Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 28 Siasat.


__ADS_3

"Cukup Fitri kamu memperlakukan aku seperti ini! "


"Kamu kenapa sih yang? "


"Apa kamu tidak sadar dengan kamu memperlakukan aku seperti ini? "tanya Nijar dengan nada sedikit naik.


" Loh bukannya ini hal yang sudah lumrah sayang? Setiap orang aku yakin pasti akan melakukan ini pada kekasihnya? "


"Apa kamu tidak takut? "


"Takut? Hal apa yang harus aku takuti sayang, toh kamu juga pasti akan menikahi aku kan? "


"Bagaimana jika aku tak menikahimu? "


"Apa? Jadi kamu ada niatan untuk meninggalkan aku begitu? " tanya Fitri yang marah mendengar penuturan kekasihnya itu.


"Aku hanya bertanya Fitri! "


"Lalu kenapa kamu bertanya hal macam itu? "


"Ahh sudahlah aku cape seperti ini terus. "


Bukan ketenangan yang Nijar dapatkan kali ini, tapi sebuah kenyataan bahwa Fitru sudah menunjukan sikap sesungguhnya. Apakah Fitri selalu memperlakukan pria lainnya seperti ini?


Tidak ada perempuan baik yang melakukan hal rendahan seperti ini. Dan aku aku adalah laki-laki yang lebih rendah di bandingkan dengan yang lainnya melakukan hal di luar batasku, padahal aku dengan sadar telah beristri.


Entah apa yang ada di pikirannya Nijar sering kali ia mengakui perbuatannya, namun sering kali pula dia melakukannya.


Laki-laki macam apa yang ada pada Nijar, melakukan semuanya demi kepuasannya sendiri.


***


Nijar yang memutuskan untuk kembali kerumah sebentar untuk mengambil sampel rambut yang ada pada putrinya, lalu setelah itu ia akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes dna.


"Bang baru pulang? " tanya Vira.


"Ya." jawabnya acuh.


"Mau makan dulu bang? Apa mau mandi dulu? "


"Gak usah lagian aku kesini hanya sebentar, sekarang juga mau keluar lagi. "


"Makan dulu bang. "


"Di bilang gak mau, bawel amat sih! "


"Ya sudah! Oh iya bang, apa abang sudah menemukan bude? "


Pertanyaan Vira membuat Nijar kaget, karena ia sungguh sangat lupa dengan tujuan awalnya mencari bude. Tapi, dia juga merasa tak bersemangat mencari bude karena tujuan utamanya supaya Caca tak bertanya-tanya tentang neneknya. Namun, setelah Nijar mengetahui kemungkinan besar Caca bukanlah putrinya dia merasa bodo amat.


"Papaaahhh.. "


"Apaan sih, "


"Papah marah sama caca? "


"Minggir gak, lepasin tangan kamu dari saya. "


"Mabaa... hu,, huu.. "


"Bang kamu apa-apaan sih sama Caca? "


"Diam kamu. "


Nijar pun meninggalkan rumahnya, di sisi lain Caca begitu sangat sedih saat papahnua membentak dia.


"Maba, papah kenapa seperti itu sama Caca? "


"Mungkin papah lagi pusing sayang. "


"Apa iya, tapi kenapa papah begitu marah saat Caca sentuh. "

__ADS_1


"Caca sayang, papah sangat sayang banget sama Caca, jadi mana mungkin papah marah sama Kamu sayang. "


"Oh begitu ya Maba? " tanya Caca.


"Iya sayang Maba, sekarang bagaimana kalau Caca bermain sama Maba jalan-jalan keluar, mau gak? "


"Mau banget Maba. "


"Okeee! "


Vira dan Caca pun langsung bersiap-siap untuk pergi keluar.


"Mba saya titip toko ya? " Ucap Vira pada salah satu pegawai di toko.


"Baik bu. "


Mungkin ini adalah pertama kalinya Vira mengajak Caca bermain keluar, karena selama menikah dengan Nijar. Vira tak pernah memperlakukan Caca dengan baik.


"Ka Zain? " Vira yang kaget melihat mantan kekasihnya dulu.


"Haii Vir! " Ucap Zain kaku.


"Hai kembali ka Zain. Ka Zain apa kabarnya? "


"Baik, kamu sendiri bagaimana, ma'af ya aku dulu gak hadir ke acara mu. "


"Gak papa ka. Ka Zain lagi disini ya? Emangnya kerjaan kaka di Si*nga**pure udah beres ya? "


"Si*nga*pure? "


"Iya."


