Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 10 Mencari kebenaran.


__ADS_3

Pergi meninggalkan acara pernikahan sahabat dan mantan istriku. Ditambah Abisha yang tiada hentinya merengek menangis karena tak nyaman berada di keramaian di tambah lagi Abisha Pup, ini mungkin baru pertama kalinya abisha keluar rumah dan langsung bertemu dengan banyak orang. 


 "Lohhh Jar .. baru juga sampai udah mau pulang aja sih? "


 "Anak gue nangis wil,,, "


 "Abishaa... cini cama oom yuu? oom gak nakal ko. " ucap luki pada anakku. 


 "Jiiirr,, geli amat lo ki bilang begitu.. "


 Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan gerak-gerik luki, seperti ada sesuatu yang membuat ku curiga. Wajahnya yang melihat ke arahku dengan tatapan penuh kebahagiaan. 


 Jaar.. Jarr lo mikir apa sih sama sahabar lo sendiri? 


"Anak gue pup. "


"Haaahhh! " ucap mereka berdua kompak. 


"Kenapa lo gak ngomong dari tadi sih Jar, kalau gitu ceritanya gue gak akan maksa Abisha untuk tetap disini. "


"Laaahh.. lo yang duluan gue mau bicara udah di potong aja, makanya kalau gue bicara itu dengerin sampe selesai dulu. "


 Luki menggaruk kepalanya. 


"Ya udah gue pulang duluan yahh.. Oh iya kalian jangan bilang sama Hakim kalau gue udah pisah sama Henna. "


"Ok ! "


 


_____


Sesampainya di depan kontrakan sudah banyak para ibu-ibu yang menunggu di depan rumah ku. 


"Bangg Nijar dari mana aja sihh, kita semua nungguin tau, mau belanjaa? "


"Saya habis dari undangan ibu-ibu. "


"Ouhh, mantan istri bang Nijar nikah yah hari ini? " ternyata yang bertanya bude Yati, dia tetangga ku saat aku masih bersama Nabila. Tapi kenapa dia ada disini. 


"Budee yatiii ?"


"Iyaa dukk,.. Kamu sekarang tinggal disini? "


 Aku menganggukan kepala. 


"Sini bude bawa anakmu.kasian orang-orang udah pada menunggu  mau berbelanja."


 "Gak usah bude,, biar Nijar aja sendiri. Lagian Abisha juga lagi pup bude. "


 "Gak apa-apa jar, biar bude aja, cepat sana kamu layani pembeli mu. "

__ADS_1


 "Iyaa baang.. Cepetan dongg " ucap orang-orang padaku. 


 Dengan sangat terpaksa aku memberi kan Abisha pada bude. Walaupun aku tahu usia bude sudah tak muda lagi sekarang harus menggendong Abisha pula, semoga saja Abisha tidak rewel. 


 Aku melayani mereka satu persatu. Alhamdulillah baru hari pertama berjualan tapi sudah banyak para pembelinya.Ini merupakan rezeki untuk Putriku. Banyak yang bilang katanya toko ku murah-murah berbeda sedikit dengan harga pasar. Ya, aku sengaja memurahkan daganganku, aku tak mengharapkan laba yang besar, aku hanya ingin merasa cukup untuk aku dan anakku sendiri. 


 Mumpung pembeli sudah pada pulang, aku ingin melihat dulu keadaan Abisha kedalam. 


 "Budee? Abisha mana? "


 "Suuuttt.. Anak mu lagi tidur duk. "


 Bude pun melangkah keluar. 


 "Istri mu kemana jar? " tanya bude. 


 "Emm anu.. " aku harus jawab apa? aku tak bisa berbohong pada bude. 


 "Apa kamu sudah berpisah lagi dengan istri mu? " 


 Aku hanya mengangguk. 


 "Ya sudah tak apa,semoga kamu bisa menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari dia. "


 Tak terasa air mataku menetes, aku tak bisa berbohong dengan diriku sendiri.Dulu saat aku masih hidup sendiri hanya bude lah yang paling mengerti keadaanku, bahkan paman dan bibi ku saja mereka tak pernah perduli. 


"Jika kamu ingin menangis, menangis lah duk, bude pasti dengerin apa yang kamu ingin utarakan."


"Budeeee,,, aku menyesal, aku benar-benat bodoh telah melepaskan Nabila dulu.Aku yang terlalu mementingkan rasa cintaku sendiri pada Henna. Hingga sekarang dia telah menikah dengan sahabatku sendiri."


