Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 42. POV Henna.


__ADS_3

”Aku pernah kecewa dan aku juga pernah mengecewakan. Aku hanyalah insan biasa, ada banyak harapan serta do'a yang selalu aku sematkan dalam setiap sujudku.Tiada kata selain kata sabar,sabar dan sabar.”


Pernikahan bukanlah ajang lomba untuk mendapatkaan gelar Suami atau pun istri,Bukan pula untuk mendapatkan ke lulus telah Selesai masa lajangnya.


Bahkan untuk mengartikan semua ini saja sungguh sangat sulit, Menikah itu untuk menyatukan dua insan , menyatukan berbagai perbedaan, kekurangan, kelebihan , serta untuk melatih kesabaran. Bukankah pernikahan itu tidak ada ujungnya, ibarat kita terus menerus menaiki tangga. Tahap demi tahap kita lalui sekuat apa kita mampu melakukannya.


Lantas bagaimana dengan Ku, Suami yang selalu aku harapkan bisa memberikan bimbingan serta tuntunan nya menjadi imam yang baik dalam bahtera rumah tangga ku. Malah dia selalu asik dengan perempuan lain, menjalin cinta, melakukan semuannya dengan kehendaknya sendiri.


Namun kini aku sadari semua terjadi karena ulah ku sendiri, aku yang terlalu terobsesi terhadap dendam dan dendam. Kini telah menhancurkan semuanya.


Nijar dia pria yang pertama ku cintai, pria yang aku kenal pertama kalinya,pria yang membuat aku melabuhkan hati pada nya. Bisakah ini di sebut dengan pandangan pertama? Ya tentu saja, namun semua itu telah merubahnya. Aku melihat dia bergandengan tangan dengan Ayah ku, aku mengikutinya dan ya sangat mengejutkan ku saat Nijar kala itu memanggil Ayahku dengan panggilan bapa. Bahkan kebersamaannya dengan Ayahku membuat aku buta, cinta yang telah tumbuh di hatiku kini telah merubahnya menjadi sebuah balas dendam.


Aku tahu bahwa Nijar juga sama-sama menyukaiku, beliau pernah datang melamarku namun aku tolak, aku mengira jika dia aku tolak,hidupnya akan menderita, namun ternyata salah, beberapa bulan dari sana dia malah menikah dengan perempuan yang bernama Nabila.


"Mih, nanti Nijar akan datang kesini, aku harap mamih menolaknya dengan merendahkan dia. "


"Loh memangnya kenapa Hen? Bukankah kamu juga sama-sama menyukainya? "


"Perasaanku sama dia kini telah pudar mih, ternyata dia orang yang telah merebuh ayah dariku. "


Mamih ku saat itu sangat kaget.


"Maksud mu jadi si Nijar itu anaknya Sunarsih. "


"Yapss! Sangat betul sekali dia anak perempuan itu, orang yang telah merebut ayah. "


"Mamih setuju dengan apa yang kamu lakukan Hen. Dia juga harus menderita sama seperti apa yang terjadi pada dirimu. "


"Aku ingin tahu seberapa lama ia bisa bertahan dengan dengan semua ini,lamaran nya di tolak secara mentah-mentah, bahkan aku ingin lihat bagaimana penderitaannya saat cintanya tak terbalas. "


"Kapan dia datang Hen? "


"Entahlah mih, aku juga tidak tahu yang jelas dia kan datang dalam waktu dekat-dekat ini. "


Percakapan ku dengan Mamih dahulu, saat Niat dan tujuanku sudah tak baik. Hingga beberapa hari telah berlalu Nijar telah datang menemuiku.


"Ohh , jadi kamu yang mau menikahi putriku? Kamu punya apa sampe berani datang kesini hah? " Belum juga Nijar berucap, mamih telah dulu menghin*nya.


"Kalau belum punya uang dan harta yang banyak, jangan sok soan mau menikahi putri saya. Ingat kamu dan putri saya itu sangat jauh derajatnya bagaikan langit dan bumi. "


"Aku memang bukanlah orang yang berada tante, tapi aku akan berusaha membahagiakan Henna semampuku. "


"Heh ! Kamu pikir segampang itu membahagia kan anak saya. Lagian saya gak bakalan pernah setuju, apalagi paman kamu seorang Narapidana kan? " Rencana yang telah aku dan mamih buat mengahancurkan semua keluarga nya.

