Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 17 Kesempatan Langka


__ADS_3

"Caca sayang, boleh papah tanya? "


"Iya."


"Caca kenapa bisa bareng sama tante bidadari itu? "


"Ohh itu, tadi waktu Caca lari Caca terjatuh pah, lalu tante bidadari itu menolong Caca. Tante bidadari tanya, katanya aku mau kemana? Terus Caca jawab Caca mau ketemu ibu tapi papah Caca memarahi ku. " Ya Alloh anak sekecil ini harus mengalami hidup tanpa seorang ibu, caca tidak salah, aku yang salah seharusnya dulu aku bilang saja jika ibunya sudah tiada.


"Lalu Caca di antar tante bidadari untuk mencari papa. Caca sayang tante bidadari, kalau tante bidadari jadi ibu ku boleh kan pa? "


"Cac sayang,, tante bidadari itu sudah punya keluarganya tante bidadari itu miliknya om Hakim sayang."


"Papah gitu,pokonya tante bidadari harus jadi ibu caca. "


"Kalau tante bidadari tante Fitri caca mau ga? "


"Caca gak mau, tante fitli itu olang jahat papah, tante fitli suka malahin Caca kalau Caca gak mau diam. "Gak mungkin,bagaimana bisa Fitri melakukan itu pada Caca, padahal setahu kau Fitri itu seperti sangat menyayangi Caca.


" Caca gak boleh bilang seperti itu sayang. "


"Tapi Caca gak bohong papah, tante fitli itu gak baik dia monstel. "Anak kecil tak mungkin berbohong, besar kemungkinan apa yang di katakan anakku benar.


Sesampainya di rumah Caca langsung masuk kamar, Ya Alloh anak kecilku ini sekarang sudah bisa marah seperti ini.Mengunci diri sendiri, kejadian ini mengingatkan diriku sendiri sewaktu kecil, saat aku marah pada bibi ku karena tak di beri uang jajan, sekarang kejadian ini terjadi pada putriku sendiri.


" Pakk...? "Panggil Fitri kepadaku.


" Iya ada apa Fit? "


"Bagaimana pak, apa bapak sudah memikirkannya? "


"Maksud kamu apa? " Aku sungguh tak paham dengan apa yang di lontarkan Fitri.


"Ya ituu paaa anuu.. "


"Ya itu apa? Gak usah bertele-tele fit saya lagi cape. "


"Bapak mau saya pijit, kebetulan saya juga bisa pijik pak. " Ucapnya dengen Penuh percaya diri.


"Kamu ini apaan sih Fit. "


"Ya elahh bapak, gak usah sungkan begitu pak, saya juga tau kalau bapa pengen menikah lagi kan? "


"Saya mau pak jadi istri bapa. "


Bulu pundukku seakan merinding mendengar penuturan yang Fitri sampaikan, bagaimana bisa dia dengan begitu percaya nya saya akan memilihnya, apalagi setelah tau apa yang Caca ceritakan tentang perlakuan Fitri pada putru semua itu membuat aku geri membayangkannya.


"Fit lebih baik sekarang kamu ke toko lagi. " usirku padanya.


"Baik Pak, jika bapa sudah ada keputusan beri tahu aku ya pak dadaahh. "Tuturnya sembari mencolek perutku.


Ngeri bukan? jika kalian memiliku pegawai yang kelakuannya seperti ini, begitu pun juga aku merasa tak nyaman jika harus tentang memperkerjakan Fitri terus-terusan seperti ini. Aku harus mengambil keputusan yang bijak untuk memberhentikan Fitri bekerja.


Segala sesuatu yang aku lakukan tak lepas dari persetujuan bude juga, karena bude sudah aku anggap seperti ibu ku sendiri. Perhatian kecil yang bude berikan padaku, kasih sayang yang tulus pada putri membuat hidupku takkan bisa lepas dari bude. Makanya aku meminta bude untuk ikut bersamaku.


"Budee.. Boleh Nijar bicara? "


"Ada apa lagi duk? "


"Bude kalau menurut bude jika aku memberhentikan Fitri bekerja di tempatku bagaimana, Nijar merasa tak nyaman jika berada dengan nya apa yang bude bilang benar, semakin hari kelakuannya semakin menjadi, apalagi setelah Nijar tahu jika Fitri selalu memarahi Caca bude. "

__ADS_1


"Apaa? Dia selalu memarahi cucuku? "


Aku mengangguk.


"Bude setuju dengan keputusanmu, tapi kamu harus punya bukti dulu untuk memberhentikannya, supaya dia jeram dan tak banyak mengelak lagi. "


"Menurut bude aku harus melkaukan apa? "


"Ya kamu pancing aja dia. Misalnya membuat dia kesal dengan tingkah Caca. "


"Apa Nijar minta bantuan Caca. "


"Kamu gak usah membawa Caca jar, itu bisa membuat Caca bersikap tak baik. "


"Terus Nijar harus gimana bude? " tanyaku karena aku sungguh tak pandai melakukan hal seperti ini, bahkan saat perselingkuhan Henna dan Luki pun aku sungguh bod*h tak mengetahuinya sama sekali.


