
Keesokan harinya Nijar langsung mencari keberadaan Luki, karena pikirannya saat ini sudah di buat sangat kacau dengan mimpi dan kejadian itu, ditambah budenya yang belum juga di temui.
"Papah mau kemana? "tanya Caca putrinya.
" Papah mau pergi sebentar ya nak, ada keperluan penting sayang, hanya sebentar ko. "
"Ya udah." Ucap Caca mengijinkan papahnya untuk pergi.
Nijar yang bergegas menggunakan motornua untuk mencari keberadaan Luki, apa dia harus mencarinya terlebih dulu ke rumah Hakim? Tapi, dia saat ini sudah tidak tau rumah Hakim karena ulahnya tempo hari yang membuat mereka harus pindah.
Nijar memutuskan untuk mencari ke rumah Henna siapa tahu di sana ada petunjuk tentang keberadaan Luki dan ia juga akan menanyakan tentang status anaknya itu apakah Caca putri dari dirinya ataukah bukan.
"Permisiii..? "
Tok tok tok....
"Ia tunggu sebentar, "
" Mas Nijaar.. "
"Fitri, kamu ngapain ada di rumah ini? "
"Lah ini kan rumah aku,"
"Dari mana kamu membeli rumah ini? " tanya Nijar yang penasaran.
"Dari pemilik rumahnya lah sayang, masa dari orang lain. Lagian ya sayang kamu kenapa bisa sampe sini, pasti kamu kangen yah sama aku? "
"Kamu apaan sih Fit,"
Nijar meninggalkan rumah yang sekarang telah menjadi milik Fitri selingkuhannya itu.
Apa mungkin Henna berada di rumah ibunya?
Iya pasti dia sekarang ada di rumah ibunya. Bergegas pergi ke rumah mantan ibu mertuanya.
Dan ya ternyata Henna ada di rumah ibunya.
"Hennaaa...? " panggil Nijar.
"Nijaarr, kamu ngapain kesini? "
"Siapa ayah kandung dari Caca Henna? "
"Maksud kamu apa? "
"Saya tanya siapa ayah kandung putrimu itu saya ataukah Luki? Selingkuhan mu dulu. "
"Oh jadi sekarang kamu sudah mengetahuinya baguslah jadi aku tak perlu susah payah menjelaskan semuanya padamu kan? Kenapa aku begitu membenci kehadirannya. "
"Jadi maksud kamu Caca bukanlah putri kandungku? "
"Kamu bisa tanyakan pada kedua sahabatmu yang brengsek itu. "
"Maksud kamu apa Henna? "
"Sudah cukup Nijar, aku tak perlu menjelaskan apapun secara panjang lebar pada dirimu. Lebih baik kami cari tahu sendiri kebenarannya. Aku hanya berharap sangat besar pada dirimu jika kamu mengetahui kebenarannya, tetap mencintai dia seutuhnya. "
Seluruh tubuhnya seakan tak mampu lagi untuk bergerak, kenyataan pahit macam apa yang terjadi pada Nijar, dia yang harus menerima kenyataan bahwa Putri yang ia besarkan ternyata bukan darah dagingnya sendiri.
"Kamu pasti berbohongkan Henna? Caca anak kandung aku sendiri. "
"Apapun yang kamu katakan itu, kenapa kamu tak coba untuk memastikan siapa ayah biologis dari putrimu itu. "
__ADS_1
"Kamu sangat keterlaluan Henna. "
"Bukan aku yang keterlaluan tapi sahabatmu yang brengsek itu telah merusak semuanya. "
Kenapa Henna selalu saja menyebutkan Sahabatnya, apa yang di lakukan Luki pada Henna? Jika kenyataan bahwa putrinya adalah anak dari Luki, sungguh itu akan membuat kebencian yang sangat teramat dalam.
***
Sedangkan di rumahnya Vira sangat takut akan kenyataan jika suaminya mengetahui kebenarannya, seberapa bencikan suaminya pada Caca jika ia mengetahui bukan putri kandungnya sendiri melainkan anak dari laki-laki lain yang harus suaminya rawat.
Tak di pungkiri Kekagetan yang di rasakan Vira saat pertama kali mengetahui kenyataan itu, perasaan yang sangat bercampur itu, takut jika Caca menerima kekecewaan besar dari papahnya sendiri.
"Mabaa? "
"Maba kenapa melamun seperti itu? Kenapa juga maba bersedih? "
"Ahh ini maba hany sedang membayangkan kalau kelak caca punya adik lagi bagaimana yah? "
"Horeeee,,Caca mau punya dedek.. "
"Caca sayang boleh maba memeluk Caca? "
"Boleh Maba,, karena Maba orang yang sangat Caca sayang. "
"Kalau begitu Caca jangan pernha bersedih ya, Maba akan selalu berada di samping Caca. "
"Memangnya Caca bakalan sedih karena apa maba? "
"Engga sayangg, kamu pasti akan selalu bahagia. "
"Maba kenapa papah seperti menjauh dari aku? "
"Apa karena aku udah membuat papah marah? Karena aku pergi dari rumah kemarin. Tapikan itu juga karena papah sendiri kenapa papah memarahi Maba. "
Bagaimana gadis sekecil ini jika harus menerima kenyataan bahwa papahnya bukanlah orang tua kandungnya sendiri.
