Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 33 - KEPULANGAN MERLIN


__ADS_3

Di benteng Drake,


Di aula benteng, beberapa pria termasuk Jendral duduk di ruangan tersebut, di tengah mereka ada Denzu, pria berambut panjang hitam, berkulit putih, menjelaskan bahwa dia memang benar membunuh saudara bangsawan itu, ia diperintah oleh bangsawan lain rival dari yang terbunuh tersebut.


Saudara si bangsawan dibunuh juga karena dia adalah pejabat yang korup, kejam dan suka bermain wanita.


Denzu adalah pemanah elit, mata-mata sekaligus pembunuh bayaran.


Mata Elang adalah organisasi yang dibentuknya khusus untuk para elit pemanah dan mata-mata.


Sebenarnya Mata Elang sangat sulit ditangkap, karena kelihaian mereka, tapi Denzu bisa tertangkap karena di khianati oleh beberapa kawannya sendiri.


Karenanya organisasi ini pecah, karena adanya pengkhianatan, dan anggotanya yang masih mendukung Denzu saat ini sedang bersembunyi, mereka sedang di buru para pejabat karena dinilai membahayakan.


Akhirnya Jendral meminta Denzu untuk membuat aliansi dengannya.


“ Aku bersedia untuk beraliansi dengan kalian, tapi apa kalian berani membayarku lebih tinggi dari mereka para bangsawan bodoh”. Denzu bernegosiasi dengan Jendral.


“ Kami bayar dua kali lipat dari bayaran para bangsawan, tapi dengan syarat kalian hanya bekerja untuk kami, dan tidak menerima pekerjaan dari siapapun, bagaimana?”


“ Dan tidak ada pengkhianatan..” Denzu menambahkan.


“ Jangan samakan kami dengan kawan-kawanmu yang berkhianat, aku jamin kau tidak menemukan pengkhianat disini” tegas Jendral.


Denzu dan Jendral bersepakat untuk membuat kerjasama.


“ Oya, tetapi aku masih memikirkan teman-temanku yang masih bersembunyi” Denzu menjelaskan kerisauannya.


“ Bagaimana kau bisa menemukan teman-temanmu?” tanya Jendral.


“ Aku tau tempat persembunyian mereka, tapi aku belum siap untuk kesana seorang diri ”


“ Baiklah, aku akan meminta beberapa orang disini untuk ikut bersamamu ”


“ Maaf, Satu permintaan lagi, bolehkah nanti kami menetap sementara di bentengmu, selanjutnya aku dan kawan-kawanku akan mencari tempat untuk kami tinggali setelah suasana stabil”. Denzu menambahkan.


“ Yah, silahkan menetap disini untuk sementara” Jendral mengizinkan.


“ Terimakasih Jendral, aku sangat menghargai pertolonganmu” sahut Denzu yang tengah diobati.


Tiga bulan berlalu,


Di lapangan luas di dalam benteng, para pria dilatih berperang, memanah, bergulat, dan kegiatan yang mengasah fisik dan kemampuan mereka.


Ziggo yang juga tengah berlatih, mengejar Jendral yang melewatinya. Ia berbicara pada Jendral, dia meminta Jendral tidak mengusir Oris dari benteng, karena Ziggo menyukai Oris, ia rela menikahi gadis itu walaupun dia tau kalau Oris sedang mengandung, akhirnya dengan berat hati Jendral mengizinkan Oris tetap tiggal di benteng dengan syarat tidak berkhianat dan tidak membohongi siapapun.


Di hari yang sama Jendral mendapat surat dari Benua Hitam, kerajaan Gozan Timur. Isi suratnya adalah ‘ Pengumuman Pernyataan Perang ’ dengan benteng Drake, alasan pemicu peperangan adalah invasi wilayah, dan hal-hal yang tak jelas tertulis dalam surat.


Persiapannya hanya dikasih waktu dua bulan dari hari diterimanya surat tersebut.


Para penghuni benteng geram dengan pernyataan tersebut, tetapi mau tidak mau mereka harus berperang, dan Jendral mengatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk bisa menunjukan kekuatan benteng mereka pada dunia luar.


“ Jendral!!,..Jendral aku melihat satu Eldr melayang di atas hutan dan menuju kesini” seorang pria mengabarkan sesuatu yang baru saja dilihatnya.


