Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 95 - TUMBANG


__ADS_3

Akhirnya ia berhasil memasuki rumah itu dengan di lindungi beberapa prajuritnya.


Raja Zaimon terus menaiki tangga akar yang mengarah keatas. Seluruh pasukan, pemanah bahkan penyihir, membantu melindunginya agar Raja Zaimon bisa menaiki rumah yang paling atas, yaitu kediaman Raja pulau Deiru si Raja penyihir.


Akhirnya dengan susah payah menghindari serangan dari musuh, Raja Zaimon berhasil menemukan sebuah pintu besar dari kayu tebal di bangunan paling atas.


Tetapi ia tidak bisa menyentuh pintu itu. Dua orang penyihir putih yang berada di belakangnya merapalkan mantra untuk membuka penghalang pintu itu.


Penghalangpun pecah, Raja Zaimon berhasil membuka pintu itu dan cepat-cepat masuk kedalam ruangan tersebut.


Betapa terkejutnya Raja Zaimon di bibir pintu, ia menemukan Merlin yang tengah tertidur atau malah tak sadarkan diri di sebuah ranjang yang telah dihias dan bertabur bunga, dengan mengenakan gaun cantik layaknya seorang Ratu.


Raja Zaimon perlahan mendekati Merlin yang sedang terpejam. Ia terus menatap wanita yang pernah disukainya itu.


Pria itu duduk di sisi ranjang sambil menyentuh kening Merlin.


“ Merlin,..Merlin bangun..” suaranya perlahan membangunkan Merlin.


Tetapi tidak ada reaksi dari Merlin. Ia mendekatkan jari telunjuknya ke lubang hidung Merlin, ternyata wanita itu masih hidup dan bernafas.


Akhirnya ia beniat menggotong tubuh Merlin, tetapi ketika ia mendekat untuk membawanya, hasratnya yang dulu tiba-tiba muncul kembali, ia berniat mencium Merlin yang sedang tak sadarkan diri, tetapi ketika wajahnya sudah mendekat kearah Merlin, ia urungkan niatnya.


‘ Andai kau milikku Merlin..,hah..kau sangat beruntung LORD Luzen ‘ gumamnya dalam hati, kemudian ia mengangkat tubuh Merlin menuju ke luar ruangan dan di bawanya Merlin ke bawah.


Dengan susah payah Raja Zaimon menuruni tangga dari akar yang memang sudah mengeras dan membentuk sebuah anak tangga.

__ADS_1


Di tengah pertempuran Jendral dan Raja penyihir, Jendral berhasil membuat Raja penyihir mengalami beberapa luka, karena pedang Jendral juga telah di bubuhi bubuk sihir, tetapi sihir milik Raja besar itu lumayan kuat sehingga Jendral sedikit kesulitan untuk melumpuhkannya.


Dengan mencampur antara sihir dan kekuatannya, Raja penyihir berhasil membuat Jendral lagi-lagi tersungkur jatuh ke tanah, kali ini pedang Jendral terhempas jauh darinya.


Kemudian dengan cepat Raja penyihir mengarahkan pedangnya ke arah Jendral dengan hantaman dari atas…


“ Mati kau!!! “ teriakan Raja penyihir sambil mengayunkan pedangnya ke arah Jendral.


TING!!..


Sebuah pedang melindungi Jendral, ia tepat berada di depan Jendral, menghalau laju pedang yang beradu dengan pedangnya.


“ Razel..” gumam Jendral, tak menyangka pelayannya akan berada disana.


“ Arrgg!! beraninya kau melukai tuanku!!” Razel yang berada di depan Jendral kemudian maju dan menghantamkan pedangnya kearah Raja penyihir, dan mengeluarkan beberapa kunai miliknya kemudian melemparnya ke arah Raja penyihir.


“ Razel! Jangan! Dia terlalu kuat! “ Jendral dengan cepat mengambil kesempatan untuk meraih pedangnya.


Benar saja, dengan satu hantaman keras dari Raja penyihir, Razel dipukul hingga terpental dan membentur sebuah pohon.


“ Razel! “ Jendral terlihat cemas melihat pelannya terpental.


Tetapi belum lagi Jendral menghampiri Razel, suara dari atas pepohonan membuatnya spontan menoleh.


“ Tuan! Kami berhasil mengalahkan mereka semua! “

__ADS_1


Denzu dan pasukannya, juga seluruh pasukan Jendral sudah berhasil mengalahkan pasukan pulau Deiru.


“ Tuan! Bersiaplah! Kita serang bersama!! “ teriak Denzu.


“ Baik!. Para Penyihir!, para pemanah! “ Jendral seolah memberi kode untuk bersiap menyerang Raja penyihir bersamaan.


Para penyihir berkumpul mengeliling merapal kan mantra, para pemanah bersiap dengan anak panah yang dibubuhi bubuk sihir.


“ Razel!, apa kau bisa berdiri?! “ tanya Jendral yang melihat Razel mengerang kesakitan.


“ Aku masih bisa berdiri tuan..” Razel berdiri sambil menahan sakit.


“ Baiklah! SERANG!! “ teriak Jendral kepada semuanya.


Para pemanah memanah sekeliling Raja penyihir, walaupun Raja penyihir menggunakan kekuatannya dan sihirnya, tetapi ia tetap terkurung dalam kurungan anak panah.


Para penyihir putih merapal kan mantra sehingga Raja penyihir tidak dapat keluar dari lingkaran panah tersebut.


Razel melemparkan kunai hingga menancap ke seluruh tubuh Raja tersebut hingga ia tidak dapat bergerak.


“ Ka-lian..akan ma-ti..! “ suara Raja penyihir sudah melemah, selemah tubuhnya yang sudah tak dapat bergerak.


Jendral berlari ke arah belakang Raja penyihir dan menghunuskan pedangnya ke lehernya.


“ Baik! LAKUKAN SEKARANG! “

__ADS_1


Jendral dan Razel sama-sama menyerang Raja penyihir secara bersamaan. Razel menusukkan kunainya ke jantung Raja penyihir yang sudah tak berdaya, sementara Jendral memenggal kepalanya dari arah belakang.


Karena begitulah cara Raja penyihir bisa mati, dengan di tusuk jantungnya bersamaan dengan di penggal kepalanya, itu yang dikatakan para bawahannya yang kini sudah ikut dengan Jendral.


__ADS_2