Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 33 Sakit.


__ADS_3

Nijar yang langsung menggendong istrinya membawa nya kerumah sakit,karena Virw tak sadarkan diri.


Sesampainya di rumah sakit, Vira langsung mendapatkan penanganan yang cepat.Putrinya yang sedari tadi tidak berhenti menangis, membuat Nijar harus bertanya pada putrinya apa yang terjadi.


"Caca sayang maba kenapa bisa sampai begini? " tanya Nijar yang panik melihat istrinya berlumuran d**arah.


"Tante jahat pah, tante jahat itu yang buat maba seperti ini. Tante jahat dorong maba sampe terluka. "


Caca menangis.


"Tante nya sekarang mana? "


"Dia udah pergi pah, setelah membuat maba seperti ini. Awalnya dia menyuruh Caca jangan bersuara bahkan dia juga membekap mulut ku dengan tangannya. "Ucap Caca bergemetar.


Darah dingin menjalan di tubuh seorang ayah, tatkala mendengar penuturan sang putrinya itu. Bagaimana bisa bibi yang ia kenal telah berubah menjadi monster yang begitu jahat.


Nijar memeluk putrinya yang sedari tadi tak berhenti menangis.


" Sudah sayang, sekarang ada papah disini nak. "


Huuu... huuu...


"Caca gak usah takut tante jahat gak bakalam kesini lagi. "


"Mabaa paaahh! Mabaa! Aku takut kehilangannya. "


"Engga sayang, maba pasti baik-baik saja. Maba pasti bakalan sembuh sayang. "


"Papah boleh Caca telpon tante bidadari? "


Nijar yang kaget mendengar permintaan putrinya ingin menelpon Nabila, bagaimana bisa ia menolah permintaan putrinya itu. Tapi, harus dengan alasan apa supaya Putrinya itu tak bersedih saat aku tak bisa menelpon Nabila.


"Papah kenapa melamun? "


"Paaaahhh... !! "


"Ah iya sayang, tante bidadari nya lagi gak bisa sayang untuk saat ini. "


"Kenapaa? Apa karena Caca nakal, makanya tante bidadari tak bisa di telpon? "


Nijar bingung harus menjelaskan bagaimana pada putrinya, karena ia yakin Hakim pasti tak mengijinkan Nabila untuk bertemu dengan ku.


Dengan sangat terpaksa aku harus meminya bantuan pada kedua sahabatku.


”Halloo! Wil? Lu bisa bantuin gue gak? Ini sangat penting banget. ”


”Bantuan apaan? ”


”Lu bisa gak bantuin gue, buat minta izin sama Hakim biar Nabila bisa menemui Caca? ”pinta Nijar.


”Mau ngapain? ”


”Pokonya gue mohon banget, Caca butuh banget sosok Nabila, Vira sedang kritis Wil.. ”


”Innalillahi.. Gue pasti bantu lu Jar, apalagi buat ponakan gue.. ”


”makasih ya jar. ”


Nijar pun menggakhiri panggilannya dengan Wildan.

__ADS_1


Perdiam mematung melihat kearah tempat dimana Vira sedang tertidur lemah, dipenuhi dengan alat rumah sakit.


Ma'afkan saya Vira, karena saya belum bisa dan belum mampu menjadi suami yang baik buat kamu.


Ma'afkan saya, Karena saya terlalu sibuk dengan urusan wanita lain, bahkan saya telah mengabaikan cintamu.


Padahal kamu begitu tulus mencintai, menyayangi dan merawat putriku. Namun bodohnya aku selalu mengabaikamu, bahkan aku sendiri yang telah merenggut kebahagianmu bersama calon tungangan mu itu. Ma'afkan saya Vira, karena saya telah begitu egois memisahkan kamu dari Kekasihmu.


Bahkan di saat seperti batusan pun, seharusnya aku menemanimu bukan malah pergi bersama orang lain.


Saya harap kamu bisa segera pulih dan tersadar, begitu besar rasa cinta dan khawatirnya Caca padamu.


Ma'afkan saya Viraa.!!


Ma'afkan sayaaa, saya mohon kamu kuat!


Pipi ini telah basah kuyup dari deraian air mataku yang menetes.


"Paaahhh...Caca boleh kan masuk kedalam untuk menemani maba? " ucap Caca.


"Caca sayaaanggg.. "


"Paaahh... Apa maba akan kembali bersama kita? "


"Pasti, pasti maba akan kembali berkumpup bersama kita sayang.. "


Nijar memeluk erat putrinya itu.


****


Malam kian telah larut, kesunyian telah menemani kami di rumah sakit ini. Namun, Putriku masih saya belum tidur, ia terua menunggu Vira bangun dan tersadar.