“ Merlin…” suara Jendral pelan penuh harap, ia langsung berlari ke arah Eldr terbang tadi sambil mendongakan kepalanya.


Mereka yang ada di benteng melihat kearah atas, ternyata bukan satu Eldr yang hadir, tapi ratusan dan sedang menuju ke benteng.

__ADS_1


Jendral dan yang lain menunggu di atas benteng. Seluruh Eldr yang terhampar di udara dengan cepat turun dan berlutut di tanah benteng yang luas, lalu menyusul sesosok yang ditunggu Jendral, yah Merlin telah kembali.


Jendral dan teman-teman langsung turun ke bawah, di lapangan Jendral berjalan dengan cepat menemui Merlin yang saat itu masih berbentuk makhluk dengan sayap bulu, tanduk dan gigi runcingnya.


“ Merlin, kau kembali?..aku bisa jelaskan semuanya Merlin “ Jendral yang berdiri dihadapan Merlin terpancar wajahnya yang suka cita dengan kepulangan merlin.


“ Maafkan aku tuan, aku pergi terlalu lama..” Merlin sedikit menundukkan kepalanya.


“ Nona Merlin!! kau kembali!!..” para pria yang rindu kehadiran Merlin satu persatu menghampirinya. Merlin tersenyum dan terlihat taring runcing di sisi giginya yang putih.


Teman-temannya tidak takut sama sekali dengan penampilan Merlin yang seperti itu, justru mereka menyukainya.


Dua orang pria dengan polosnya mengelus bulu hitam besar yang tumbuh di punggung Merlin.


Yang lain ada yang memperhatikan tanduk Merlin yang bertengger di kedua dahinya.


Merlin menjentikan jarinya, memberi isyarat agar para Eldr kembali ketempatnya.


Ratusan Eldr mematuhi satu jentikan jari Merlin, mereka terbang diudara dan menghilang entah kemana.


Malam hari yang sejuk dan dingin. Di halaman benteng, mereka merayakan kepulangan Merlin.


Merlin yang wujudnya sudah kembali seperti sedia kala, duduk berdampingan dengan Jendral,Gardden juga satu pria lagi.


“ Ehm!..Gard, bisakah kau mengambil minuman lalu minum bersama yang lain“ Jendral berdehem dan memberi isyarat kepada Gardden.


Gardden yang mengerti tersenyum lalu mengajak pria yang duduk disana untuk ketempat lain.


Kini Jendral hanya berdua di bangku kayu dengan merlin. Jendral menjelaskan yang sebenarnya terjadi antara dia dan Oris, Merlin terlihat lega.


“ Itu bukan salahmu “ Jawab Jendral.


“ Merlin… “


Jendral menatap wajah Merlin.


“ Aku akan menikahimu..”


pernyataan Jendral sontak membuat Merlin kaget. Matanya yang biru indah spontan membulat.


“ Hah?..apa tuan serius?..tapi, tapi aku belum bisa tuan..” Merlin menatap Jendral.


“ Kenapa tidak bisa?” tanya Jendral.


" Apa karena kau seorang Eldr jadi tidak bisa menikah?"


“ Bukan itu tuan, ku masih ingin membantumu dan aku masih ingin menjadi kuat..” Jelas Merlin.


“ Maksudmu ?”


“ Kepergianku kemarin adalah mencari tahu siapa diriku sebenarnya. Aku pergi ke Gunung Selatan, tempat para Eldr.


Disana aku menemukan jawaban, mengapa klan Harbirt dikatakan pembawa malapetaka.


Sebenarnya bukanlah klan Harbirt yang membawa malapetaka, tapi Eldr.


Kakekku adalah seorang Eldr yang kuat, salah satu dari lima petinggi Eldr.

__ADS_1


Di dalam aturan Eldr siapapun yang menikah dengan selain Eldr maka kekuatannya akan hilang, dan akan kembali menjadi manusia seutuhnya walaupun darah Eldr tidak akan hilang darinya dan mengalir ke penerus selanjutnya.


Kakekku dan empat petinggi Eldr pernah menghancurkan sebuah kerajaan di wilayah Oleic yang terdahulu, bahkan seluruh kerajaan dan kotanya hancur lebur. Karenanya Eldr disebut sebagai pembawa malapetaka.


