
Tirai ruangan sudah si tutup menandakan bahwa operasi pada Vira akan segera di mulai.
Aku tak melihat keberadaan putriku, dimana Caca sekarang.
"Caca mana Kim? " tanya ku pada hakim.
"Tidur sama Nabila. "
"Oh, syukurlah. "
"Itu laki siapa sih jar? " bisik Wildan padaku.
"Orang yang mendonorkan dar*ah nya untuk Vira. "
Nijar tak mengetahui sama sekali jika pria itu adalah Zain kekasih Vira dahulu. Meskipun Nijar telah membuat Zain terluka.
"Pak? Ini saya mau mengembalikan kunci mobil nya. " ucap Zain.
"Kunci mobil ! "
"Iya pak, saya yang tadi bapa pinjam motor saya. "
"Jadi kamu, aduh saya bener-bener minta ma'af ya karena tidak mengenali kamu, soalnya kamu menggunakan masker. "
"Gak papa om, saya pamit pulang. "
"Saya sangat berterima kasih sekali sama kami karena kamu telah mau mendonorkan darah kamu buat istri saya.
Zain hanya tersenyum, lalu meninggalkan Nijar.
*****
Alhamdulillah proses operasi Vira berjalan dengan lancar,Kami semua yang ada disini sama sekali tidak ada yang tidur, terkecuali bapa bekerja seharian lalu saat istirahat mendapati kabar putrinya begini.
" Nak Nijar sebenarnya apa yang terjadi pada Vira hingga harus seperti ini?"tanya ibu.
"Ma'afkan saya bu! Ini semua kesalahan saya, saya yang telah gegabah memasukan orang yang ternyata dia sendiri adalah musuh terbesar ku. "
"Maksud kamu? "
"Semua ini terjadi karena bibi ku bu! "
"Nijar sungguh sangat meminta ma'af. "
"Jadi semua ini karena ulah bibi mu? "Tiba-tiba bapa terbangun dari tidur nya.
" I-iya pak. "
"Baiklah kalau begitu, setelah Vira sadar nanti saya akan membawa Vira pulang kerumah. "
"Loh gak bisa gitu dong pak, saya ini suaminya saya yang lebih berhak atas istri saya sendiri. "
"Saya tahu, tapi apa mungkin kamu bisa menjamin bahwa bibimu tak akan melakukan ini lagi pada Vira?"
"Yakin! Karena bibi saya sendiri sudah menghilang dari rumah entah kemana perginya. Lagina apa hak bapa terhadap Vira? " tanya Nijar yang merasa kesal dengan ucapan bapa mertuanya.
__ADS_1
"Saya orang tuanya. "
"Orang tua! Hiih! Bapa lupa kalau bapa sendiri yang bilang bahwa bapa bukanlah orang tua kandung dari Vira? "
Bapa hanya tertuduk, ibu yang merasa tak suka dengan penuturan menantunya itu ingin membalas. Namun di halang oleh suaminya, bagaimana pun juga status mereka tetaplah orang tua bagi Virq, meskipun mereka juga sangat menyadari bahwa hanyalah sebatas orangtua angkay bagi Vira.
"Jika bapak ingin Vira terjaga maka saya akan selalu melindunginya, menjaga nya dari segala sesuatu yang akan membuatnya bahaya. "
"Jar, jangan gitulah sama bapa mertua mu sendiri, dia sudah tua lu gituin. " ujar Luki.
"Dia sendiri yang mulai. "
"Ya tapi gak gitu juga kali caranya, meskipun dia bukan orang tua kandungnya, tapi bapa mertua lu itu begitu sangat menyayangi Vira. "
"Jadi lu jangan egois dong jar, cinta mereka begitu besar bagi Vira, bagaimana mereka memperlakukam Vira dengan baik , menyayanginya. Sedangkan lu Nikah belum satu tahun tapi lu udah membuat dia menderita. "
"Tapi lu gatau gimana ibunya. "
"Gue tau dan gue juga sangat mengetahuinya. Meskipun dia seperti itu pada Vira, dia hanya ingin Vira hidup bahagia tapi apa lu malah membuat Vira terluka. "
"Wooyyy,, kalian berdua kenapa malah berantem si. " Ucap Wildan.
"Berisik! "
"Lah lu yang berisik napa gue yang di salahin. "
"Berisiiikk! " Jawan Nijar dan Luki kompak.
