Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 19 Perubahan Vira


__ADS_3

Hidupku kini seakan hidup kembali seperti bunga yang mekar, semangat ku untuk bisa mendapatkan Vira sudah sangat bulat, entah apapun caranya jua untuk memilikinya.


Satu minggu telah berlalu semenjak aku menyatakan perasaanku pada Vira dia sudah jarang masuk kerja lagi. Apakah Vira tak mau bertemu denganku dan ibunya telah gagal memaksa Vira untuk menikah dengan aku?


[Hallo buu....? ]


[Iya pak bos aduh maaf pak saya tidak bisa memaksa Vira untuk menikah bersama pak bos, bapaknya Vira tidak merestui itu semua, sekarang juga si Vira nya entah kemana perginya setelah kejadian aku memaksa dia untuk menikah dengan Bapa. ]Tutur ibu nya Vira menjelaskan semuanya padahal aku sendiri pum belum menanyainya.


[Ibu ini bagaimana sih saya udah tranfer besar tapi gagall. ]


[Iya pak bos ini sedang saya usahakan. ]


[Ya sudah jika sampai 3 hari belum ada keputusan, maka uang yang telah saya transfer dengan sangat terpaksa saya ambip kembali. ]


Buuuggghh...


Buuuggghhh....


Aku memukul keras meja kerjaku, yang mengundang kekagetan pada bude dan putriku.


"Kamu kenapa duk? " tanya bude.


"Iya papa kenapa si? Ko main pukul meja keras begitu. "


"Engga sayang, papa hanya sedang belajar bela diri, biar nanti kalau ada yang jahatin Caca papah bisa melindungi Caca. "


"Oh begitu ya pa. "


"Iya sayangg,,, ya sudah sana main lagi ya. "


Caca mengangguk dan meninggalkan aku.


"Kamu kenapa jar? Pasti bukan itukan alasannya? " tanya bude kembali.


"Nijar beneran gak papa bude, "


"Gak ada yang kamu sembunyiin kan dari bude? "


"Engga bude, Nijar hanya sedang pusing saja. ”Terpaksa aku harus berbohong pada bude karena aku tak mungkin mencerikannya, bisa-bisa bude tak mengijinkan aku melakukan hal ini.


" Ya sudah kamu istirahat saja, nanti bude siapkan teh hangat buat kamu. "


Aku mengiyakan perintah bude pergi ke kamar untuk beristirahat.


Aku harus cari cara supaya bisa menemukan keberadaan Vira, pastu Vira bersembunyi di suatu tempat agar tak di ketahui aku.


****


Dengan sangat terpaksa Vira harus pergi dari rumahnya untuk menghindari paksaan ibunya itu, dia tahu pasti oak Nijar datang kesini. Bagaimana mungkin ibu bisa tahu kalau Pak Nijar melamarku.

__ADS_1


Vira tahu bahwa ibunya sangat mata duitan, namun di balik semua itu ibunya tak ingin melihat anaknya hidup menderita sama seperti dengannya. Vira yang berjuang siang dan malam supaya bisa mengangkat harkat dan derajat kedua orang tuanya. Penolakan Vira pada bosnya sendiri di lakukan karena ia sadar betul bahwa dirinya sudah memiliki kekasih.


Perjuangan Vira dan kekasihnya itu sungguh sangat berat, meminta restu pada ibunya Vira bukanlah hal yang sangat mudah bagi Vira dan juga kekasihnya.


Keadaan yang dimiliki Kekasihnya Vira kurang berada, hidupnya yang serba kekurangan membuat Ibu Vira menolaknya dengan keras, namun seiring berjalannya waktu kini telah mendapatkan restu. Namun restu itu seakan berada di ujung pelupuk mata saat ibunya mengetahui Vira di lamar oleh bosnya sendiri hal itu membuat ibu Vira begitu sangat bersemangat menjodohnya di tambah uang yang di berikan Bosnya Vira pada ibunya.


Vira tak ingin menikah dengan laki-laki yang sudah bercerai 2 kali, Vira begitu jelas tahu tentang masa lalu bosnya itu, Dia yang menceraikan istri pertamanya demi cinta pertamanya itu yang sekarang telah menjadi mantan istrinya juga bahkan pernikahan keduanya itu telah dikarunia anak perempuan.


Vira yang begitu takut jika kejadian itu akan menimpa pada dirinya sendiri.


Tempat persembunyian Vira kini telah di ketahui oleh Bosnya sendiri juga ibunya.


Hingga dengan sangat terpaksa Vira harus menikah dengan bosnya sendiri meninggalkan Kekasihnya yang telah rela berjuang buat dirinya.


Pernikahan ini tidak akan ada cinta di dalamnya karena di lakukan dengan paksaan. Rasa sayang Vira pada Putri bosnya itu kini telah menjadi kebencian yang sangat begitu mendalam, sikap lemah lembutnya telah berubah drastik menjadi seorang yang sangat emosi dan pemarah.


"Pak kalau boleh saya tidur di kamar sebelah ya? Ucap Vira saat pertama kali harus tidur bersama laki-laki yang kini telah menjadi suaminya.