Kemudian kakek memutuskan untuk menikah, maka dengan keputusan itu hilanglah kekuatan kakek, dia tidak bisa lagi menjadi Eldr, lalu kakek memiliki keturunan, Ayahku yang sebenarnya mengalir darah Eldr, tapi ayah lebih memilih menjadi manusia biasa dengan menikahi ibuku yang dari klan Harbirt, maka lahirlah aku.


“ Jadi kakekmu adalah Eldr yang kuat?.., “ tanya Jendral.


“ Iya, Ras kakekku adalah Demon Eldr, yaitu pemimpin para Eldr, dan keturunannya juga akan menjadi pemimpin para Eldr.


Tapi karena ayahku belum pernah memimpin Eldr, maka mereka mencari pemimpin selanjutnya, keturunan dari kakekku”


“ Lalu bagaimana dengan Eldr yang ada sekarang ini? Bisakah mereka menjadi manusia?”


“ Eldr bawahanku telah mengikat janji bahwa mereka akan menjadi Eldr untuk selamanya, dan kalaupun mereka menikah, mereka akan menikahi sesama Eldr, maka tidak akan bisa berubah wujud menjadi manusia selamanya.”


" Bukankan jika kau menikah justru bagus kau bisa menjadi manusia seutuhnya"


" Tapi jika aku tidak memiliki kekuatan Eldr, aku tidak bisa membantumu tuan, aku ingin berguna untukmu dan untuk benteng ini dengan kekuatanku sekarang" Merlin menjelaskan.


" Kau sudah banyak membantu kami Merlin, bahkan sebelum kau menjadi Eldr, kau sudah sangat berguna untuk kami" Jendral menatap Merlin.


Jendral diam sejenak melihat Merlin yang tertunduk, tanpa sengaja wajah Jendral agak mendekat ke wajah Merlin, tapi ketika Merlin menoleh kearah pria itu, Jendral langsung mengalihkan pandangannya ke bawah.


“ Ehm!, oya dari mana kau tahu semua informasi ini Merlin?” Jendral terlihat kikuk.


“Em, Aku bertemu seorang penyihir tua yang tinggal bersama Eldr di Gunung Selatan, dia tau segalanya tentang Eldr, bahkan kakek dan aku, dia tau semuanya”


“ Oya tuan, penyihir tua juga berkata padaku, bahwa suatu hari kemungkinan aku akan menikahi seorang Raja, dan aku akan menjadi manusia seutuhnya “ Merlin menjelaskan dengan sedikit tersenyum.


“ Raja?..apa si brengsek Zaimon itu maksudnya?” Jendral sedikit geram.


“ Eehh..aku tidak mengira kesana, tidak..tidak..aku tidak mau menikahi pria itu” Merlin tampak ketakutan.


“ Tuan, bagaimana kau bisa berpikiran kesana?!” Merlin menatap wajah Jendral seolah cemas.


“ Kalau Raja Ell wafat, bukankah Zaimon itu akan menjadi Raja?” Jendral mengangkat alisnya dan melirik kearah Merlin.


“ Tidak! Aku tidak akan menikahi pria itu!”


“ Lalu siapa yang akan kau nikahi?” Jendral tersenyum kecil.


“ Emm…” Merlin melirik kearah Jendral, tapi wajahnya penuh dengan rona malu.


“ Ehem!, oya tuan sekarang aku sudah belajar untuk bisa mengendalikan perubahan wujudku, aku juga belajar dari penyihir tua” Merlin mengalihkan pembicaraan.


“ Oya? Bagus kalau begitu, lalu setelah itu kau bisa menikah kan?” Jendral terus menggoda.


Merlin terlihat masih malu-malu, dan mereka berbicara terlihat bahagia di kursi kayu. Dari kejauhan, Oris menatap iri dan masih menyimpan perasaannya terhadap Jendral.


Waktu terus berjalan, hampir satu bulan mereka membangun sebuah benteng sekaligus pemukiman yang damai tapi juga kuat, kokoh dengan prajurit yang terlatih dan terpilih.


Di hari yang tak di duga….


Dari menara penjaga di kabarkan di kejauhan ada pasukan besar yang sedang menuju kearah benteng. Pasukan besar dengan beberapa bendera dan peralatan perang yang lengkap.


...**********...

__ADS_1


__ADS_2