
"Kamu ini bagiamana si Hen, kamu yang menyarankan aku kesini, kamu juga yang ingin pulang. "
"Ki, kamu tau kan aku sangat takut kesini, lagian ini untuk pertama kalinya aku ke tempat seperti ini. "
"Hmmm... "
"Kenapa hmm segala? "
"Ya terus aku harus bagaimana, bicara sama perempuan itu tidak akan pernah ada hentinya. Perempuan kan gak mau kalah. "
"Ya cowo nya juga dong gak mau mengalah. "
Perdebatan kecil antara Henna dan Luki membuat mereka tak menyadari bahwa telah tumbuh cinta di antara keduanya.
"Lanjut gak nih? " tanya Luki, mengalihkan perdebatan.
"Pulang saja lah. "
"Okee..!! "
Mereka berdua pun akhirnya tak menerus kan untuk ke sebuah bangunan tua itu.
Di perjalanan pulang dengan enteng nya Henna berkata.
"Ki apa lebih baik kita kembali lagi kesana, sayang banget kita udah jauh-jauh kesini tapi gak ke bangunan nya. "
Luki menarik nafasnya.
"Ki? Kamu ini kenapa? "
"Kamu menyuruh aku untuk putar balik lagi kesana gitu? "
Henna menganggukan kepalahnya "Heeemm.. "
"Astaga Henna, kamu ini sadar tidak, kita udah mau sampai kejalan raja dan kamu mau kita putar balik lagi? " Luki menahan kesalnya.
"Ki, apa kamu gak akan menyesal gitu, kita jauh-jauh kesini dan kita malah tidak menemukan hasilnya. "
"Hen, apa kamu gak menyadari, kamu yang menyuruh aku untuk kembali pulang, dan sekarang kamu menyuruh aku untuk kembali kesana lagi. Kita itu tadi hampir sampai ke bangunan itu, tapi kamu malah memilih untuk balika aja kan?"
Dasar memang perempuan aneh*Gerutu Luki pelan.
"Apa kamu bilang ki? Perempuan aneh? Kamu ini ki udah untung aku mau kembali lagi kesana malah berucap seperti itu memang dasar ya kamu ini laki-laki keong. "
"Siapa juga yang bilang hah? "
"Kamu! Emangnya aku ini budeg apa ki, telinga ku masih normal loh? "
"Ya, ya terserah ibu negara saja."
"Oke fix! Kita kembali lagi kesana . Awas saja kalau kamu menyuruh aku untuk kembali. "
__ADS_1
Henna mengangguk.
Perempuan itu memang sangat sulit di pahami, bagaimana bisa dia berfikir untuk kembali lagi ke hutan sedangkan ini sudah hampir mau sampai ke jalan perkotaan.
*****
Di kediaman Fitri.
Mereka sedang melaksanakan akad pernikahan yang hanya di hadiri keluarga terdekatnya dan teman-temanya Fitri. Tak terkecuali Nijar, ia sama sekali tak mengundang atau bahkan memberi tahu sahabatnya itu. Yang ia pentingkan saat ini adalah kepuasan untuk dirinya sendiri.
Tak memikirkan keadaan putri dan istrinya saat ini. Bahkan ketika sang istru harus mengingat siapa dirinya.
"Terima kasih sayang karena kamu telah mau menikah denganku. " Ucap manja Fitri pada Nijar.
"Aku juga terima kasih kepada mu Fit, karena kamu telah mengisi kekosongan dalam diriku. "
"Apa aku bilang dahulu sayang, aku akan selalu ada untukumu bahkan sampai kapan pun , tapi kamu dulu malah lebih memilih menikah dengan perempuan itu. "
"Tapi yang terpenting sekarang, kamu sudah menjadi istriku, suatu saat mas akan membawa Caca kesini dan aku akan sesegera mungkin menceraikan Vira. "
"Saayaaangg lebih baik kamu tak usah menceraikan istrimu itu, jika kamu menceraikan nya siapa yang akan merawat putrimu? "
"Kan ada kamu fit. "
"Saayaaang.Tapi, aku gak mau. "
"Dia itu putri ku Fit, masa kamu tak mau merawat putriku sendiri? "
"Mas selagi ada istrimu yang itu kenapa aku yang harus repot merawat putrimu. "
"Sayaaangg! Kamu mau kemana? "
"Mau pulang. "
Fitri yang kaget saat Nijar ingin pulang kerumahnya, Susah payah dia melakukan ini semua dan sekarang baru saja satu hari menikah udah mau pulang aja kerumahnya.