Aku tak sanggup jika harus melihat semua kenyataan ini.
"Maba kenapa sedih? "
"Boleh maba peluk sayangg? "
Vira yang sudah tak sanggup lagi untul berbicara pada Caca.
***
Luki masih terdiam di jalanan iya yang sekarang harus hidup seperti ini, kekecewaan orang tua dan Istrinya membuat dirinya harus hidup dijalanan.
Luki menyadari penyesalan terbesar dalam hidupnya, menyia-nyiakan istri yang begitu tulus mencintainya, hanya karena obsesinya agar sama seperti Nijar sahabatnya, menjadi Laki-laki yang bisa mencintai perempuan lain.
Namun dugaanya salah kala itu, Luki yang mengira bahwa Henna telah mencintainya itu ternyata salah, ada hal yang di sembunyikan Henna pada Nijar dan juga pada dirinya, bahkan Luki yang harus berpura-pura bahagia saat bertemu dengan yang lainnya.
"Kalau jalan itu lihat-lihat dong! " ucap Luki pada seorang yang menabraknya.
"Lukii... "
"Ni-nijar."
"Jadi lu sekarang ada disini, dasar laki-laki gak berguna.. Bajingan lu.. " Nijar uang sudah di temani dengan emosinya tak dapat mengontrol semuanya.
"Maksud lu apa? "
"Anak yang gua rawat itu anak lu sama Henna kan? "
__ADS_1
"Apa? Lu ngomong apaan sih jar gue gak ngerti? "
"Alahh lu jangan pura-pura gak ngerti deh, kalau bukan anak lu anak siapa lagi hah? "
"Heh jar, kalau lu mau tau kebenarannya kenapa lu gak coba tanya pada si Henna nya langsung, bukan ke gue, lagian yah jar gue itu mandul gak bakalan bisa gue ngasih keturunan. "
"Jadi maksud lu Henna bukan hamil anak lu gitu? Terus anaknya siapa kalau bukan anak lu dan gue? " tanya Nijar yang masih dalam keadaan emosi.
Atau jangan-jangan Caca memang anak kandungnya tapi Henna sengaja melakukan ini untuk memperkeruh persahabatan Nijar yang sama-sama sudah hancur itu.
"Mana gue tahu, seharusnya lu dari awal lakukan tes dna, kenapa lu baru sekarang cari tahunya? "
"Karena gue selalu di datangi mimpi buruk.. "
"Kalau lu masih gak percaya bahwa gue bukan orang tua asli nya Caca lu bisa ambil sampel rambut gue untuk di jadikan bukti. "
Nijar mengikuti perintah Luki, dia akan melakukan tes dna untuk menyocokan siapa ayah biologi dari Caca dirinya ataukah bukan.
Luki yang masih bingung dengan kelakukan Nijar. Kenapa bisa dia berpikir bahwa Caca bukanlah anak kandungnua sendiri hanya karena sebuah mimpi. Memang konyol jika Nijar menganggap itu semua adalah kenyataan.
Nijar tak langsung pulang kerumahnya dia ingin pergi kerumah Fitri selingkuhannya itu, menenangkan pikirannya bersama perempuan yang sama sekali bukan yang halal untuk dia sentuh.
"Sayaaangg kamu kembali lagi kesini? "
"Hmmm.. "
"Aku buatkan teh untuk mu sebentar ya. " Fitri bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan teh.
"Kamu kenapa sayang, kenapa muka mu kusur seperti ini? Ini juga memar. Apa kamu habis berkelahi sayang. "
"Entahlah, aku lagi pusing sayang. "
"Kamu cerita sama aku sayang? Siapa tahu aku bisa membantumu menyelesaikan masalah mu? "
"Gak usah, ini hanya urusanku saja. "
"Baiklah.Oh iya sayang, kamu kapan akan menikahi ku? Aku sudah sangat cape menunggumu seperti ini, bahkan aku sudah di permalukan di hadapan semua orang oleh ibu mertuamu itu. "
Aaaarrrgggghhh....
Lagi banyak masalah seperti ini, Fitri selingkuhannya malah terus menangih kapan ia akan menikahinya.
"Kamu sabar dulu kenapa sayangg, aku lagi banyak masalah seperti ini. Bikin aku tambah pusingg.. "
"Kenapa kamu malah jadi salahin aku sih mas? Bukannya kamu sendiri bilang itu hanya masalahmu? "
"Bukan begitu sayang, aku benar-benar sangat cape. "
"Baiklah kalau begitu kita akhiri saja hubungan kita sampai sini! "
"Jangam begitulah sayang, Aku janji akan secepatnya menikahi kamu jika masalah aku sudah selesai. "
"Kamu janji kan mas? "
"Ia aku janji"
Fitri yang senang mendengar penuturan kekasihnya itu langsung memeluk dan menc**ium Nijar.
Nijar tak merespon apa yang dilakukan Fitri, karena ia tahu bahwa Fitri tidak halal baginya.
Tapi ia sudah sangat begitu naif melakukan hal ini tanpa ingin segera menghalalkan Fitri.
...****************...
__ADS_1