Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 37 Mengejutkan.


__ADS_3

"Maba, Caca senang sekali maba sudah bangun. "


”ini siapa lagi anak kecil, apaan bilang maba-maba. ”Gerutu Vira di dalam hatinya


"Maba ko diam saja si? " tanya Caca.


"Anak kecil, emangnya kamu ini siapa? Kakak gak mengenal kamu. "


"Aku Caca maba, anaknya maba. "


"Anak! "


”sejak kapan aku punya anak, perasaan umurku masih muda deh. Bagaimana mungkin aku sudah punya anak.Orang-orang juga pada kenapa si. Ada yang bilang suami! Ibu! Bapa! Ini lagi di tambah anak.Ibu juga lagian kemana sih gak datang-datang. ”Ucapnya lagi di dalam hati.


"Kamu gak usah banyak pikiran Vir, karena itu akan membuat kepala mu sakit kembali. Aku takkan memaksa kamu untuk mengingat kita, "


"Ayo Ca kita keluar, biarkan Mab beristirahat. "


Angguk Caca.


"Eh-ehh tunggu? Ibu aku di mana ya? " tanya Vira.


"Kamu sedang sakit, aku harap tak ada hal yang mengganggu pikiranmu. "


"Isshh di tanya mana ibu malah di suruh diam. "


Nijar tak menanggapi ucapan Vira, biarkan dia beristirahat untuk bisa mengingat lagi apa yang sudah terjadi.Mengingat bahwa dirinya adalah suami Vira.


Hari yang sudah mulai larut malam kembali namun Hakim sahabatnya belum juga datang kesini kembali. Kerinduan Nijar pada budenya sangatlah besar, mungkin bude orang oaling sedih jika mengetahui keadaan Vira saat ini.


”Kim lu mau kesini kan? ”tanya Nijar pada hakim, disebrang sana.


”Ah iya jar! Ma'af banget kayanya gue gak bisa kesana sekarang bawa bude, gue mendadak ada kerjaan. ”


”Boleh gue telpon bude sebentar? ”tutur Nijar.


”Bude ya, gue kan lagi gak di rumah jar lagu di tempat kerjaan. ”


”Oh ya sudah lah. ”


Nijar yang tak dapat membendung kerinduannya pada bude akhirnya memutuskan untuk datang ke tempat tinggalnya Nabila. Meskipun dirinya tidak mengetahui jelas dimana sekarang Hakim dan Nabila tinggal, namun dia sedikit mendengar percakapan Hakim dengan Ibu mertuaku.


"Bu aku titip Caca sebentar. "


"Papah mau kemana memangnya? " tanya putriku.


"Papah ada urusam sebentar nak, nanti papah kesini lagi ya."


"Okee! "


Ibu mertua ku hanya menganggukan kepala tanda beliau mengerti bahwa aku benar-benar sedang ada urusan.

__ADS_1


Meskipun Caca bukan Cucu kandungnya sendiri tapi beliau begitu sangat sayang sama Putriku.


Walaupun awalnya aku mengira bahwa ibu orang yang sangat buruk sekali, perempuan matr*e.Namun ternyata itu semua salah, itu hanyalah dugaan ku semata. Ada rasa cinta yang begitu besar pada Vira meskipun iya bukanlah orang tua kandungnya sendiri.


"Aku titip Caca dan Vira ya bu. " Sembari aku menyalaminya.


Pergi meninggalkan rumah sakit untuk bertemu dengan Bude. Mungkin Bude bisa membantu aku supaya ingatan Vira cepat pulih.


****


Di perjalanan ke rumah Nabila, aku behenti sejenak untuk mampir kesebuah restaurant. Perut ku yang sejak pagi belum terisi makanana apapun, karena terlalu fokus memikirkan Vira istriku sendiri.


"Hai! Sayanga? " Ucap manja seorang perempuan padaku, sembari memegang pinggangku.


"Fitriii?"


"Kamu ngapain ada disini ? Apa kamu mengikuti saya? "


"Tenang dong sayang kamu janganlah begitu disini kan tidak ada siapapun. "


"Maksud kamu apa? Kamu ini buta apa bagaimana jelas-jelas disini ramai sekali orang-orang. "


"Yang pentingkan istrimu tak mengingat siapa kamu dan aku. "


"Maksudnya? " Aku yang sama sekali tak mengerti ucapan Vira, hanya bisa mengangkat kedua halisku.


