
Aku pun bergegas pergi keluar mencari keberadaan bude. Sejak aku pindah ke tempat baruku bude aku bawa kesini supaya Caca ada yang menemani.
"Caca lihat Nenek gak? "
"Gak tau pah, papah ayo dong kapan kita bertemu ibu? "
"Sabar dulu ya ca, papah lagi cari bude dulu. "
"Papah gitu, papah gak sayang sama caca. " ucap caca merengek.
"Ada apa caca kenapa caca sedih? Ada apa Jar? " tanya bude yang muncul tiba-tiba.
"Papah bohong terus sama caca nek. Papah janji mau ajak caca ketemu ibu tapi selalu bohong. "
"Sayaangg sama nenek sini, mungkin papahnya lagi sibuk na, kerjaan papah banyak sayang makanya papah gak bisa. "
"Tapi papah selalu bilang iya. "
"Budeee... " aku mengedipkan mataku, memberi isyarat bahwa aku ingin berbicara.
"Caca boleh nenek bicara sebentar sama papah caca, nenek mau jewer kuping ayah toss.. " bude membuat caca senyum, memang bude adalah orang pertama yang bisa membuat caca senang dan bahagia.
Aku mengajak bude untuk berbicara empat mata karena takut ada orang lain yang melihat.
"Ada apa duk? "
"Bude gimana pendapat bude jika aku menikah kembali? " tanya ku
"Memang nya kamu mau menikah dengan siapa duk? Apa kamu sudah yakin? "
"Nijar juga bingung bude, tapi ini gak ada cara lain , Nijar sedih melihat caca yang setiap hari ingin bertemu ibunya. Nijar harus cari kemana bude keberadaan Henna. "
"Bude hanya bisa mendoakan saja duk, jika itu yang terbaik buat kamu bude dukung. Tapi, jika itu membuat mu merasa ragu, bude harap kamu pikirkan secara matang lagi. Bukan bude sok tau, tapi kamu harus ingat dut, kegagalan pernikahanmu dulu harus menjadi pelajaran yang berharga, jangan sampai salah langkah lagi. " Apa yang dikatakan bude benar, aku tak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.
"Nijar akan ikutin apa yang bude katakan, "
"Semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang baik ya duk. "
"Amiin bude.. Oh iya bude kalau menurut bude Fitri bagaimana? "
"Fitri yang man duk? "
"Fitri yang suka bantu-bantu bereskan barang. "
"Fitri yang itu toh, tapi kalau menurut bude sih dia itu kaya sembrono gitu duk, agak sedikit haus pujian jika bekerja. Kalau sama yang satu pagi tuh siapa namanya jar? "
"Vira bude. "
"Nah dia, bude setuju orang nya itu udah baik, sopan, rajin lagi. "
"Begitu yah bude, "
"Bude hanya berpendapat duk, semua itu kembali lagi sama pilihanmu sendiri. "
Pilihan bude dan aku sama, aku memang sedikit ada rasa dengan Vira, benar apa yang di bilang bude dia itu sopan dan kalem menurutku. Tapi, Fitri menurutku juga lebih menarik, apa lagi saat barusan dia menawarkan diri menjadi istriku, jantungku seakan berdegup kencang.
"Ya sudah bude, nanti Nijar pikir-pikir lagi, sekarang Nijar mau membawa Caca main keluar dulu. "
"Ya sudah hati-hati. "
____
"Caca sayang mau main gak sama papah? "
"Horeee..! Caca mau pah, papah mau ajak caca bertemu ibu? "
"Sekarang caca ikut aja dulu. "
"Asiiikkk... Nenekk? Nene? Caca mau ketemu ibu. " panggil Caca pada bude, hingga membua bude lari dari dalam untuk keluar melihat caca yang berteriak.
Nenek hanya tersenyum dan melambaikan tangan.
__ADS_1
Di perjalanan Caca tiada hentinya membicarakan ibunya, hingga membuat emosi ku tak terkontrol.
"Caca bisa diam gak sih, papah lagi fokus. " ucapku sambil membentaknya.
Caca terdiam.
"Caca maafin papah sayang,papah gak bermaksud berbicara seperti itu sama kamu sayang."
Caca dengan cepat membuka pintu mobil dan lari keluar, aku bingung dan panik.
Ca maafin papah sayang, seharusnya papah gak berkata seperti itu sama kamu nak.Seharusnya papah bisa memahami apa yang kamu rasakan sayang.
Aku mencari kesana kemari keberadaan Caca, namun tak jua kutemui. Kemana kamu ca? Papah mencari mu sayang.
"Henna...? " Bukan caca yang kutemui melain kan Henna ibunya, andai kamu berada disini sayang.
"Maaf siapa yah? " tanya nya heran padaku.
"Aku Nijar,mantan suami mu. "
"Ohh Nijarr, pantas saja penampilannya gak jauh berbeda dari dulu sama-sama lusuh.. Uuupsss ma'af. "Ternyata Henna belum juga berubah.
" Ya seperti yang kamu lihat saat ini."
"Sayaaangg kamu dari mana aja sihh, aku mencari mu? " Belay Henna dengan manja pada seorang pria yang aku sendiri tak mengenalinya. Apa Henna sudah berganti lagi pasangan?
"Dia siapa babby? "
"Ohh dia.. Dia itu mantan suamiku Sayangg. "
Pria itu senyum sinis.
