
"Lu kenapa jar? " tanya sahabatnya itu, sembari menepuk pundaknya.
"Ngagetin aja !! "
"Lagian lu pake melamum segala,Liatin apaan sih? "
"Tuh li liat kedapan. " ucap Nijar sembari menunjuk.
"Apaan? "
"pegawai? "
"Kasir? "
pertanyaan Wildan dan Luki yang saling jawab.
"Bukaann, tapi perempuan dan Pria itu. "
"Ohh si Fitri kan itu! Sama siapa dia broo? "
"Lakinya! "
"Ya emang dia laki kata siapa cewe jarr. "
"Maksud gue itu dia sama suaminya. "
"Haaahh!! Apaa !! Suami? "
"Iya, yang due dengar dari pembicaraan mereka berdua tadi, "
"Jadi lu tadi ngikutin mereka? " tanya Wildan.
"Ya seperti yang lu lihat. "
"Dan lu masih mau berharap sama perempuan g*la seperti dia, ngapain lu mau terus-terusan sama dia, palingan juga tu perempuan ada maunya aja sama lu jar. "
"Ya engga lah, gue itu cuma penasaran sama lakinya, kaya gak asing kitu muka nya di gue. "
"Lu suka sama lakinya? "tanya Luki ngegas.
"Lu gak waras apa gimana? Udah di kasih perempuan baik kaya Vira aja lu nyari lagi yang lain. Entar kalau udah nyesel baru kerasa, mau gue ambil lagi bini lu? " cerocos Luki.
"Kalau ngomong tu gak usah nyerocos gitu lah ki, santai. " Timpal Wildan.
"Ya namanya juga gue penasaran wil,, "
"Ya gak gitu juga kali. "
"Mau bantuin gue kaga? " Tanya Nijar pada mereka berdua.
Wildan dan Luki saling lempar pandang tak mengerti dengan permintaan bantuan nya Nijar, Apa nya yang harus di bantu bukankah Nijar sendiri sudah melihatnya.
Sedangkan Nijar tersenyum sinis melihat kearah sepasang suami istri itu, entah apa yang di pikirkannya.
"Mau bantuin gue kaga? "tawar Nijar.
"Bantuin apaan? "
"Buat ngerjain mereka berdua, lu nyamar jadi Cewe Wil. "
"Ceweee? "
"Iyaa.. "
"Emangnya gue cowo apaan sih jar, segitu nya banget lu sama gue. "
"Pokonya lu nurut aja deh sama permintaan gue."
__ADS_1
Entah rencana apa yang akan di lakukan Nijar pada pasangan itu.
Wildan akhirnya mau membantu Nijar, meskipun dengan sangat keterpaksaan karena ia sangat malu sekali menyamar menjadi seorang perempuan. Ini adalah hal konyol pertama kali nya Wildan melakukan ini.
Mereka bertiga sudah siap - siap, Nijar yang menyaksikan rencana sendiri.
"Papiiihhh..Papiihh tega khianati cinta mommyy" Ucap wildan yang merengek pada pria itu.
"Kamu siapa ? " tanya pria itu.
"Seharusnya aku yang tanya papiihh siapa perempuan ini? " tunjuk pada Fitri.
Fitri yang panik melihat perempuan jadi-jadian itu, di tambah rasa malu yang ia tanggung. Apalagi dirinya sudah di ketahui banyak orang karena sudah berselingkuh dengan kekasihnya itu, kecemasan yang terlihat dari raut wajahnya Fitri.
"Siapa dia sih sayangg? " tanya Fitri.
"Aku juga gak tau sayangg,,"
"Heeyy kamyuu,, ngapain yuu dekat-dekat dengan my hanny sweety ku? "
"Ouhh!! Jangan -jangan yu yang merebut hati si tampan aii? "
"Kamu jangan sembarangan bicara ya, saya tidak kenal dengan kamu. Lagian dia ini istri saya. "
"Papiihh jayaatt,, sangaat jaayaat sama mamihh.. "Ucap Wildan manja.
Nijar dan Luki tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang begitu lihat menjalankannya.