" Loh memang nya kenapa? Sekarangkan kamu sudah resmi menjadi istri saya? "


"Saya sedang datang bulan pak. "


"Tak apa, saya memahami yang kamu rasakan Vira, "


Hingga waktu terus berlalu Vira selalu saja menolak ajakan suaminya untuk tidur bersama, Nijar yang telah lama menahan hasrat nya itu sudah tak tahan lagi melihat tingkah istrinya yang tak mau melayaninya.


"Vira kamu itu istri saya , seharusnya kamu bisa melayani saya bukan malah selalu menghindari saya? "


"Masaaa...? " jawab Vira dengan simple , sembari bercermin di kaca.


"Kamu itu menghargai saya tidak sih Vira, saya ini suamimu. "


"Seperti apa yang telah kamu lakukan pada sata dulu. "


"Maksud kamu apa Vira? " Tanya heran Nijar.


"Ya kamu dulu memaksa saya menikah dengan mu bukan begitu? Pak bos Nijar yang terhormat, saya telah menikah dengan mu sekarang kan? Jadi sudah cukup tugas saya menikah denganmu. Kalau kamu mau menceraikanku sangat senang hati say menerimanya. "


Nijat yang tak menyangka dengan penuturan Istrinya itu sangat kaget, ternyata apa yang telah lakukan itu salah besar, Nijar kira jika telah menikahi Vira, dia bisa secara perlahan melupakan kekasihnya itu, namun dugaan Nijat salah.


Nijar yang tak mau lagi mengambil keputusan secara cepat, dia sudah sangat malu oleh orang-orang jika harus bercerai .


"Ya sudah pak bos, saya mau pergi dulu ya dengan kekasih saya. "


"Viraa ? kamu itu istri saya tak sepantasnya kamu pergi keluar dengan dandanan menor seperti ini? "


"Terserah saya dong pak bos. Anda siapa berani melarang-larang saya? "


"Saya ini suamimu Vira. "

__ADS_1


"Ohh suami, suami yang memaksa saya dulu untuk menikah dengan mu begitu? "


Nijar tak mau membalasnya karena itu pasti akan terus memperpanjang permasalahnya itu. Dia hanya tertunduk lesu menghadapi perubahan sikap Vira pada dirinya terutaman pada putrinya sendiri yang terbilang begitu sangat cuek dan tak perduli.


****


"Bu seharusnya kamu tak memaksakan putri semata wayang kita untuk menikah dengan Bosnya itu, setelah apa yang di ceritakan Vira apa ibu tega jika kejadian itu terjadi juga pada putri ibu sendiri? "


"Pak yang terpenting sekarang itu bukan soal masa lalunya, sekarang itu yang utama hanya uang pak? "


"Sampai kapan pun bapa tidak akan merestui perjodohan ini, Vira sudah punya pilihannya sendiri. "


"Terserah bapa yang terpenting bagi ibu saat ini uang, ibu cape pak harus hidup seperti ini terus,"


"Ya Alloh bu, kapan kamu mau berubah . "


"Sampai Vira menikah dengan bosnya itu pak. "


Sedikit perdebatan yang terjadi di rumah kedua orang tuanya Vira.


____


"Aaagghhhh kenapa semua ini jadi buram seperti ini sih. " Emosi ku tak terkendali lagi.


"Kenapa kamu duk, mukanya kok kusam seperti itu?"


"Vira yang kita kenal sudah berubah bude. Dia begitu sangat jauh berbeda bude bahkan dia tak menghargai aku sebagai suaminya sendiri. "Tuturku pada Bude


"Apa kamu melakukan kesalahan padanya? "


"Emmm,, sebenar ituu budee...mmm.. "Aku harus berkata jujur pada bude karena sudah sangat tak sanggup lagi menghadapi semua nya sendiri.


" Sebenarnya apa dukk..? "


"Sebenarnya budee.. Maafkan aku budee. " seketika aku menangis di pelukan bude.


"Sebenanya apa? Maaf karena apa ? "


"Sebenarnya aku yang memaksa Vira untuk menikah dengan ku bude, bahkan aku juga telah membayar ibunya Vira supaya bisa membujuk Vira untuk menikah dengan ku. Bahkan aku yang telah memisahkan Vira dengan kekasihnya itu. "


"Astagfirulloh duk,, apa yang kamu lakukan itu sudah sangat keterlaluan pantas saja dia bersikap seperti itu padamu. Bude hanya bisa mendo'kan yang terbaik buat rumah tangga kalian semoga tidak ada perceraian di antara kalian. "


"Aku harus bagaimana bude menghadapinya? " tanyaku pada bude.


"biarkan dia melalukan sesuka hatinya, dia hanya belum siap menerima kenyataan ini semua pasti nanti juga Vira akan berubah. "


Hanya bude yang mampu menenangkan ku di kala aku seperti ini. Budelah orang pertama yang selalu berada di garda terdepanku.


...******...

__ADS_1


__ADS_2