnya prajurit itu pergi dengan kudanya.


Jendral memerintahkan pasukannya untuk bersiap dengan kekuatan pertahanan benteng.


Esok pagi,


Di sekitaran benteng telah terpasang beberapa peralatan dan persiapan pertahanan Beteng dan semua telah siap dengan peralatan perang mereka.


Para pemanah berada berjejer di atas benteng dan menara.


Oris wanita yang di bebaskan Jendral tempo hari ikut dalam pasukan memanah.


Tiba-tiba teriakan penjaga di menara pengintai membuat semua bersiap degan posisi masing-masing.


Dari kejauhan terlihat pangeran Zaimon dengan mengendarai kuda putih berada di tengah pasukan yang berjumlah delapan ratus orang prajurit invantri ( berjalan membawa tombak ) dan beberapa pasukan kaveleri ( berkuda ).


" Pangeran, apa tidak terlalu sedikit kita membawa pasukan?" Jendral Fredrik yang berada disamping Pangeran Zaimon melihat situasinya.


" Bukankah aku sudah katakan kemarin, untuk menyerang benteng sekecil ini tidak perlu mengerahkan terlalu banyak prajurit".


" Perintahkan saja mereka untuk maju" perintah pangeran.


Enam ratus orang berjalan ke depan gerbang benteng.


Lalu seorang yang sepertinya petinggi kerajaan mengumumkan bahwa perang yang akan di mulai adalah sebuah pengusiran para penduduk yang ada di dalam benteng karena telah berada di wilayah kerajaan Hazmut tanpa izin.


Setelah terdengar aba-aba untuk penyerangan, maka sekitar empat ratus prajurit kerajaan melangkah mendekati benteng.


Sebuah kayu besar berukuran batang pohon besar di benturkan ke pintu gerbang benteng Drake.


Mereka terus menjebol gerbang dengan keras, butuh beberapa orang pria kuat yang memegang kayu tersebut.


Prajurit yang lain mencoba menaiki tembok benteng dengan tangga.


Mereka meletakan tangga yang tinggi di sisi tembok benteng, lalu prajurit menaikinya.


Tetapi belum sampai mencapai setengah tangga, mereka dihujani minyak berwarna hitam dan jerami yang terbakar dari atas benteng.


Pasukan yang ditangga maupun yang di bawahnya berusaha menghindar.

__ADS_1


Begitu pula dengan pasukan Hazmut yang didepan gerbang, mereka belum berhasil menjebol gerbang, mereka justru mendapat serangan dari atas.


...**********...


__ADS_2