Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 43 Pulang.


__ADS_3

Nijar yang merasa dirinya berhak atas keputusannya ini, menikah dengan wanita manapun yang ia inginkan.


*Apakah aku tidak pantas untuk memiliki banyak wanita dalam hidupku? Toh, bukannya wanita hanya memerlukan uang saja, mereka akan bahagia denganku. Sekarang aku punya segalanya dan aku bebas melakukan apapun sesuka hatiku, bukan soal menjaga kesetian dalam hidup, memiliki nya adalah suatu keberuntungan dalam hidupku. *


Ucap Nijar dalam hatinya, ketika ia memandangi foto sang istri di ponselnya.


Seharusnya dulu aku tak menceraikanmu Nabila dan aku juga tak perlu berpisah dengan Henna.


Nijar yang masih menyimpan foto mantan istrinya itu , terus ia pandangi, sesekali ia mengusap poto itu.


"Sayang aku pergi dulu sebentar ya... " Teriak Fitri padaku.


"Kamu mau kemana fit? "


"Ada urusan sebentar .. "


Nijar yang tak sempat menanyakan urusan apa, Fitri sudah jauh meninggalkan rumah. Nijar terdiam memandangi langit yang gelap di penuhi bintang-bintang.


Sial..!


Kenapa malah aku yang harus menunggu rumah dan Fitri dia malah enak main keluar, sedangkan aku hanya disini sendiri.


Apa lebih baik aku pergi saja kerumah Vira, melihat keadaannya.


Punya 3 sahabat tapi tak ada satu pun yanh menghubungiku, memberi tahu kabar Vira bagaimana. Bahkan Wildan dia yang selalu saja memberi kan informasi sekarang sudah jarang sekali menghubungiku.


Toko? Bagaimana keadaan toko ku sekarang ya, sudah lama aku tak melihat perkembangan toko, apalagi setelah kejadian Vira waktu lalu.


Nijar pun memutuskan menelpon Luki.


[Hallo ki? ]ucap Nijar


[Hallo... Ada apa jar, tumben lu telpon gue? Kemana aja lu selama ini? ]Timpal Luki dari sebrang sama, yang begitu ketus menjawabnya.


[Lu tau gak gimana keadaan Vira sekarang? ]


[Mana gue tahu, Vira kan bini lu. Seharunya lu yang lebih tau dong bukannya gue, lagian lu ngapain pake menghilang segala. ]


[Biasa aja kali ki, gue kan cuma mau tau gimana keadaan Vira. Lagia apa susah lu tinggal jawab pertanyaan gue. ]


[Jar, sorry! Gue lagi ada kerjaan, bos gue manggil. ]


Tutt.. Tutt.


Panggilan pun dimatikan secara sepihak


Hupss, Kenapa mereka semua seakan-akan bungkam padaku tentang Vira.


Nijar pun memutuskan untuk datang ke rumahnya Vira, karena ia mendapati kabar bahwa ternyata Vira sekarang sudah pulih dan mulai mengingat siapa dirinya.


Di perjalanan, Nijar yang tak hentinya memikirkan bagaimana cara menjelaskan kepada kelurga Vira tentang dirinya yang selama satu bulang itu tidak ada kabar sama sekali.

__ADS_1


Dari kejauhan Nijar melihat di rumah orang tua Vira ternyata ada bude, hal itu membuat dirinya begitu bahagia.


"Viraa? Budee? " Ucap Nijar yang lansung mendekati.


Vira dan Bude yang kaget melihat kedatangan Nijar hanya bisa terdiam dan saling lempar pandang.


"Nijarr..! "


"Iya bude ini aku Nijar. "


"Ya Alloh duk. Kamu ini dari mana saja, kasian istrimu kamu tinggal selama ini. "


"Bude sejak kapan ada disini? " Tanya Nijar yang merasa sangat heran.


"Kemarin jar,, Bude senang sekali bisa di rawat sama kawanmu itu. " Ujar bude polos, lantas hal itu membuat Nijar menaikan alisnya.


"Iyaa, Luki.. Kawanmu kan? "


Nijar terdiam.


"Kamu kenapa diam? "


"Maksud bude, selama ini bude di rawat oleh Luki?Tapi kenapa luki tak pernah memberi tahuku. "


Bude mengagguk.


"Ternyata kamu masih ingat aku juga bang, kirain aku kamu lupa. " Ujar Vira yang melihat sinis kearah nya.


"Kamu sudah mengingat aku Vir? " tanya Nijar.


"Jangan bicara seperti itu Vit, maafkan abang karena selama ini tak ikut merawat kamu. "


Bude melirik ke arahku.