"Sayang! Kita ini baru menikah loh, masa kamu tega meninggalkan aku sendirian disini. "
Nijar tak mengetahui jika Luki dan Henna sudah mengetahui pernikahanya itu. Niat Luki ingin mempertemukan Nijar dengan bude ia urungkan, karena sangat kecewa melihat tingkah temannya itu. Bisa-bisanya ia tidak pulang dan malah melangsungkan pernikahan dengan perempuan gil* harta ini.
Pikiran macam apa yang ada di otaknya Nijar ini, melakukan pernikahan dengan semua perempuan tanpa memikirkan pasangannya sendiri.
"Brengsek lu jar.. " Luki yang marah-marah.
"Memang Nijar itu tak pernah cukup dengan satu wanita. " timpal Henna.
"Awas aja jar, gue gak akan beri lu ampun sampai kapan pun. Perempuan itu harusnya lu hormati dan hargai.
*****
3 Minggu sudah berlalu.
__ADS_1
"Alhamdulillah kamu sudah mulai mengingat lagi siapa kita Vir. "
Vira hanya tersenyum.
"Maba aku sayang banget sama maba, aku takut maba meninggalkan aku seperti papah yang ninggalin aku. "
"Aku gak akan pernah meninggalkan kamu Ca. "
Setelah waktu itu Nijar berpamitan ia tidak pernah lagi kembali kesini, entah apa yang membuat dirinya lupa terhadap putrinya dan juga Vira.
"Bu sebenarnya bang Nijar kemana si? Apa benar dia ninggalin aku sewaktu aku sakit. " tanya Vira pada ibu.
"Entahlaha nak, yang jelas ibu juga sekarang tidak tahu, dia pergi setelah berpamitan sama ibu. Namun sampai detik ini pun belum juga kembali. "
"Apa bang Nijar memiliki perempuan lain selain Suci bu? "
"Bu bolehkan aku menyebut diriku sendiri dengan Suci? Karena itu nama pemberian dari ibu ku? "
"Tentu saja nak, itu hak kamu. Ibu memberi nama kamu Vira saat itu karena aku tidak tahu siapa namamu kala itu. "
"Bu, makasih ya karena sudah mau merawat aku selama ini. "
"Suutsss! Jangan bilang terima kasih, justru seharusnya ibu yang berterima kasih sama kamu, kalau saja dulu ibu tak bertemu dengan mu mungkin saat ini ibu sangat kesepian."
"Kehadiran kamu kala itu membuat rumah sang sepi menjadi hangat. "
Dari kejauhan terlihat Luki dan Henna mendekati rumah kediamab Vira, ia datang dengan seoranh Nenek.
"Nenek...! " Teriak Vira.
"Nak Vira? Alhamdulillah akhirnya bude bisa bertemu dengan mu kembali, Nijar suami mu mana nak? "
"Nek? Ini aku Cucu nenek? " Ucap Vira yang sontak membuat kamu yang ada disinu saling lempar pandang.
"Cucu..? "
"Iya nek, aku Suci putrinya ibu Sukma anak Nenek. "
"Ya Alloh nak, jadi kamu ini cucu ku yang selama ini nenek rindukan. "
Vira mengangguk.
"Tapi kenapa kamu tak mengingat nenek saat pertama kali nak? Kamu seperti orang asing. "
"Karena saat itu aku benar-benar tak ingat siapa diriku nek. "
Luki dan Henna tersenyum bahagia, tak sia-sia jika selama ini mereka mencari kemana-kemana untuk menemukan bude.
"Makasih banyak ya nak Luki, karena sudah mempertemukan bude dengan cucuku kembali. "
Kini Vira yang ingatan nya sudah semakin pulih dan mengingat siapa orang-orang terdekatnya dahulu.
__ADS_1
Namun Nijar sampai saat ini belum juga kembali kerumahnya, bahkan hanya sesekali saja untuk menjenguk pun tidak.
...****************...