
Menggali sumber kebahagian bagi dirinya adalah hal yang tak mudah, saat Vira mengetahui bahwa ternyata suaminya saat ini telah mengejar kembali mantan istri pertamanya.
Padahal Vira telah berusaha untuk mengubah sikap nya, lebih membuka hatinya untuk suaminya. Menutup rapat kisah cintanya dengan Zain mantan kekasihnya.
Sikap cuek kerap Nijar berikan pada Vira, bahkan tak ayal Nijar selalu pulang malam hanya untuk mengintai keberadaan mantan istrinya.
Dengan sangat terpaksa Vira harus menemui Nabila untuk pindah dari sekolah tempat dia mengajar saat ini.
"Assalamu'alaikum mba Nabila ya? "
"Wa'alaikumsalam iya mba? "
"Mba boleh saya berbicara sembentar dengan mba, ada hal yang ingin saya bicarakan sangat penting sekali? "
"Ohh yaa,, silahkan sangat senang hati."
Vira mengajak Nabila untuk mengobrol di tempat yang lumayan sepi karena takut di lihat oleh suaminya sendiri.
"Ada apa ya? Kenapa mba mengajak saya kesini? "tanya Nabila, karena merasa heran dengan ajakan Vira.
" Sebelumnya mba panggil saya Vira saja,perkenalkan saya istrinya Nijar. "
Nabila hanya mengangguk.
"Mba mungkin tidak pernah mengenal saya, tapi say kenal dengan mba, suami saya sedang mengalami puber ke dua mungkin dia begitu mengagumi mba. "
"Astagfirulloh..."
"Saya memohon pada mba untuk pindah mengajar dari sini, karena jika mba terus-terusan disini itu akan membuat suamiku semakin menggila pada mba. "
"Apaaa..? " Ucap Hakim dari belakan Nabila yang tiba-tiba datang.
"Kamu tau dari mana jika Nijar melakukan itu? "
"Sa-ya istrinya dan saya tahu jika suami saya sedang jatuh cinta lagi pada masa lalunya. "
"Kurang ajar. " Hakim mengepal tangannya karena tak terima jika istrinya di sukai oleh mantan suaminya.
"Dimana suamimu sekarang? "
"Pantas saja dia selalu bersemangat jika mengantar putrinya kesini ternyata ada tujuan. "
Melihat Hakim yang begitu marah Nijar. Vira merasa takut juga suaminya akan marah besar pada dirinya sendiri.
"Mba aku mohon jangan bilang ini dari aku.. "
"Aku takut jika bang Nijar marah besar padaku.
***
Di sore hari Vira yang sedari tadi hatinta sudah bimbang karena suaminya belum pulang juga, apalagi mengurusi tokonya.
Braaakk...
" Viraaaa... "
"Viraaa.... "
"Ada apa duk, kenapa teriak-teriak seperti itu, istri mungkin lagi tidur. "
"Diaaammm bude, aku sedang tak berbicara pada bude. "
Bude yang kaget dengan bentakan Nijar padanya untuk pertama kalinya.
"Viraaa.... "
__ADS_1
"Iya baang? "
"Bagus kamu keluar juga, apa yang kamu bicarakan pada Nabila dan Hakim hah? "
"Kamu sengaja melakukan ini semua Vira? Mau kamu itu apa si? "
"Maksu kamu apa bang? " tanya Vira gelagapan.
"Duk jangan marah seperti inu nanti terdengar oleh Caca putri mu. "
"Aku tidak berbicara pada bude tapi pada Vira."
"Jawaaab Vira, kamu gak usah mengelak? "
"Baaanggg... "
"Ternyata benar kamu yang bilang pada Hakim. "
"Baaanggg.... "
"Kamu puas Vira melakukan ini semua haaahh? Kesempatan aku untuk mendapatkan Nabila gagal. "
"Jadi benar bang kamu mau merebut mba Nabila kembali dari suami nya? "
"Ya jelas, karena Nabila milik saya Vira, dia harus bersama saya. "
"Lalu kamu anggap apa aku ini? " bagai tersayat-sayat, seluruh harapan yang telah di berikan kini seakan runtuh.
"Kamu akan tetap bersama ku Vira. "
"Kamu egois bang,kamu melakukan ini hanya sebagai pemuas nafsu mu sendir, lalu untuk apa kamu menikahi aku? "
"Dengar Vira semua ini tidak akan terjadi jika kamu yang tak memulai, kamu ingat perlakuanmu pada saya? "
Vira terdiam. Ia mengakui kesalahannya beberapa minggu kebelakan karena telah membiarkan suaminya seperti ini.
