
"Mass aku boleh tanua sesuatu sama kamu?" ucap Nabila berbisik pada suaminya.
"Ada apa dek? "
"Mas apa kamu tidak merasa curiga dengan Nijar, mana bisa dia meninggalkan Vira yang sedang seperti ini. "
"Apa nya yang harus mas curigai dek? Ahh..mas tahu atau jangan-jangan kamu ingin bertemu dengan mantan suamimu itu ya? " ledek Hakim pada istrinya.
"Bukan begitu mas, tapi aku merasa aneh aja. Oh iya mas tadi pas di dalam dia menyebut-nyebut nama nya itu Suci dan ibunya Sukma. "
"Oh ya? "
Nabila mengangguk.
"Mas kalau bolah aku bilang, nama itu sangat gak asing di telingaku, nama yang sering di sebutkan oleh seseorang padaku sering kali. "
"Mungkin itu hanya mimpimu saja dek. "
"Mungkin juga sih mas. "
Melihat Nabila dan Hakim berbicara seperti itu, membuat Ibu dan bapa mertua nya Nijar merasa sangat tak nyama.
"Nak jika kalian ada kepentingan, kalian gak apa-apa pulang juga . Mungkin nantu juga Nijar pasti akan datang. "
"Ibuuu.. Jangan bicara seperti itu, aku jadi merasa tak enak sama ibu. "
"Kamu si Dek ngajak main bicara terus,, " ledek sang suami.
"Nak Hakim. Apa nak Hakim tahu sesibuk apa pekerjaan nya Nijar?" tanya bapa.
"Em-mmm kalau soal itu Hakim tidak tahu betul pak, yang namanya usaha itu tidak selalu selamanya Laris, terkadanh naik turun. Dan mungkin saat inu Nijar sedang mengurus tokonya yang ramai pengunjung pak. " Hakim yang berusaha menyembunyikan semua kebenarannya.
Tiba-tiba saat mereka sedang bersantai orang tua Nabila datang kesini.
"Ternyata dugaan ibu benar ya bil, kamy pasti kesini lagi. Kamu ini ngapain berada disini si bil.Ingat perlakuan mantan suamimu itu dahulu padamu. "
"Ibuu! ibu kenapa bisa tahu aku ada disini? "
"Kamu ini bil, sudah di sakiti tapi masih aja tetap datang kesini. "
"Buuu..! " Ucap Nabila. Ia begitu malu dan tak nyaman di perlakukan ini di hadapan umum.
"Lebih baik kamu pulang sejarang Nabila. "Ucap ibu tegas padaku.
" Tapikan bu, mas Hakim. "
"Hakim itu temannya Nijar, dan kamu hanya seoranga mantan Nabila, biarkan Hakim disini. "
Meskipun ibunya Nabila terlihat ketus dan sombong,Namun di balik itu semua kelembutan dan kasih sayang nya sangat terlihat besar.
"Maaaaa! "
"Kamu lebih baik pulang bil, gak apa-apa mas akan tunggu disini sampai Nijar datang.
Menunggu hingga sangat lama namun Nijar tak kunjung datang juga.
Nijar kamu itu sungguh sangat tega membiarkan istri mu sendirian, sedangkan kamu malah asik-asikan dengan peremuan lain.
__ADS_1
****
Sedangkan di tempat tinggal Fitri,Nijar baru saja terbangun dari tidurnya. Badannya yang lemas membuat dirinya jalan sempoyongan.
Kenapa aku bisa tidur di sini perasaan semalam itu aku pulang deh.
Ucapnya dalam hati.
Nijar yang berusaha sekuat tenaga untuk bisa keluar dari kamar, tubuhnya benar-benar tak ada tenaga sedikit pun.
"Fitriii....? "
"Fitrii...? " Panggilnya beberapa kali.
"Sayang, kamu sudah bangun? "
"Kenapa saya ada di kamarmu? Bukankah semalam saya pulang? "
"Tapi kamu melakukan itu padaku Mas. "
"Melakukan apa maksudmu? " Tanya Nijar yang bingung dengan penuturan Fitri.
"Kamu telah melakukan nya hu..huu.. " Fitri yang tiba-tiba saja menangis, membuat Nijar merasa kaget dan heran.