"Makanya duk , kamu ini harus bisa merawat istrimu dengan baik, bukan malah menghilang. Kalau sudah begini siapa yang rugi? "


"Maaf bang, bukan maksud aku bicara seperti itu tapi kenyataanya, bahkan di saat aku mulai ingat siapa aku kamu malah tidak ada di sampingku.Apa karena aku tak bisa melayani mu? "


"Viiir, abang gak ada maksud seperti itu, selama ini abang di sekap oleh orang dan abang baru bisa kabur saat ini. " Kilah ku pada Vira, aku tak ingin Vira mengetahui kabar tentang pernikahanku saat ini.


"Di sekap? Apa iya, orang yang di sekap itu tak mungkin bisa serapih ini bang, biasa mereka-mereka itu akan berantakan pakaian yang kotor dan muka yang kusam. "


Aku tak berkutik saay Vira berkata seperti ini.


"Tapi Vir abang tak bohong, abang benar-benar di sekap. "


"Oke! Jika menurut mu begitu, aku akan ikut percaya sama kamu bang, Tapi tidak untuk kedepannya. "


"Terimakasih Vir , karena kamu sudah percaya padaku. " Dalam hati Nijar, ia bersorak ria karena Vira mau percaya dengan ucapannya.


"Aku akan membawa mu pulang ke rumahku Vir . Oh iya! Caca mana? " tanya ku.

__ADS_1


"Lagi main sama Lu.. "Vira yang berhenti bicara di langsungkan oleh bude.


"Luar, ia lagi keluar jar." Ucap bude gelagapan.


Kenapa bude sekarang seakan menjaga jarak padaku, bahkan ia sama sekali tak menanyai kabarku, bagaimana apakah aku sehat atau tidak dan luki kenapa dia tak memberi tahu ku bahwa bude selama ini ada bersama nya.


Aku harus tanyakan ini semua pada luki, enak aja dia menyembunyikan bude dari aku selama ini, emangnya dia siapa bisa melakukannya.


"Lebih baik kamu segera pulang jar, bereskan rumahmu nanti kami akan segera kesana. " ucap bude lagi.


Aku yang spontan kaget mendengar penuturan bude yang menyuruh aku untuk segera pulang. Bahkan Vira hanya berdiam saja tak melarang bude.


"Tapi bude, aku rindu dengan istriku apalagi bude siapa kami, enak saja bude mengusir ku seperti itu. "


"Kamu ini di beri tahu malah ngeyel ya. "


"Heh bude aku ini suaminya Vira dan aku berhak atas Vira, sedangkan bude apa hak nya. Bude itu hanyalah orang lain yanh kebetulan di rawat oleh ku. "


Bude terdiam tak merespon ucapan ku, sepertinya ada yang mereka berdua rahasiakan dariku tapi apa?


"Baiklah aku akan pulang bude, dan sebentar lagi aku akan kesini lagi. "


*Lagi susahnya aja gak mau merawat, bagiam. Udah pulihnya baru mencari. *


...Ucap bude pelan. Namun terdengar olehku, sekilas aku melirik ke belakang. ...


Apa sebenarnya yang terjadi pada Vira selama sakit kenapa dia jadi seperti ini.


Triiinnngg.....


Triiinnngg....


Ponsel ku berbunyi, ada panggilan masuk dari fitri.


[Kamu kemana mas? ]Ucap Fitri langsung.


[A-aku habis dari luar mencari udaraha segar Fit, sumpek aku di dalam rumah terus. ]


[Awas saja kalau kamu pergi ke rumah oarng tua istrimu itu tanpa bilang padaku. Maka aku takkan segan-segan melakukannya. ]


[Iyaaa.. Aku gak kesana , aku lagi dirumah ku Fit. ]


[Apa! kamu sedang di rumahmu yang dulu Mas, untuk apa kamu disana? Apa kamu sengaja melakukan ini semua supaya terhidar dari aku mas? ]


[Fit aku hanya rindu dengan rumahku, apa salahnya aku pulang ke rumahku sendiri, lagian rumah ini sudah satu bulan lebih kosong Fit. Kamu juga pergi tanpa ajak aku kan? ]


Panggilan di matika begitu saja.


Aku mengirimi pesna singkat pada Fitri.


”Fit, malam ini aku akan menginap di rumahku, aku harus mengecek toko ku sendiri, jika kamu melarangku, aku akan tetapi berada disini. ”

__ADS_1


Tak ada balasan Fitri hanya melihat pesanku saja.


...****************...


__ADS_2