
Mereka beristirahat di sebuah tepi hutan, tetapi sudah masuk wilayah Gozan Selatan.
Gardden dan Lizo mengeluarkan bekal makanannya dari dalam kantung yang diletakkan di sisi pelana kuda mereka.
Mereka duduk di bawah pepohonan rindang, suasananya sejuk dan menenangkan.
Suara kicau burung dan binatang dari dalam hutan terdengar sesekali melewati telinga mereka.
“ Leon, apa benar Benua Hitam hanya punya dua kerajaan?...sepertinya ini benua yang besar ketika aku melihat di peta” Jendral bertanya pada Leon sambil mengambil tempat air minum di pinggangnya.
“ Ha?..dua?..siapa yang bilang padamu Jendral, benua ini punya lima kerajaan, memang yang terbesar dua kerajaan, Gozan Timur dan Gozan Selatan, tapi ada tiga kerajaan lagi “ leon yang mulai memakan bekal mereka menjelaskan pada Jendral.
“ Waktu pertama kali aku datang ke Benua Hitam, aku bertemu dengan pak tua di kapal, dia bilang kerajaan di Benua Hitam hanya ada dua, lalu kenapa dia berbohong padaku? ” Jendral kemudian meminum air yang dipegangnya.
“ Yah, mungkin tidak salah juga pak tua itu berbohong, karena kerajaan kecil di Benua Hitam menyimpan misteri yang tidak mau diketahui oleh orang asing, karenanya pak tua itu mungkin hanya ingin menyampaikan dua kerajaan saja padamu, sisanya tidak diberitahu “
“ Misteri? “ Tanya Gardden pada Leon.
“ Yah, tiga kerajaan lagi adalah Kerajaan Gozan Barat, Kerajaan Gozan Utara dan Kerajaan Gozan tengah. Masing-masing memiliki misteri sendiri-sendiri “ Leon masih mengunyah makanannya.
“ Oya Jendral, jika kau ingin menguasai seluruh benua ini, kau hanya perlu mengalahkan dua kerajaan besar saja, maka tiga kerajaan kecil dan seluruh penduduk Benua Hitam akan tunduk padamu. Kita sudah mengalahkan satu kerajaan besar disini bukan? Jadi bagaimana kalau Gozan Selatan kita perangi dan kita ambil alih kekuasaannya, maka seluruh Benua Hitam akan di bawah kekuasaan kita? ” Leon menjelaskan dengan semangat.
“ Tidak Leon, aku tidak seserakah itu. Kita hanya memerangi mereka yang sudah mengganggu kita “
“ Yah, baiklah Jendral..aku hanya memberi informasi saja..” Leon menghabiskan makanannya yang tersisa.
__ADS_1
“ Apa itu alasan untukmu agar bisa balas dendam, dasar otot besar!...” Gardden menimpuk Leon dengan sisa makanan yang berada di tangannya.
“ Hey, tuan kepala batu! Aku tidak pendendam seperti yang ada di pikiranmu, aku hanya memberi saran pada Jendral..” Leon menoleh kearah Gardden.
“ Hei Leon, Coba kau jelaskan sedikit tentang misteri itu, aku penasaran? “ Lizo bertanya serius.
“ Kau bisa memberiku apa jika kuberi tahu?..” Leon seolah mengejek Lizo.
“ Aku akan memberimu nafas buatan, hahahaha!!!..” Lizo terpingkal-pingkal sendiri dengan omongannya mengingat kejadian bersama Merlin, Denzu, Harlmon juga Dude.
Jendral dan yang lainnya menoleh kearah Lizo dengan heran.
“ Nafas buatan apa maksudmu?” Tanya Leon.
“ Ah,..ya emm, maaf..kalian memang tidak mengerti..Ehm!, ayolah Leon, beritahu kami sedikit tentang misteri itu..” Lizo merayu Leon.
“ Ya coba kau jelaskan sedikit tentang hal itu Leon” kali ini Jendral mendukung Lizo.
“ Yah baiklah, misteri itu... misalkan saja kerajaan Gozan Barat, yang memiliki pasukan setengah monster..mereka tidak suka jika ada orang asing yang mengetahui keadaan ini “
“ Monster?..Apa maksudmu seperti Eldr? “ tanya Gardden kembali.
“ Bukan, mereka lebih mirip serigala berbadan manusia atau beruang, ya semacam itulah..”
“ Kenapa mereka tidak ingin diketahui? Bukankah itu sesuatu yang mengagumkan jika punya pasukan seperti itu?” Ziggo mulai bertanya sambil merobek roti di tangannya.
__ADS_1
“ Mungkin menurutmu mengagumkan, tapi menurut penduduk disini, monster adalah makhluk yang menyeramkan dan makhluk kutukan, karenanya keberadaan mereka tidak diterima, dijauhi juga di buru dan di bunuh, jadi mereka mengasingkan diri ” jelas Leon kembali.
Teman-teman leon hanya mengangguk.
“ Dan dua kerajaan lainnya, misteri yang seperti apa?” Lizo bertanya lagi.
“ Akhh, nanti saja kujelaskan, aku mau istirahat dulu “ Leon merebahkan tubuhnya diatas rerumputan dengan kedua tangan terlipat di bawah kepalanya.
“ Hah dasar otot besar, kerjamu tidur saja..” Lizo bangkit dari duduknya dan melihat sekitar.
Gardden dan Jendral juga berjalan dengan langkah kecil mengamati sekitaran hutan.
Tak jauh dari posisi berdiri mereka, ada seekor rusa yang berlari kearah Gardden, tapi kemudian tiba-tiba…
ZLEEPP!!!...
Sebuah anak panah mengarah ke pundak Gardden, dan menancap di pundak pria itu, hingga tembus ke belakang.
“ Aaakkhh!!! ” teriakan Gardden membuat teman-temannya terkejut.
“ Gardden!!!” Jendral dengan panik menghampiri sahabatnya itu.
Mereka semua langsung menuju arah suara Gardden.
Spontan mereka mengeluarkan pedang dari sarungnya, lalu menghunuskannya ke depan, siapa kiranya yang memanah Gardden.
__ADS_1