Sedangkan Hakim hanya bisa mengelus dada melihat tingkah mereka berdua, sama-sama si keras kepala jika di beri tahu.
"Paapaaahhh... ! "
"Caca sayang, kamu sudah bangun nak? "
"Sudah pah.papah aku udah bangun malah ditanya sudah bangun lagi. "Mendengar ucapan Caca membuat kamu yang ada disini tersenyum.
" Pah semalam Caca bermimpi maba sama Ibu, katanya Caca harus jadi orang yang kuat dan hebat. Terus di sana itu ada seorang laki-laki tapi wajahnya tidak jelas, dia bilang aku ayahmu. "tutur Caca.
" Itu hanya bunga tidur sayang, mungkin Caca sangat merindukan Maba yah? "
"Tapi kenapa mimpi itu seperti nyata Ibu juga memeluk Caca, Pelukan itu hangat sekali Pah. "
"Mungkin suatu saat nanti Caca akan bertemu dengan ibu di surga kan pah? "
Sakiiitt sekali rasanya, saat Caca putriku memimpikan ibunya sendiri, asal kamu tau nak ibu mu sebenarnya masih hidup sayang. Dia telah mati hati nya untuk mu.
"Mabaa mana pah? Apa mab sudah bangun? "
"Sabar ya nak, Caca harus semangat mendoakan Maba nya. "
Caca mengangguk...
"Oke! Sudah selesai kan jar, bagaimana menurutmu tentang pendapat Nabila? "
"Oke! "
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu bagaimana jika ibu dan bapa tinggal di rumahnya Nijar, sampai Vira bisa sembuh total. Atau kamu Nijar yang mengalah tinggal di rumah ibu mertuamu. "
"Taa-tapii.. "
"Gak usah banyak aa-ii. Mau gak? "
"Ya sudah saya akan mengalah Vira akan tinggal bersama ibu dan bapak. "
"Kertas mana kertas? " ujar Wildan heboh.
"Apaan si.. "
"Ya kita harus buat perjanjian ini, siapa tahu lu bakalan melanggarkan jar? "
"Betul tu apa yang dikatakan si Wildan, lu kan sering banget buat kesalahan jar. "
"Ya, ya udah gue nurut aja sama lu. "
"Ok! " balas Wildan dan Luki berbarengan.
****
Di tempat tinggal Nabila dan Hakim, bude mondar-mandir kesana kemari karena sudah merasa sangat cemas, entah apa yang terjadi pada dirinya.
*Kenapa dengan ku, apa yang terjadi pada diriku? Kenapa bayang-bayang itu selalu saja menghantuiku.
Ada apa sebenarnya dengan semua ini, kerinduanku pada cucu ku sangat lah besar, apa ini semua ada kaitannya dengan keadaan sukma dan putrinya?
Ya alloh semoga engkau senantiasa melindungi mereka . Pertemukanlah hamba denga mereka*.
Bude yang merasa dirinya sangat galau gulandah, memutuskan untuk pergi saja dari rumah ini, karena dirinya juga sudah sangat merasa malu terus ikut menumpang disini.
"Budee? Bude mau kemana? " tanya salah seorang tetangga.
"Mau mencari Cucu saya. "timpal bude sembari meninggalkan tetangga nya.
Sang tetangga yang meresa aneh dan heran pada bude itu, langsung menghubungi Nabila.
”Mba Nabila ini bude pergi dari rumah. ”
”Astagfirulloh ya Alloh, bu tolong cegah bude jangan pergi. ”
”Sudah saya bilangin mba, tapi dia malah pergi dan bilang katanya mau mencari cucunya. "
”Ya Allohh bude. ”
”Lebih baik mba Nabila segera pulang deh, saya kasian melihat bude seperti orang yang bingung begitu. ”
Panggilan telpon pun berakhir, sang tetangga pun akhirnya mau membantu mba Nabila mengikuti kemana perginya bude.
Nabila yang berada di rumah sakit pun merasa sangat cemas, dirinya sangat bingung, ingin pulang tak bisa karena Caca begitu nempel pada dirinya, mau memberi tahu Nijar, tak mungkin karena kondisinya saat ini memang sangat tak baik.
Cucu ku kamu dimana sekarang nak? ini nenek mu, nene sangat merindukanmu. Cepatalah kesini nak?
Apakah bude ini adalah Nenek nya Vira?
__ADS_1
...****************...