"Semua nya serahkan pada bude duk,"


_____


Keesokan harinya suara tangisan Caca membuatku kaget.


Huuu.. Huuu..


"Tante monstel jahat. "


"Heeh apa kamu bilang? Saya monster. "


"Papaaahhh... "


"Nangis yang kenceng sama, lagian papah mu itu gak bakalan dengar juga. "


Saat aku ingin mendekati Caca, tanganku tiba-tiba saja di tarik oleh bude.


"Suuuusstt.. "


"Apaa..?" tanya ku tak paham.


Bude menjelaskan semuanya, ternyata ini semua rencana bude pantas saja. Aku hanya melihat dari kejauhan perlakuan Fitri pada putriku begitu kejam.


"Heeyy Nona manis, sebentar lagi tante monster akan jadi ibumu. "


"Caca gak mauu.... "


"Tante monstel jahat.. "


"Suuutt... Kamu itu gak bisa berbuat apa-apa Nona, cukup diam saja... "


"Papaaaaaahhh.... "


Aku sudah tak tahan lagi ingin segera memarahi Fitri, emosiku tak tertahan saat dia memperlakukan putri kesayanganku seperti itu.


"Bude kita akhiri semuanya, kasian Caca.. "


"Sabar sebentar lagi duk. "


"Tapi aku gak tega bude melihat Caca dimarahi seperti itu. "


"Kamu tenang aja duk, semuanya akan baik-baik saja. "

__ADS_1


Fitri pun meninggalkan Caca begitu saja sembari melemparkan sesuatu.


"Sekarang kamu bisa melakukannya duk. "


"Maksud budee? "


"Kamu kumpulkan seluruh pegawainya, membuat pengumuman yang bikin penasaran para pegawai mu. "


"Ide yang bagus bude. "


Aku pun bergegas mengumpulkan semua pegawaiku. Kesempatan Langka ini tak boleh aku lewatkan begitu saja, melangkah maju untuk menang atau kah mundur karena kalah?


"Semua nya terima kasih telah hadir, disini bapa akan mengumuman kabar yang tidak mengenakan bagi kalian semua, bapak harap keputusan ini tak membuat kali patah semangat lagi untuk bekerja.Dan satu lagi bapa akan memberi tahu kan kabar membahagian." mereka pun saling berbisik-bisik.Tak terkecuali Fitri dia tetap stay tersenyum.


"Apa kami ada melakukan kesalahan pada pekerjaan kami pak? "


"Tidak, kalian semua bekerja begitu sangat giat, bapak akui itu semua kalian memang hebat. "


"Iya lah pak , apalagi aku. " ucap fitri dengan angkuh.


Aku hanya tersenyum.


"Disini bapa akan memberi tahukan bahwa salah satu di antara kalian akan bapa pilih menjadi pendamping hidup bapa dan satu diantara kalian juga akan bapa berhentikan karena sudah tidak berprilaku baik dan sopan."


"Siaapa pak? Pasti itu saya yah? "


"Kalian bisa lihat vidio di layar ini. Semua orang saling pandang pada Fitri, Fitri sendiri pun terlihat sangat kaget saat melihat Vidio itu ternyata dirinya yang sedang memarahi Caca."


"Sampai sini kalian paham kan? Fitri apa kamu tau dengan apa yang kamu lakukan pada putri saya? "


"Semua itu tidak seperti yang bapa lihat pak. " belanya


"Saya sudah tahu semuanya Fitri, tak ada yang dapat kamu jelaskan lagi. Dengan ini saya akan memberhentikan kamu berkerja disini. "


"Apaa? Bapak jangan mengarang, hanya karena saya memarahi anak bapa yang bandel itu lalu bapa memecat saya, seharusnta bapa bersyukur sama bisa memarahinya, bukan malah terus-terusan di manja. "


"Apa kamu bilang Fitri? " tanyaku memastikan.


"Gini ya bapak Nijar yang budiman, saya memarahi putriii bapa yaaangg tercintah itu karena dia itu keraa kepala, nakal tak bisa di beri tahu.Wajarlah saya memarahinya mentang-mentang anak pemilik toko bisa melakukannya seenak hati.. "


Sorak dari pegawai lainnya, tak terkecuali Vira diam hanya menundukan pandangannya, tak berani melihat kearahku atau pun kearah yang lainnya. Keputusannku untuk meminangnya memang benar.


"Sudaaah cukup Fitrii detik ini juga kamu bukan pegawai saya lagi. "


"Sombong amat pak, mentang-mentang bos bisa memecat pegawai seenaknya hanya karena masalah sepele. "


"Ya sudah sekarang bapa akan mengumuman siapa diantara kalian yang akan menjadi pendamping hidup bapa Viraaa. "


"Apaaa? Apa saya tidak salah dengar pak? Bapak memilih wanita ini untuk dia jadikan istri, rendah sekali.. "


"Yaaa... "


Vira yang kaget mendengar penuturanku diam seribu basa, tak ada senyuman di bibirnya wajahnya mengeluarkan keringat.


Keputusan ini tak aku ambil secara sepihak, semua ini juga atas persetujuan Caca putriku sendiri dan juga bude.


Bagaimana kisah selanjutnya apakah Vira menerima Pinangannya Nijar?


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2