Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 11 Duri di balik kawan


__ADS_3

 Ku ikuti mereka berdua entah akan kemana mereka berdua perginya, yang jelas mereka sepertinya tidak menuju rumah Henna. 


 ”Penginapan 24 jam”


Papan itu terlihat sangat jelas. Apa mereka menginap disini? 


 Jika benar itu adanya, aku sungguh beruntung telah berpisah dari Henna, namun satu kekecewaan terbesar ku Luki.Mereka berdua telah masuk kedalam penginapan tersebut.Hal ini sungguh membuat aku sangat penasaran sekali, karena aku tak mungkin bisa masuk secara bebas ke dalam sana. Akhirnya aku memutuskan untuo menunggu mereka berdua keluar. Hampir setengah jam aki menunggunya dan tiba mereka sekarang sudah keluar dari penginapan tersebut, ku ikuti mereka berdua, arahnya sudah menuju ke rumah Henna. 


 Sebuah penampakan yang membuat aku sangat terkejut mereka melakukan pelukan mesra  sambil kecup-kecupan. 


"Hennaaa.. Lukii.. "


"Ni.. nijar ? "


 "Oh jadi ini yang kalian lakukan selama ini di belakang aku,ternyata kamu memang pantas di sebut wanita murahan Henna. "


"Sorry bro,, tapi ini gak seperti yang lo lihat,, "


"Sorry lo bilang ki, gue udah bodo amat sama semuanya. "


"Sayaangg ko kamu bilang gitu, lebih baik kita jujur aja sama MANTAN suami ku ini, kalau kita ini sudah berhubungan sangat lama sekali. "ucap manja Henna pada Luki. 


"Maksud kamu apa Henna? "


"Gini yah bro gue jelasin yang selebar-lebarnya sak lo, gue dan Henna sudah sangat lama menjalin hubungan,apa lo ingat waktu lo cerita kalau Henna akan ketemuan dengan seorang cowo dan lo tau siapa cowo itu, itu gue Jar. Tapi karena kecerdikan gue semuanya tertutup dengan rapat. Tapi , sayang sahabat kita yang namanya Wildan itu ember banget mulutnya, sampemau memberi tahu hubungan gue sama Henna, karena sekarang sudah terlajur ketahuan sama lo Jar, gue akui hubungn gue sama Henna sudah cukup lama dan Saat Henna bilang Lo menceraikannya dunia gue seakan bersinar, wanita yang gue cintai akhirnya busa gue miliki.. Haa.. haaa... "


 "Jadii selama ini..? "


 "Gak usah di perjelas bro,,, lo pasti paham kan maksud gue? "


 "Oh iya,, sorry juga selama ini gue menusuk lo dari belakang. Gue adalah orang di balik semua kekacauan yang terjadi pada diri lo."


 Emosi ku tak dapat tertahan, tanganku yang sudah mengepal melayangkan pukulan pada wajah Luki. 


 "Santai dong bro gak usah main tangan gitu. "


"Gue bener-bener gak nyangka sama lo ki, gue kira lo beneran sahabat terbaik gue, tapi nyata nya orang yang terdekat adalah musuh gue sendiri. "


 "Eittss,, jangan bilang begitu dong broo,,, kasian yah hidup lo Jar udah mantan istri pertama nikah sama sahabat sendiri, sekarang Henna lebih milih gue di bandingkan lo. "


"Lo gak usah sok kasian sama gue ki, yang kasian tuh elu dapat wanita bekas. "


"Tutup mulut kamu Nijar, "ucap Henna. 


"Uuuppss! ke sindir yahh? "


"Ohh iya bro gue lupa ingetin lo, kalau lo nanti sampe nikah sama dia, jangan lupa ingetin utamain anak di banding jadi lon**e."


 Aku pun meninggalkan mereka berdua, ternyata memang benar mereka semua bukan sahabat terbaik gue, semua mereka lakukan untuk menutupi busuknya diri mereka sendiri. Tak ada rasa cemburu ataupun apapun itu saat aku melihat luki bersama Henna, semua berjalam seperti biasanya, tak ada rasa sedih atau pun lainnya. Berbeda saat aku melihat Nabila bersama dengan Hakim, hatiku rasanya sangat teriris sakit sekali. 


 Astagfirulloh ! 


 Aku sampai lupa, kalau aku meninggalkan Abisha bersama bude di rumah,ku perpercepan mengendarai motor ku dengan sangat tinggi. Khawatir juga jika ada pembeli yang datang ke toko ku. 


 "Ini cucu sayaaa.. "

__ADS_1


 "Bukan ini cucu sayaa, kembalikan.. kamu pasti mau menculik cucu saya ... "


suara orang yang sedang berantem di barengi dengan suara tangisan anak kecil. 


 "Ibuu,, Budee.. "


 "Nijar anakmu mau di ambil sama diaa. " ucap bude sembari menunjuk ke arah ibu mertua ku. 


 "Engga Jar , dia yang ingin menculik Abisha, tadi waktu ibu kesini, ibu melihat dia sedang menggending Abisha. "


  Aku tak menjawab ucapan mereka berdua, aku hanya terfokus pada Abisha yang menangis.Aku langsung menggendongnya kepangkuanku. 


 "Buu,, budee..Nijar jelaskan pada kalian berdua.Ini ibu Mila bude, dia nene nya Abisha orang tua nya Henna . Dan ini Ibu bude Yati, tentangga rumah ku dulu bu. "


 Ibu dan bude saling pandang. 


 "Aduhh ibu maafkan saya yah, saya kira ibu mau mencul*k Abisha. " Ucap bude pada Ibu Mila, dengan menjabat tangannya penuh permohonan. 