"Apaaa..? Kamu bilang apa salah? "
"Iya.Kamu salah karena telah kamu ingin merusak rumah tangga orang lain. "
"Cukuuupp Vira kamu tidak tau apa-apa. "
"Aku lebih tau segalanya di banding kamu bang. "
"Tau apa kamu soal perasaan hah? "
"Ya jelas aku tau bang, apa kamu lupa dengan siapa kamu menikah saat ini, perempuan yang kamu ambil dari seorang lelaki yang telaj berjuang. "
"Oh jadi kamu berani membandingkan aku dengan kekasih mu itu? Atau jangan-jangan kamu saat ini masih berhubungan dengan dia sama seperti saat aku lihat dengan Henna perempuan murah*n itu hah? "
"Ternyata kamu sama saja dengan dia sama-sama wanita murah*n, luarnya aja tertutup tapi ternyata kamu obral sana sini. "
plaaakkk...
Tamparan itu kini telah mendarat kembali di pipi Nijar untuk kedua kalinya.
Vira merasa hancur dengan ucapan suaminya itu, dengan enteng nya dua berbicara seperti itu seolah-lah diri Vira tak ada harga diri.
Terlanjur kecewa dengan ucapan suaminya Vira memutuskan untuk kembali ke orang tuanya. Vira tak sanggup jika harus hidup dengan laki-laki yang tak bisa melupakan masalalunya.
Hal yang paling di takutkan Vira ternyata terjadi.
***
"Mabaa kenapa menangis? " tutur Caca yang datang sembari memeluk Vira.
__ADS_1
"Apa papah menyakiti maba? "
"Jika ia Caca akan marah pada papah karena telah membuat maba menangis. "
"Engga sayang, maba gak papa ko. Maba hanya sedang sedih aja ingat sama ibu bapa maba. "
"Lalu kenapa Maba membereskan semua baju maba? Apa maba mau pulang, bukankah kemarin maba baru dari sana? Kenapa sekarang harus kesana lagi? "
Vira yang bingung harus menjawab apa pada Caca hanya bisa terdiam, dia tak tega jika harus meninggalkan Caca. Apalagi setelah tahu tentang Caca dia merasa sangat sedih.
"Maba gak akan pulang sayang, maba hanya sedang mencari selendang pemberian dari orang tua maba. Makanya maba membereskan semua pakaiannya. "
"Maba janji gak akan ninggalin aku kan? "
"Engga sayang, Maba janji akan selalu menemani kemana pun Caca. "
"Caca sayangg banget sama maba. "
***
Sedangkan di luar Nijar masih dengan emosinya karena tak terima di pukuli oleh Hakim karena ulah Vira.
Jika begini dia pasti tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan Nabila.
Nijar mengacak-acak rambutnya penuh frustasi.
*Aagggrrrhhh....
Kacau.. Kacauu*..
Bude memberikam teh hangat pada Nijar, untuk meredakan amarahnya.
"Di minum dulu duk? "
Tanpa di babibu Nijar langsung mengahabiskan air itu.
"Apa yang di katakan Vira barusan apakah benar duk? "
"Seperti yang bude lihat dan dengar, "
"Jadi kamu mencintai kembali mantan istrimu itu? "
"Iya bude,, apa aku salah mencintainya kembali?"
"Ya jelas salah duk, kamu mencintai mantan istrimu yang sudah bersuami itu. Nabila sekaranh sudah bahagia dengan kehidupannya duk, jangan kamu usik kembali. Mengingat semua kejadian yang telah kamu lakukan padanya dahulu apa itu akan membuat dia merasa simpati dan tertarik padamu? Bukankah itu akan membuat dia samakin membenci dan takut untuk bertemu dengan mu? "
Nijar menunduk.
Mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh Budenya itu. Ada rasa bersalah karena telah membentak bude nya barusan.
"Bude hanya berpesan jangan kamu lakukan hal yang sama kembali, kamu telah menyakiti Vira sekaligus putrimu sendiri. "
"Kamu seberapa besarnya putri mu ingin bertemu ibunya, dan saat ia tahu ibunya malah Henna tak mengakuinya, rasa sakit, kecewa, benci yang ia rasakan pada sosok ibu. Lalu kamu menciptakan itu kembali. Bagaimana jika Vira pergi dari sini? Bagaimana jika Caca mengetahui semua ini berasal dari papahnya sendiri? "
"Coba kamu pilikkan itu. "
Bude meninggalkan Nijar sendiri.
Saat ini pikiran dan hatinya sudah tertutup pada Caca dan juga Vira yang ia pikirkan adalah Nabila. Apa yang harus ia lakukan supaya bisa bertemu dengan Nabila.
Wildaannn..
Iya wildan gue harus minta pendapat pada dia, karena wildan satu-satu nya orang yang gue percaya saat ini.
Apa tanggapan wildan tentang semua ini?
__ADS_1
...****************...