"Masa kamu gak mengerti si sayang, Sini aku bisikin. "


"Kamu ini apa-apaan sih Fitri. "


"Jangan menolak begitu dong sayang,aku tau kamu gak bakalan tahan. Jika harus menjalani semua ini terlalu lama, lagian kamu kan belum tahu kapan Vira sadar dan ingat siapa kamu sayang. "


"Ini kesempatan emas buat kita. "


Apa yang dikatakan Fitri benar, ini kesempatan langka. Aku tak mungkin bisa lama menahan semua ini, bahkan aku sendir pun belum tau kapan Vira akan ingat semua ini lagi.


Aku laki-laki normal yang masih membutuhkan.


"Kita pergi sekarang. " aku menarik tangan Fitri dengan keras dan membawa nya cepat keluat dari restaurant.


"Sakit sayang,, sabar sedikit kenapa. "


"Tak ada waktu. "


Ternyata Nijar belum lah seutuhnya menyesali perbuatannya, bahkan di saat seperti ini saja dia bisa melakukan pengkhianatan ini.


"Sayang, makasih atas waktunya. "Ujar Fitri


"Hmmm,,,,"


"aku sungguh sangat bahagia sekali bisa bersama kamu kembali. Aku harap kita bisa selamanya seperti ini. Aku akan selalu menunggumu sampai kamu berpisah dari Vira. "

__ADS_1


"Aku tak pernah berjanji. "


"Tapi aku akan selalu setia menunggumu sayang. "


"Fit kamu ini istri pamanku sendiri! "


"Itu bukan sebuah hambatan atau pun halangan bagi hubungan kita kan sayang, akua akan tetap selalu memilihmu. Pernikahanku dengan dia sudah akan berakhir. "


Nijar hanya terdiam, sesekali dia menikmati kebersamaannta dengan Fitri.


****


Sedangkan di lain tempat Hakim yang tidak sengaja bertemu kembali dengan Luki dan juga Henna.


Seperti nya mereka sedang membicarakan hal yang serius dan penting.


Hakim yang merasa sangat penasaran pun akhirnya berusaha untuk mendengarkan percakapan mereka.


”*Kira-kira kita harus melakukan cara apa lagi ki, supaya Nijar tak mencurigai bahwa Caca bukanlah anak kandungnya sendiri. ”


”Kita harus tetap berpura-pura menjadi seorang musuh, karena aku yakin ada sesuatu yang akan Wildan lakukan pada putrimu. ”


”Aku sudah sangat rindu sekali pada putriku sendiri ki. Tapi aku harus tetapi berusaha supaya menjadi orang yang sangat di benci oleh Nijar. ”


”Andai dulu aku tak melakukan kebodohan, menbenci Nijar hanya karena ulah ayahku sendiri. Namun ada hal yang membuat aku sangat bo**doh sekali percaya pada Wildan karena aku kira dia laki-laki baik yang tak akan melakukan hal apapun. ”


”Semuanya sudah terjadi Hen, tak ada yang perlu kamu sesali. Kamu beruntung sangat di cintai oleh Nijar.”


”Apa kamu pernah tahu betaoa menderitanya Nabila dulu, saat mengetahui bahwa Nijar tak pernah mencintainya. Hanya karena supaya dia bisa melupakan mu dan menikah dengan Nabila. Namun saat cinta mulai tumbuh kamu hadir dan merusaknya.”


”Aku sungguh menyesal Ki.. Aku hanya terobsesi pada dendam dan kebenciannku pada Nijar dan juga Nabila. ”


”Dan kini semuanya telah terbayar tuntas ki, aku kehilangan karirku,bahkan aku kehilangan kesucian yang aku jaga hanya untuk suamiku. Kini telah di rampas oleh Laki-laki baji*ng*n”


”Aku telah menuai yang telah aku tabur ki*.”


Keringat dingin dan badan yang gemetar mendengar pembicaraan Luki dan Henna itu yang di rasakan Hakim saat ini.


Dirinya yang tak menyangka bahwa Caca bukanlah akan kandung Nijar.


"Jadi ini kalian sembunyikan dari Nijar? " Ucap Hakim yang spontan membuat Luki dan Henna kaget.


"Kiiimm.. Lu-lu sejak ka-pan ada disini? " tanya Luki gelagapan.


"Jawab pertanyaan Gue ki? "


"Apa yang lu maksud? "


"Kiimm,, gue harap lu gak menceritakan ini semua pada Nijar. Gue pasti akan ceritain semuanya pada lu. "


Apa sebenarnya yang terjadi antara masa lalu Henna dengan Wildan?.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2