
Di Benteng Drake.
Jendral berdiri dengan tangan ke belakang, ia berdiri di hadapan empat ratus prajurit kerajaan Hazmut yang telah sadar dari pingsannya.
“ Kalian para prajurit Hazmut, kalian beruntung kali ini, nyawa kalian saat ini masih selamat, teman-teman kalian kemarin banyak yang gugur.
Sekarang kalian adalah tahanan kami, sebelum kalian di pulangkan ke Hazmut, kalian akan disini untuk sementara waktu, dan kami akan memperlakukan kalian dengan baik jika kalian juga tidak berbuat macam-macam dengan kami,
tapi kalau satu dari kalian berbuat macam-macam, maka semua pasukan Hazmut yang ada disini akan kami musnahkan“. Jendral mengakhiri bicaranya dan berlalu pergi.
Pasukan benteng Drake juga para budak yang telah di bebaskan memberi makanan kepada seluruh pasukan Hazmut, mereka diperlakukan baik di benteng. Pasukan Hazmut makan dengan lahapnya.
Di Aula utama, Jendral beserta yang lain berkumpul, Jendral mengutus Gardden untuk memberi surat kepada Raja Ell di kerajaan Hazmut tentang penukaran empat ratus pasukan kerajaan Hazmut dengan Merlin.
Jendral juga membagi tugas dan tingkatan kepemimpinan untuk para pasukan benteng Drake.
Gardden berangkat ke kerajaan Hazmut hari itu juga, ia menyerahkan surat kepada Raja Ell yang isinya tentang negosiasi kesepakatan untuk pertukaran pasukan yang ada di benteng Drake dengan tabib wanita yang di tahan di Hazmut yang akan di laksanakan besok.
Raja Ell menyetujui kesepakatan besok, ia menyuruh anaknya Zaimon untuk menyerahkan Merlin besok, karena Raja tidak ingin hal ini menjadi panjang dan berlarut.
“ Kita beri saja mereka koin emas berapapun yang mereka minta Ayah, atau kekuasaan, atau apapun, tapi aku mohon jangan tukar Merlin Ayah..”
“ Zaimon!!. kenapa berfikirmu seperti anak kecil!, karena keegoisanmu semua ini terjadi. Jangan karena satu wanita pasukan kerajaan jadi korban!! dasar bodoh!! Kita harus kembalikan tabib itu besok!!!” Raja Ell sangat marah dengan kelakuan anaknya.
Pangeran Zaimon kesal pergi dari ruang kerajaan.
********
Pagi menjelang siang , di tanah kerajaan Hazmut, tepatnya di depan kerajaan telah menunggu dua ratus orang pria berbadan kekar, kokok dan gagah dengan senjata perang yang lengkap.
Di barisan paling depan terdapat sepuluh orang diatas kuda mereka, salah satu dari mereka adalah Jendral Luzen.
Juga empat ratus orang pasukan Hazmut di barisan paling belakang, tangan mereka semua terikat dengan tali.
Gerbang kerajaan Hazmut terbuka, seorang utusan menghampiri para pria berkuda, dan mempersilahkan sepuluh orang tersebut masuk menemui Raja.
__ADS_1
Di dalam aula kerajaan yang besar dan mewah, karpet bludru menghampar panjang, para ksatria benteng Drake telah berada di hadapan Raja dan Ratu, juga pangeran Zaimon.
Mereka di bawa ke sebuah ruangan pertemuan, dengan meja besar dan kursi tinggi yang berjejer.
Ketika Raja Ell menanyakan nama dari pemimpin pasukan dihadapannya, maka Jendral mengenalkan diri bahwa dirinya adalah Jendral Luzen, mantan Jendral dari kerajaan Noregon, tapi sekarang ia hanya pemimpin sebuah benteng.
Raja Ell sangat terkejut mendengar nama Jendral Luzen, ia tahu benar nama yang tersohor itu, tapi baru kali itu ia berjumpa langsung dengan Jendral.
Raja semakin menaruh rasa hormat kepada Jendral dan pasukannya, ia menyesal atas kejadian yang menimpa Jendral.
Raja juga meminta maaf atas penyerangan yang dipimpin pangeran Zaimon kemarin.