"Henna aku mau bicara sebentar sama kamu?"aku menarik tangan Henna.
"Heh kamu mau apakan pacar saya? Tanyanya padaku.
" Bukan urusanmu. "pria itu langsung melepaskan genggaman tangannya dari Henna.
"Haa... haa apa kamu bilang anak? Itu anak kamu ya bukan anak ku.Aku gak perduli sama dia mau dia menangis darah pun aku tidak pernah perduli.Bahkan jika dia mat*i pun aku bodo amat."
Plaakkk...
Dengan reflek aku menampah Henna.
"Kamu menampar ku Nijar, berani sekali anda pada saya, hidup mi*skin sok soan. "
"Jaga mulut mu Henna, susah payah saya menjaga nama baikmu di hadapan Caca tapi kamu malah tak pernah memperdulikannya. "
"Papaaahhh...? " suara anak kecil memanggilku.
"Caca . "
"Papah apakah ini ibu? " tanya Caca langsung memeluk Henna.
"Heehh siapa kamu, saya ini bukan ibumu ya? Minggir sana. "
"Engga Tante pasti ibu caca, buktinya papqah sedang bersama ibu. "tutur Caca penuh keyakinan.
"Heeh anak kecil, kamu dengar yah saya ini bukan ibumu. "
"Engga ini ibuuu.. " pelukan caca semakin erat pada Henna, membuat aku merasa sakit sekali, andai kamu tau ca dia memang ibumu. Tapi, ibu yang berhati ib*lis tak memeliki rasa kasihan sedikit pun padamu.
"Papah ini ibu kan? "
"Sini Caca sayaang.Ini itu bukan ibu Caca ibu Caca ternyata sudah meninggal sayang, ini tante yang memberi tahu kalau ibu caca sudah tiada sayang.Jadi sekarang caca tak perlu bertanya lagi soal ibu caca sayang."
"Papah pasti bohongg, ini ibu kan? "
Aku tak mampu berkata, apa yang harus aku katakan lagi pada caca, mulutku ini seakan sulit untuk berbicara ada rasa sesak yang menjalar di tubuhku ini. Sikap Henna yang tal bisa berdamai dengan Caca sungguh meninggalkan memori menyakitkan untuk caca kelak.
"Heh bocah kalau sudah di beri tahu itu nurut bukan malah ngeyel, di bilang bukan ibumu malah tetep kekeh. "Henna mendorong Cacw begitu kerasnya, hingga membuat caca terjatuh.
__ADS_1
"Ibuu Jahaat.. "
"Caca benci ibuu.. "
"Caca gak mau bertemu ibu lagi. "
"Bodo amat. " ucap Henna meninggalkan Kami.
Kamu sungguh jahat Henna, darah daging mu sendiri tak kamu akui, dimana hati nurani mu Henna? Dimana?
Ibu mana yang memperlakukan anaknya sendiri seperti ini?
"Sayang papah kamu dari mana aja nak? " tanyaku pada Caca.
"Caca di anter sama tante bidadari. " Tunjuk caca kebelakang ku.
"Nabilaaa...? " Aku kaget orang yang mengantarkan Caca ternyata Nabila.
"Assalamu'alaikum bang? "
"Papah ko gak di jawab salamnya? "
"Ahh iyaa,, wa'alaikumsalam Nabila. "
"Ini putri mu bang? Cantik sekali persis ibunya. "
"Caca gak punya ibu tante bidadari."
"Loh kenapa sayaangg? "
"Caca benci Ibu, caca gak mau punya Ibu. "
"Caca gak boleh bilang begitu sayang, nantiibu caca sedih. "
"Tapi ibu caca gak sayang sama caca tante bidadari. " Aku begitu kagum melihat kedekatan Caca sama Nabila. Untuk kesekoan kalinya caca bisa dekat lagi dengan orang lain.
"Ibu caca sayang banget sama caca, sama seperti papah caca menyayangi Caca. "
Caca hanya diam.
"Nabila kamu sedang disini? "Tanyaku.
"mm iya bang,"
"Kamu sama Hakim kesini? "Aku yang mencari keberadaan Hakim karena tak mungkin Nabila keluar sendirian apalagi aku melihat Nabila sepertinya sedang hamil, sudah lama juga aku tak bertemu Hakim sejak pertemuan terakhir di rumah sakit dulu.
Nabila hanya mengangguk.
"Makasih ya kamu sudah buat Caca tenang. "
"Sama -sama bang. "
"Caca sayang kita pulang ya? " ajakku pada caca.
"Gak mau Caca mau disini sama tante bidadari. "Caca menolak ajakanku untuk pulang.
"Caca, tante bidadari nya kan sama juga mau pulang saya, nanti ketemu lagi sama tante bidadari nya, iyakan tante bidadari? "
"Apa yang di katakan papah Caca benar sayang, nanti tante bidadari pasti akan sering bertemu dengan Caca. "
"Asiiikkkk.. Tante bidadari janji kan? "
"iya sayang tante bidadari janji. "
Caca pun langsung memeluk Nabila. Bayangan masa lalu aku bersama Nabila kembali terbesit, andai saja Nabila masih menjadi istriku mungkin Caca tak akan merasakan kesedihan ini.
Astagfirulloh..!
Aku ini berfikir macam apa sih, sudah jelas-jelas sekarang ini Nabila sudah hidup bahagia bersama Hakim.
...Bersambung...
__ADS_1