 Namun reaksi Ibu pada bude sungguh sangat jauh berbeda, matanya menatap penuh kebencian. Apa  Ibu tak suka jika Bude dekat dengan Abisha? 


 "Ibu pamit dulu Jar, lain kali kalau mau titipin anak ke ibu aja jangan ke orang lain, "


 Aku mengangguk. 


 "Aduuhh...Bude maafin ibu nya Henna ? Karena ini kalian jadi berantem. "


 "Gak apa-apa ko duk, ini juga salah bude sendiri karena langsung menilai dia pencul*k."


"Kamu kemana aja Jar? Tadi bilangnya sebentar hari udah siang kamu baru pulang? "tanya bude.Lebih baik aku tak usah memberi tahu bude tentang apa yang terjadi pagi tadi. 


"Ohh,, Ya sudah. "


"Bude mau kemana? "


 "Bude mau pulang, kan sekarang udah ada kamu, jika kamu mau menitipkan Abisaha pada bude panggil aja ya? "


"Aa,, Makasih bude udah bantu jagain dulu Abisaha. "


 Aku memberikan satu kantong kresek kecil makanan untuk bude. Bude pun menerima nya dengan wajah yang bahagia. 


 Hari ini rasanya aku tak fokus untuk membuka toko, memikirkan keberadaan Wildan dimana.Di lema di antara dua pilihan Membuka toko atau mencari keberadaan Wildan. Apa aku telpon Hakim aja yah, coba tanyakan siapa tau Wildan ada menghubungi dia. 


 [ Assalamualaikum Kim? ]


 [Wa'alaikum salam. ]Suara panggilan menjawab dari sebrang sana bukan Hakim melainkan suara seorang perempuan apa ini  Nabila?


[Hallo..? ]ucap nya lagi. 


[Hakim nya ada Nabila? ]


[Mas Hakim sedang pergi keluar bang, ada yang mau abang bicarakan? Nanti Nabila sampaikan. ]


[Gak Nabila. Biar nanti saya telpon kembali jika Hakim sudah ada. ]


  Aku langsung menutup panggilan telponku, mendengar suaranya sedikit saja selalu membuat aku terluka. 

__ADS_1


 Harus kemana aku mencari keberadaan Wildan? 


 Drrrttt... 


 Pesan masuk:


 [Jar ini gue wildan,lo datang kelokasi ini. ]


 [Gue harap lo mau datang ke tempat ini, gue butuh bantuan lo. ]


 Orang yang aku tunggu akhirnya dia mengirimkana aku pesan, tapi pesannya Wildan seolah-olah memerlukan bantuan ku. Aku yang sudah sedikit membuka toko langsung ku tutup kembali untuk mencari keberadaan Wildan. Abisha aku titipkan dahulu pada Bude, karena tak mungkin juga aku membawa nya. 


 ____


  Sesampainya aku di lokasi yang sudah di kirim Wildan. Rumah tua? Apa wildan berada disini buat apa? Aku pun mencari celah supaya bisa masuk kesana , karena kulihat seperti ada orang yang menjaga rumah itu.Dengan berbagai cara akhirnya aku bisa masuk juga. 


 "Wiilll .. "Panggilku pada wildan, yang badannya di ikat tali dan mulutnya di tutup oleh kain. 


"Emm.. mmm.. mmm"Wildan melihat kearahku sambil melotot, aku tak mengerti apa yang wildan isyaratkan kepadaku,dengan percaya diri aku langsung berjalan mendekati Wildan. 


 proookk.. 


proookk.. 


 Suara orang bertepuk tangan. 


 " Nijarr.. sang pemberani, "


"Lukiii ? "


"Jadi ini semua ulah kamu menyekap Wildan? "


"Wiiss,, wiiis wiss.. Jangan sok jagoan broo, tanpa gue lo gak bisa apa -apa. "


"Maksud lo? "


"Ya tanpa gue lo gak bisa miliki Henna haaa.. haaa.. Ehh, tapi sayang kan sekarang lo udah cerai sama Henna, ini semua gara-gara sahabat lo yang bod**h itu. " tunjuk nya pada Wildan. 


"Gara-gara sahabat lo yang kelakuannya kaya ember, gak bisa menjaga rahasia jadi ia harus bisa mendapatkan hukuman yang sesuai dengan apa yang telah dia lakuin. "


"Maksud lo apa sih Ki? "


"Haaa.. haaa.. Ternyata lo sama-sama bod**hnya dengan dia. " Luki menunjukan sebuah vidio padaku, tentang dirinya yang sedang melakukan Hubungan suami istri dengan Henna.


 "Lo tau maksud dari ini?Gara-gara sahabat bajing**n lo itu memvidio aksi gue dengan Henna viral, dia mengirimkan vidio itu pada istri gue dan dia juga mau mengirim itu juga sama lo,,"


"Terus apa hubungannya sama gue Ki? " tanya ku penasaran. 


 "Ohh jelas ini semua ada hubungannya dengan lo jar, karena lo adalah orang yang paling gue benci, hidup lo beruntung jar beda dengan gue. Lo bisa menikah dengan Nabila, lalu lo juga bisa menikah dengan Henna meskipun lo menceraikan bini lo dulu Nabila. Tapi gue apa jar, hidup gue memang serba ada tapi untuk mendapafkan hati Henna begitu sulit, penolakan dan penolakan yang gue dapat. Dan kesempatan itu gue lakukan saat lo selalu mengeluh tentang Henna ,, haaa... haaaa... Gue berusaha mendekati Henna dan ya gue telah berhasil, meskipun semua itu terjadi setelah gue menikah. haa.. haaa. "


 Ketika Luki dengan fokus, aku berusaha melepaskan ikatan tali yang ada pada Wildan, mencari kesempatan untuk keluar dari sini. 


...  Bersambung...


 

__ADS_1


__ADS_2