Kesepakatan pertukaran sudah saling setuju, dan atas kemenangan Jendral kemarin juga permintaan maaf Raja karena kejadian tersebut sekaligus penyerangan benteng,
dan juga karena Jendral telah membiarkan empat ratus pasukannya selamat,
maka Jendral di tawarkan Raja Ell untuk menyebutkan sebuah permintaan, apapun itu akan di kabulkan Raja sebagai permohonan maaf.
Setelah berfikir sejenak, Jendral kemudian berinisiatif meminta wilayah kekuasaan, yang luasnya dari perbatasan pusat kota ke utara sebelah hutan,
Akhirnya Raja menyetujuinya, nantinya dari perbatasan pusat kota akan di bangun sebuah gapura perbatasan wilayah.
Kemudian saatnya pertukaran pasukan dan Merlin. Merlin di antar beberapa prajurit istana ke ruang pertemuan.
Jendral dan kawan-kawan yang melihat Merlin sangat lega.
Mata Merlin berkaca-kaca saat melihat mereka yang rela menyelamatkannya. Ingin rasanya ia cepa-cepat memeluk Jendral, tapi semua ia tahan dengan ganti air mata Merlin yang tumpah tak hentinya.
Tapi berbeda dengan pangeran Zaimon, yang tampak jelas sekali raut kecewa, marah dan matanya yang tajam. Ia sesekali melihat Merlin lalu menundukan kepalanya.
Akhirnya Merlin di bawa kembali ke benteng Drake bersama Jendral dan pasukan pimpinan Jendral, dan empat ratus pasukan di kembalikan dengan selamat.
Di dalam benteng Drake,
Setelah turun dari kuda, belum sempat Jendral merapihkan posisi berdirinya tubuhnya langsung di tabrak oleh pelukan gadis cantik yang tak lain adalah Merlin.
__ADS_1
Merlin menangis sejadinya di dada Jendral, tangannya melingkar di pinggang Jendral sangat erat, seolah ia tak mau berada jauh lagi dari Jendral.
Jendral mengelus rambutnya yang lembut, dan mengecup kepalanya.
“ Kau sudah aman di sini Merlin, kau bisa memasak bubur gandum lagi untuk kami..” canda Jendral membuat Merlin melepaskan pelukannya.
“ Kalian susah payah menjemputku hanya untuk membuatkan bubur gandum?” Merlin mengerutkan kening sambil melihat wajah Jendral yang tersenyum, lalu mereka tertawa.
Di malam harinya, Merlin juga berterima kasih kepada kawan-kawannya, yang rela menjemputnya.
“ Kalian sudah seperti keluargaku..kalian pasti rindu bubur gandumku kan?..” ujar Merlin di hadapan pasukan benteng yang sedang menikmati bubur gandum buatan Merlin.
Jendral mendekati Merlin yang sudah duduk santai. Jendral menatap Merlin serius.
“ Merlin, maaf…aku ingin bertanya padamu…em..” Jendral seperti ragu-ragu.
“ Ya, ada apa tuan?..” Merlin tersenyum lebar menatap Jendral.
“ Apa kau…, em maksudku..apa kau sudah..” Jendral mengisyaratkan tangannya tapi tidak jelas.
Merlin mengerutkan kening bingung dengan maksud Jendral.
“ Waktu di Hazmut kau sekamar dengan pangeran sialan itu kan? satu ranjang?..apa kau..eem..?”
“ Hah??..jadi kau menuduhku melakukan itu?!!” Merlin memukul pundak Jendral berkali-kali, tapi Jendral memasang wajah polos.
“ Apa itu berarti kau belum melakukannya?”
“ Kenapa tuan jadi bodoh seperti ini?” Merlin bangkit dari duduknya dengan bibir mengerucut.
“ Pertanyaanmu aneh tuan..” Merlin menjauh mencari tempat lagi.
Dari kejauhan Oris mendekati Merlin dan duduk disampingnya,
“ Selamat datang kembali nona Merlin, mereka sering menceritakan tentangmu, kau memang sangat spesial di hati mereka “
__ADS_1
“ Terimakasih, siapa namamu…maaf aku belum tau namamu, kau cantik sekali..” jawab Merlin menatap serius wajah Oris. Merlin dan Oris berbincang seru.