"Tanteeeeee...!! " Teriak Caca sambil berlari menghampiri Nabila.


"Tanteee,, maba ku sakit, dia belum bangun juga sampe saat ini. Tante maukan menemani aku disini sampe maba terbangun? " tanya Caca.


"Iya sayangg, tante pasti akan menemani kamu disini, sampe bunda mu bangun. "


"Caca sangat takut kehilangan Maba tante,,, $


" Caca sudah berdo'a belum? "


Caca menggelengkan kepalanya.


"Emm jadi Caca belum berdo'a buat kesembuhan bundanya? Bagaimana kalau sekarang Caca ikut tante untuk sholat dan berdo'a yu? Memohon kesembuhan buat bundanya Caca. "


Caca mengangguk.


Nabila membawa Caca ke mushola rumah sakit, disana mereka melakukan ibadahnya dengan begitu khuyu.


Ada satu do'a yang membuat Nabila tersentuh.


*Yaa Alloh, dengan ini Caca memohon padamu agar supaya maba ku segera sembuh kembali, aku sangat takut kehilangan maba.Karena maba adalah orang terbaik yang pernah Caca kenal. Maba begitu sangat menyayangiku bahkan lebih besar sayangnya dari pada ibu ku sendiri.


Yaa Alloh kenapa ibuku sendiri tega mendorong aku sampe terjatuh dan terluka padahalkan Caca sangat merindukan ibu Caca.


*Tapi saat ini Caca tak mau lagi bersedih ka**rena sekarang Caca sudah punya maba dan tante bidadari yang sangat baik dan sayaaangg banget sama Caca.


Yaa Allohh!! Caca mohon bangunkanlah Maba Caca. Caca takut sekali jika tak bisa bertemu maba lagi.

__ADS_1


Ammiinnn* !!


"Tante Caca sudah berdo'a nya apakah sekarang Maba sudah bangun? " tanya Caca dengan polosnya.


"Caca sayang boleh gak kalau tante peluk caca? "


"Bolehh banget tante bidadari. "


"Sini Caca sayang. Caca boleh tante betanya? "


"Iya."


"Sekarang Caca lihat jam yang ada di dinding itu, apakah jam itu bisa beputar dengan secara langsung menuju pukul 4? "


"Emm gak bisa tante. "


"Jadi untuk menuju pukul 4 mereka harus melewati angka 2 dan 3,sama seperti do'a kita sayang. Alloh pasti akan menyembuhkan bundanya Caca. Tapi, melalui proses dan tahapannya dulu sayang. Alloh meminta supaya kita senantiasa selalu berdo'a dan meminta pertolongannya. "


"Emm begitu ya tante,, Caca pasti akan selalu mendo'akan maba supaya cepat kembali sehat. "


****


Di ruangan lain, Hakim dan Nijar bertemu mereka berdua seperti dua orang asing yang tak saling kenal. Tak ada pembicaraan yang mereka bicarakan, dua-duanya sama-sama sibuk dengan kesendirian.


"Kiimmm.. Gue minta ma'af sama lu karena udah membuat lu kecewa. " Tutur Nijar mengawali pembicaraan .


"Hmmmm.. "


"Gue sungguh sangat minta ma'af, gue janji gak akan mengulangi kesalahan itu lagi. "


"Hmmmm.. "


"Jawab dong Kim, kenapa lu hanya hmm saja sih? "


"Yang sudah biarlah gak usah di bahas lagi jar, yang terpenting sekarang itu kamu yakin gak bakalan mengulang lagi kesalahan yang sama? " Timpal Hakim.


"Cieeee !! udah akur ni? "Ucap Wildan yang tiba-tiba saya ada.


" Ko malah pada diam-diam lagi sih, kaya anak lagi marahan gitu. "


"Luki mana wil? " tanya Nijar mengalihkan pembicaraan.


"Mana gue tahu jar, kan gue kesini juga gak ngasih tau dia. "


"emmm jar! " ucap Hakim.


"Ya."


"Apa lu gak pernah mencari keberadaa bude lu gitu? " tanya Hakim.


"Maksud lu? Kenapa lu tau bude gak ada di rumah gue, "


"Sebenarnya bude lu itu ada di rumah gue, bahkan saat ini pun bude masih tinggal bersama gue. "


"Lu serius Kim? " tanya Nijar memastikan lagi.


Kebahagian dan kecerian terpancar begitu jelas di wajah Nijar, saat ia mengetahui bahwa perempuan yang telah lama menemaninya kini telah di temukan, bahkan bude tinggal di rumahnya Nijar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2