"Kamu ini kenapa si Fit, ditanya bukannya jawab malah menangis. "
"Apa kamu tak merasakan semuanya mas? "ujar fitri sembari menyeka air matanya.
" Merasakan apa hah? Aku saja di sini tidak tahu menahu,apa kau melakukan rencana ini? "
Nijar pun menganggukan kepalanya.
Berjalan menuju kursi, memikirkan hal yang membuatnya heran dan aneh, bagaimana bisa dirinya tidur di kamar Fitri.
"Nii sayang, teh nya udah aku buatkan untukmu , ini teh spesial. "
"Yaa.. "
Nijar menyeruput teh itu hingga ke titik penghabisannya, Nijar tak menyadari bahwa teh itu telah di berikan obat kembali oleh Fitri.
”,kamu tidak akan pernah bisa lepas dari aku Nijar, aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. ”
*****
Di tempat lain Henna dan Luki yang sedanh berusaha menemukan bude.
"Kita harus cari kemana lagi ki? "
"Yang penting kita harus mencari bude sampai manapun walaupun itu harus keujung dunia. "
"Ki apa kita mencari beliau di tempat dulu kamu di sekap oleh Wildan? " tanya Henna pada Luki.
"Iya ya kenapa aku gak kepikiran kesana,tapi apa mungkin bude juga sama di sekap disana? "
"Kita coba aja Ki, siapa tahu disana ada. "
"Baiklah, apa kita juga harus beritahu Hakim hen? "
__ADS_1
"Lebih baik gak usah dulu ki, aku tahu saat ini mungkin Hakim sedang berada di rumah sakit bersama Nabila. "
"Iya juga si. Tapi, bagaimana kalau Hakim berpikir bahwa kita lah yang telah menculik Bude? "
"Apapun pemikiran orang terhadap kita yang lebih utama saat ini, kita harus bisa mencari keberadaan bude. "
Luki pun mengikuti apa yang Henna katakan. Saat ini bukanlah soal tuduhan melainkan pertolongan yang harus aku lakukan untuk bude.
Luki dan Henna pergi kesebuah hutan belantara yang dimana dahulu Luki sendiri pernah di sekao disini.
"Ki?Apa kamu yakin ini tempat dimana kamu dulu di sekap? "
"Yakinlah, mana mungkin aku bisa lupa begitu saja. "
"Tapi tempat ini sangat seram sekali ki, aku takut. Mana rumput dan semak-semak nya pada tinggi-tinggi lagi. "
"Kamu mau aku gendong? "
"Kamu apaan sih ki, orang lagi serius bicara malah becanda. "
"Yyeee,siapa juga yang becanda aku ini serius, kamu mau aku gendong gak? Soalnya masih jauh ni ketempat nya. "
"Serius ki!" Ucap Henna kaget, mendengar penuturana Luki.
Luki hanya tersenyum, melihata kepanikan pada Henna.
"Kamu kenapa ketawa ki? Tanya Henna yang merasa tak nyaman.
" Lucu aja lihat ekspresi mu yang kaget seperti itu. "
Henna memalingkan wajahnya pada Luki. Entahlah kenapa jantungku ini berpacu begitu kencangnya,jangan! Jangan sampai aku mencintai laki-laki lain lagi.
"Kamu kenapa hen? " Luki yang panik melihat wajah Henna yang memerah dan berkeringan itu.
"Kamu pasti kecapean ya? "
"Ahh engga ki. "
Henna yang merasa salah tingkah saat di tanyakan hal itu oleh Luki. Kenapa dengan perasaan ku saat ini?
"Tikusss, tikus, tikus.. Aaaaa... Lukiiiii! " teriak Henna saat ada tikus yang berjalan di atas kakinya. Jeritan Henna membuat Luki kaget.
"Mana tikus? Manaaa? "
"Mana? "
"Ki? Apa lebih baik kita pulang saja dari sini? "
"Loh bukannya kamu sendiri yang mau kesini Hen? " tanya Luki yang heran.
"Sumpah ki, aku takut banget.. "
Saat ini Luki paham betul bahwa perempuan yang sedang bersamanya saat ini adalah sosok perempuan yang sangat manja.
Apakah Henna dan Luki akan sama-sama menyimpan perasaan?
...****************...
__ADS_1