"Iya bude Nijar tau, mungkin ini semua adalah teguran dari Alloh buat Nijar. Nijar akan berusaha memperbaiki diri lagi. "


"Jika kamu ada apa-apa boleh banggil bude ya? Bude sekarang tinggalnya disini di belakang kontrakan ini duk. " di belakang kontrakan ini? bukannya belakang kontrakan ku hanya kebun saja. 


"Iii.. ya bude."


 Aku penasaran kenapa bude sekarang tinggao disini, aku pun dengan seluruh keberanianku bertanya pada bude "Kenapa bude tinggal disini? "


"Rumah bude sudah di jual sama  mba murti duk, mereka berdua bertengkar hebat karena mba murti punya hutang yang besar dan bang fe'i sangat marah besar saat mengetahui Murti merjual aset berharga kami satu -satunya. "


"Astagfirulloh, terus mereka berdua sekarang kenapa bude? "


"Fe'i sudah meninggal duk setelah kejadian itu, dan murti entah kemana dia pergi begitu saja di saat abangnya tiada. "


 Ya Alloh tega sekali mba murti pada bude, padahal dulu dia begitu sangat di sayang sama bude. Mungkin juga ini adalah kesalahan bude karena terlalu memanjakan Mba Murti dulu, hingga dia lupa dengan kehidupannya. 


"Innalillahi wa inna ilahi rojiun. "


"Bude sekarang hanya hidup sendirian duk. Bude sangat senang sekali saat mengetahui jika orang yang mengisi kontrakan itu adalah kamu."


 Ternyata aku sudah larut dalam ceritanya bude hingga tak menyadari jika ada pembeli ke toko ku. 

__ADS_1


 "Bangg niat jualan gak sih? " komplennya padaku 


"Ah iya,, maaf yah bu gak kedengeran.. Mau beli apa bu? "


"Beli beras 3 kilo. "


 Aku pun melayani nya dengan sangat cepat karena tak enak dia sudah menunggu sangat lama. 


 Hari mulai sore dan matahari pun mulai tergelam bude pamit pulang, karena katanya sudah sangat terlalu lama disini. Aku pun segera bersiap-siap menutup toko. Kenapa aku tak buka sampai malam saja? Aku hanya ingin ada sedikit banyak waktu ku untuk istirahat dan menghabiskan waktu bersama Abisha berdua. 


  Alhamdulillah walaupun hari ini hari pertama aku jualan tapi banyak pembelinya, meskipun toko ku beluk lengkap. Mungkin kedepannya aku akan menjual sayur-sayuran, supaya para pembeli merasa puas berbelanja disini, jadi mereka semua tak perlu jauh-jauh lagi untuk berbelanja. 


 Triiingg... 


 Triiingg... 


Panggilan masuk dari siapa ini ko nomornya tidak di kenal. 


[Hallo! Dengan siapa? ]


[Hallo Jar ini gue wildan. ]


[Ada apa wil? ]


[Gue boleh ketemu sama lo gak malam ini, ada hal penting yang ingin gue bicarakan. ]


[Ya udah bicara aja disini wil? ]


[Gak bisa Jar, kita harus bertemu. ]


 Aku pun memberi tahu wildan tempat tinggalku dimana, namun hingga malam semakin larut wildan tak kunjung juga datang, nomornya pun sudah tidak aktif. Kemana anak ini sih? Apa dia gak jadi datang ? 


 Aku pun memutuskan untuk tidur saja, karena besok pagi aku harus bangun lebih pagi lagi, untuk mengisi stok barang yang kosong di toko.


_____


 Abisha aku titipkan pada bude. Karena pagi ini aku harus datang ke rumahnya pak gani dan pak heru mengambil beras dan telur yang telah aku pesan semalam. sedangkan untuk kebutuhan pokoknya nanti akan di antar oleh temanku jupri. 


 Namun saat di perjalanan mata ku terfokus pada sepasang wanita dan pria itu sepertinya aku mengenalnya.Ya itu Henaa, kenapa dia bisa bareng sama Luki? Bermesraaan pula?


 Seperti nya mereka berdua punya hubungan yang aku sendiri tak mengetahuinya. Karena tak mungkin jika mereka hanya bertemu saja, tapi berpegangan tangan dan bermanja-manjaan seperti itu di depan umum. 


 Aku pun mengikuti mereka berdua, kemana mereka akan perginya? Jangan sampai aku ketinggalam jejak mereka berdua. 


Apakah mereka punya hubungan yang spesial? 


Hubungan yang tidak di ketahui oleh Nijar sendiri? Apakah ini semua ada hubungannya dengan Wildan yang tiba-tiba menghilang dan berganti nomor? 


 Seperti apa cerita selanjutnya? 


...  ...

__ADS_1


...Bersambung...


 


__ADS_2