
Charlotte buru-buru membawa putranya ke kamar bayi dan di jaga oleh dayang pengasuh.
Wanita itu menuju atas menara kastil dan melihat lima ribu pasukan tengah berkumpul di depan gerbang istana.
Seorang pria dengan rambut pirang kecoklatan dan berbadan tinggi besar berada diatas kudanya, lalu mendekati gerbang istana.
“ HEY PENJAGA!, BUKA GERBANGNYA, SEKARANG AKU ADALAH RAJA DI KERAJAAN INI! APA KALIAN TIDAK MENGENALKU?! “ teriakkan pria itu menggema di sekitaran kastil.
Kemudian dari atas kastil Charlotte dengan buru-buru melihat kebawah, dan wajahnya menyiratkan ketakutan sekaligus kemarahan.
“ UNTUK APA KAU DATANG KESINI!, KAU BUKAN LAGI ANGGOTA KERAJAAN! “ dengan suara lantangnya Charlotte berteriak dari atas kastil.
“ Hoho..adikku yang cantik…apa kau lupa dengan kakakmu?! “ pria itu menoleh keatas kearah Charlotte.
“ Kau sudah tidak diperlukan lagi di kerajaan ini! “ Charlotte membalas dengan geram.
“ Baiklah adikku, bagaimana jika kita bicarakan secara baik-baik!…” sahut pria bernama Vier tersebut.
“ Aku tidak akan berdiskusi apapun denganmu! “ jawab Charlotte ketus.
“ Em, berarti kau meginginkan cara yang agak kasar?!, baiklah jika itu yang kau mau!”
Vier kemudian mengisyaratkan jarinya kearah para pemanah di belakangnya.
Spontan para pemanah dari pasukan Vier memanah kearah pasukan Gozan Selatan yang telah bersiap di atas dan sekitaran kastil.
“ Putri!! “ Ryon berlari kearah menara kastil.
Ryon datang menemui Charlotte, kemudian dengan cepat melindungi kepala Charlotte dengan tameng yang dipegangnya.
Saat itu Charlotte dan Ryon sedang menunggu kedatangan Raja mereka yang tengah dalam perjalanan pulang dari Benua Oleic. Saat ini kemungkinan mereka masih berada di perairan Benua Oleic, dan akan sampai ke Benua Hitam paling cepat esok pagi.
__ADS_1
“ Panggil Eldr cepat!, kabarkan pada Raja yang berada di perairan Oleic, ada yang menyerang kerajaan! “ perintah Ryon dari atas menara kastil pada beberapa pengawal.
Ryon memang ditugaskan oleh Jendral untuk bertanggung jawab di kerajaan dan melindungi Charlotte ketika Jendral tidak berada di istana Gozan Selatan.
Akhirnya mereka berdua turun kebawah. Pasukan kerajaan sekuat tenaga menahan gerbang yang akan di jebol pasukan musuh menggunakan mesin kayu penjebol gerbang.
Serangan dari mesin pelontar juga membuat pasukan Gozan Selatan kualahan.
Ryon berusaha menjaga bawah kastil dengan ratusan prajurit, tetapi jumlah mereka sangat kurang untuk melawan musuh dari berbagai arah.
Tangga-tangga musuh sudah mulai di bentang, dan persiapan prajurit kastil juga terbilang kurang, hingga banyak pasukan musuh yang berhasil masuk ke dalam kastil.
Dua Eldr terbang dari arah kastil ke udara dan langsung menuju perairan Oleic.
Vier yang melihat Eldr di udara berteriak untuk memanah dua Eldr tersebut, beruntung dua Eldr tersebut bisa lolos dari sambaran panah musuh.
“ Ternyata ada Eldr diantara mereka “ Gumam Vier setelah melihat Eldr tadi lolos dan menghilang di kejauhan.
Dari kejauhan dua Eldr terlihat mendekati perahu yang Jendral dan kawan-kawan tengah berada di atasnya.
“ JENDRAL! ADA ELDR ! MEREKA MENUJU KESINI! “ seorang awak kapal berteriak sambil melhat dan menunjuk ke udara.
“ Eldr?! “ Jendral langsung melihat ke langit dan benar ia menemukan dua Eldr yang sedang terbang di udara menuju ke kapal.
“ Ada apa kira-kira? “ tanya Gardden di samping Jendral.
“ Pasti sesuatu telah terjadi “ jawab Jendral.
Dua Eldr tersebut langsung mendarat di dek kapal dan berlutut di depan Jendral.
“ Apa yang terjadi? “ tanya Jendral tanpa basa-basi.
__ADS_1
“ Tuan, kastil Gozan Selatan telah di serang. Pasukan musuh berjumlah lima ribu orang, sebagian telah berhasil menembus benteng pertahanan!“
“ Kastil diserang? “ Jendral dan kawan-kawannya sama kagetnya mendengar penjelasan Eldr tersebut.
‘ Charlotte, anakku..’ gumam batin Jendral langsung mengingat.
“ Siapa yang memimpin penyerangan? “ tanya Jendral.
“ Yang kami dengar dia adalah kakak dari Ratu Charlotte, pangeran Vier “ jawab Eldr yag masih berlutut.
“ Dia rupanya!, teryata dia masih hidup. Berani-beraninya dia menyerang kastil ketika aku tidak ditempat “ wajah Jendral menyiratkan kemarahan, rahangnya dikatupkan keras.
“ Apa dia yang di bicarakan ayah mertuamu? “ tanya Gardden.
“ Ya, pengacau itu pasti mau merebut tahta kerajaan “
“ Tuan, sepertinya pasukan kastil mengalami kekacauan, mereka tidak berhasil menahan serangan dari musuh “
“ Jumlah yang tak berimbang..” Jendral seolah mengerti keadaannya.
“ Baiklah, Eldr..beristirahatlah dulu, lalu makanlah, setelah itu kembalilah ke Benua Hitam dan kabarkan pada kerajaan Gozan Tengah, suku Serigala, suku Elang Hitam dan Suku Fangs yang tersisa, ceritakan pada mereka apa yang terjadi dan minta mereka untuk segera mengirim pasukan bantuan dan bergabung dengan pasukan kastil Gozan Selatan, kabarkan malam ini juga! “ perintah Jendral pada kedua Eldr disana.
“ Hoy!, bawakan ikan yang besar untuk mereka makan! “ Jendral meminta kepada seorang prajurit di dekat kotak penyimpan makanan.
“ Sana, makanlah dulu “ peritah Jendral pada Eldr, kemudian ia mengusap kepala dua Eldr tadi.
“ Baik! Terima kasih tuan “ jawab kedua Eldr serempak.
“ Ziggo! Tambah kecepatan kapalmu! Naikkan kecepatan penuh!, usahakan kita sampai besok sebelum fajar! “ perintah Jendral pada Ziggo.
“ Baik yang mulia!. HOY ANAK-ANAK!! BENTANGKAN LAYAR! BERSIAPLAH KALIAN MABUK LAUT! “ Ziggo langsung mengendalikan kemudi kapal dengan sigap, untuk mencapai kecepatan penuh.
__ADS_1