"Aku gak ada kerja ke luat Negri Vir, aku nasih kerja di tempat lama ko. "


"Hah! " Vira kaget saat mengetahui kenyataan bahwa Ka Zain tak kerja ke luar negeri. Apa ini semua hanya akal-akalannya bang Nijar saja, supaya aku bisa menikah dengannya.


"Kenapa memangnya Vir? "


"Yang tadi itu siapa Maba? "


"Oh itu, dia itu teman Maba dulu sayang, "


"Om nya ganteng, seperti jodoh Caca nanti. " Ucap Caca dengan datarnya.


"Huss, anak kecil ko bicara seperti itu? "


"Hii,, hiii.. "


Caca tertawa begitu renyahnya saat berkata seperti itu, hal itu memancing Vira yang sama-sama tertawa.


***


Rumah sakit.


"Ada yang bisa saya bantu pak? "tanya seorang resepsionis.


" Kalau mau melakukan tes berapa lama ya hasilnya? "tanya Nijar.


" Oh paling cepat dua atau tiga hari pak, bisa juga satu hari pak."


"Ruangannya dimana sus? "


"Mari saya antar. "


Nijar mengikuti langkah suster itu untuk menuju ke tempay tes Dna, Nijar yang sudah sangat tak sabar ingin mengetahui semuanya siapa ayah biologis dari Caca.


"Ma'af pak sebelumnya, hari ini tidak bisa melakukan tes dna secara cepat, bapa bisa tunggu hasilnya beberapa hari kedepan, jika hasilnya sudah selesai nanti kami akan menghubungi bapak. "


"Jadi gak bisa sekarang juga pak? "


"Gak bisa pak, itu pun paling cepat besok, namun karena ada beberapa kendala hasilnya tidak bisa besok. "

__ADS_1


"Ya sudah. "


"Terima kasih pak. "


Nijat pun pergi meninggalkan rumah sakit itu, untuk pulang kerumah rasanya Nijar tak sanggup apalagi jika harus bertemu dengan putrinya Caca. Dirinya memutuskan untuk mencari penginapan saja , mungki tidur di tempat sepi akan membuat dirinya merasa tenang dan tentram.


***


Kenapa semuanya harus terjadi seperti ini si, kenapa semuanya jadi kacau begini?


Nijar yang tak sengaja melemparkan sebuah botol yanh mengenai orang lain.


Aaawww..


"Aduh mba sorry gak sengaja. "


"Kalau lempar sesuatu itu lihat-lihat dong, masih untung saja tidak kenapa-kenapa. "


"Kenapa bukan uang saja sih yang kena kepala ku malah yang beginian. "


"Aduh mba aku bener-bener minta ma'af banget, ini sebagai ma'afnya. " Nijar yang menyelipkan uang di tangan perempuan itu.


Sepertinya aku mengenali perempuan itu.


"Bibiii? "tanya Nijar memastikan.


" Bibii, bibi emangnya saya ini siapa ya kamu. "


"Ini bi Tika kan? "


"Kamu ko tau nama saya? "


"Ini aku bi, Nijar keponakannya paman Iwan? "


"Jadi kamu Nijar, kamu ini kemana aja sih jar? Udah sukses begini lupa sama paman dan bibimu."


"Paman mana bi? "


"Biasa pamanmu lagi di istri barunya. "


"Istri baru? "


"Iya pamanmu itu sudah tua masih saja demen sama perempuan, untuk saja bibi mu ini masih bertahan jar. "


"Terus bagaimana dengan bi yul? "


"Bibi tirimu itu mana bisa bertahan lama sih jar sama pamanmu itu, yang mata keranjang. "


"Maksud bibi? "


"Dia udah nikah lagi sama jurangan sawah jar. "


"Terus bibi ngapain disini malam-malam? " tanya Nijar.


"Ya cari duit lah jar, mau makan dari mana bibi kalau gak kerja begini jar. " timpal bi tika sembari membereskan box dagangannya.


"Ini Nijar ada sedikit uang buat bibi,bibi ambil ya. Kalau bibi ada perlu sesuatu bibi boleh datang ke alamat ini. "


Nijar yang memberikan kertas alamat rumah dan tokonya itu pada bibi.


Karena Nijar tak mungkin membawa bibi pulang kerumahnya, dirinya saja tak ingin pulang kerumah.


***


Nijar merebahkan badannya yang sudah sangat lelah itu karena seharian puntang-panting kesana kemari, kini sekarang dia hanya tinggal menunggu hasil tes dna itu.


Bagaimana kisah selanjutnya.Apakah hasil dari tes dna itu akan membuktikan siapa ayah kandung caca?


Lalu bagaimana pula dengan kehadiran kembali bibi nya Nijar, bagaimana jika ia mengetahui bahwa Nijar telah merawat bude yati selama ini?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2