__ADS_1


"Tapi aku berbeda dengan pamanku tante. "


"Yang namanya keluarga itu pasti ada saja yang menurun, dan tentu nya pasti ada pada dirimu kan? "


"Makasih tante atas semuanya," Nijar yang pamit begitu saja pada mamihku.


Aku bersorak ria dengan mamih saat melihat dia terpuruk dan sedih.


Namun kabar buruk telah mengejutkanku, beberapa bulan dari sana dia menikah dengan orang lain. Bahkan kehidupannya dengan istrinya begitu sangat harmonis dan tentram. Kebahagiaan terlihat dari wajah mereka.


"Mihh, ternyata si Nijar sudah menikah dan dia tidak menderita mih. "


"Ya.Mamih sudah tahu Hen. "


"Lohh jadi mamih sudah tahu, tapi kenapa mamih tak bilang sama aku? "


"Semuanya sudah terjadi Hen, mungkin kita telah salah menilainya. Mamih malah mengikuti nafsu mamih sendiri, tapi mamih lupa dengan hati mamih. Nijar itu pria yang tak tahu menahu tentang semuanya Hen, kesalahan itu terjadi oleh orang tuanya bukan Nijar. "


Mamih yang tiba-tiba menjadi kasian pada Nijar membuat aku kesal.


"Mamih apa-apan sih, aku akan menghancurkan rumah tangga nya, setelah itu aku akan menikah dengan nya membuat kehidupannya bagai dalam nerak*."


"Henn,, mamih harap kamu tidak melakukan hal yang nekat, yang mungkin sewaktu-waktu akan merusak dirimu sendiri. "


"Aku gak perduli mi, saat ini aku akan berusaha mendekatinya kembali, mengambil hatinya, lalu menghancurkan rumah tangganya. "


*****


"Wooyyy !! "


"Ngapain melamun aja? " teriak Luki di telingaku.


"Kamu apa-apa sih ki, biasa aja, gak usah teriak juga kali. "


"Ya lagian lu melamunnya terlalu lama sekali, di tanya dari tadi gak menyaut. "


"ya tapi bisa kali gak usah sampe teriak di telingaku. "


"Ahh lu lebay amat. Lagi mikirin apa si? " Tanya Luki padaku, aku tak mungkin menceritakan semuanya pada Luki tentang aku yang dahulu.


"Ahh jangan-jangan lu lagi mikirin gue ya?" ucapnya tanpa merasa malu.


"Iiihh amit-amit gue mikirin lu, gak llevel kali.. "

__ADS_1


"Ya elah, awas aja nanti jatuh cinta sama gue? "


"Ogahh, lu kan udah punya bini ki, tobat luu.. "


"Ehhh astaga Henn.. Mendingan lu tang tobat sana, gue sekarang kan udah jadi duda. "


"Duda dude.. "


"Ini semua juga kan gara-gara lu juga, ngapain juga dulu lu buat ide yang melenceng sih. "


"Lah lu sendiri kenapa mau? "


Luki terdiam.


"Lu juga mau kan? "Tanya Henna.


Mereka terdiam beberapa menit, tak ada yang di bicarakan, Henna yang kembali pada lamunannya.


" Heenn .. Lu lihat si Wildan lagi sama siapa?"Ucap luki pada ku sembari menunjuk ke 2 orang yang sedang berjalan.


"Wildan? "


"Yang Cewe nya .. "


"Siapa gue gak kenal. "


"Dia itu bibinya si Nijar Hen.. Dugaan kita benar mereka bekerja sama. "


"Ikutin Ki.. "


"Lah buat apa? " ujar luki dengan polos.


"Astagaa ki,, kita lagi cari bukti, lu malah nanya buat apa. "


"Sorry.. Sorry gue lupa Hen. Lagian lu sih. "


"Lu apa ?"


"Mau ngikutin gak? " tanya luki mengalihkan.


"Ya ayoo.. "


Henna dan Luki pun akhirnya mengikuti wildan dan bibinya Nijar, masuk kesebuah cafe.Entah apa yang akan di lakukan mereka. Saat Henna dan Luki akan masuk kedalam sana, terlihat dari kejauhan Fitri, dan pamannya Nijar pun ada bahkan yang membuat aku terkejut istrinya Wildan pun ikut bersama mereka.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya mereka rencana kan untuk Nijar?


...****************...


__ADS_2