" Kamu apa-apaan sih jayat-jayat! Apaan lagi jayat? "
"Iyaa kamyuu dan kamyu papihh sangat jahat, ternyata kalian sudah menikah.. Huu... huu..huuu.. "
"Hehh! Kamu apa-apaan sih jangan buat malu saya. "
"Heeyy kamyuu! Perempuan yang merebut my hanny kuu,, dasar kamu jahaaattt!! "
Wildan yang terus melakukan aksinya terpaksa harus berhenti karena ada security yang datang.
Sebelum security itu menangkap Wildan Wildan sudah pergi duluan dan kini giliranku menghadap kepada mereka berdua datang sebagaim kekasihnya Fitri, sekaligus ingin mengakhiri hubungan ini.
"Ouuhhh jadi ini kelakukan mu yang sebenarnya Fit? Aku kira kamu beneran tulus sama aki, ternyata kamu juga sama-sama sudah menikah dengan lelaki ini. "
"Pamaan..!! " Nijar yang kaget melihat pria itu ternyata pamanya sendiri.
"Sayaangg,,kamu salah paham. " Timpal Fitri.
"Diaammm!! " bentak Nijar pada Fitri, saat ini dia sudah terfokus pada sosok laki-laki di hadapannya.
"Ini paman kan? Aku gak salah ini pasti paman! "
"Ma'af saya tidak mengenal anda. " tutur pria itu.
"Ada apaan si, sayaang siapa yang kamu maksud paman? " tanya Fitri.
"Diaaam!! "
Nijar yang masih syok melihat pamannya, setelah sekian lama ia tak pernah bertemu kembali. Namun ingatannya pada Pamannya tak mungkin pernah terlupakan.
"Kamu Nijar? tanya nya.
"Iya paman. Aku Nijar keponakan paman. "
"Ya alloh jar, jadi ini beneran kamu? "
Nijar mengangguk.
"Jadi paman sudah menikah dengan Fitri, perempuan ini. Terus bagaimana dengan bibi Tika paman? " tanya Nijar.
__ADS_1
"Paman sudah lama berpisah dengan bibi Tika jar, dia pergi meninggalkan paman saat paman masih di penjara jar. "
"Pisahh?" Nijar yang kaget mendengar penuturan pamannya itu.
"Ta-tapi kenapa bibi bilang tidak. " Ucap Nijar .
"Terus kenapa paman bilang sembunyi-sembunyi menikah dengan Fitri tanpa sepengetahuan Istri paman? " tanya Nijar.
Di posisi ini Nijar sangat bingung, pamannya yang bilang sudah bercerai dengan bi Tika. Namun berbeda dengan penuturan bi Tika. Mana yang benar.
"Kalau di ceritakan panjang banget jar. "
"Dan kamu fitri, saya tak menyangka ternyata kamu itu kekasihnya ponakan saya. "
"Alaaahh ternyata paman dan ponakan sama-sama mata keranjang udah punya bini tapi masih mau sama perempuan lain. "
Paman yang mendengar penuturan Fitri langsung melihat ke arah Nijar.
Nijar yang sangat merasa dengan ucapan Fitri itu hanya bisa menunduk.
"Maksudnya? Jadi Nijar juga sudah mempunyai istri begitu? tanya paman pada Fitri.
" Tanya aja sama ponakannya sendiri. Sudah ah males berhadapan dengan kalian berdua, bay! "
Nijar pun langsung menceritakan semuanya pamannya itu, apa yang di katakan Fitri itu semuanya benar, mereka berdua akhirnya sudah mengatahui kisah hidup masing-masing setelah bertukar cerita. Jadi ternyata bi Tika itu memanfaatkan kebaikanku.
Aku harus segera pulang karenw pastinya bi Tika akan melalukan hal yang lebih dari pada tadi siang.
Aku yang berpamitan pada paman dan kedua sahabatku.
****
Sesampainya di rumah ku lihat rumah sangat berantakan sampah makanan berserakan dimanapun bahkan kamar Vira pun sangat berantakan. Namun tak ada satu pun orang yang ada di dalam.
Aku mencari Vira ke toko.
"Kamu lihat Istri saya? " tanya Nijar pada pegawainya.
"Engga lihat pak. "
"Bi Tikaa?? " tanya Nijar lagi.
Mereka semua diam,menunduk tak ada yang menjawab pertanyaan Nijar.
"Kenapa kalian semuanya diam? "
"Emmm.. A-anu itu pak,a-a bibi pak bos te telah mengambil semua u-uang yang ada di kasir pak. "
"Apaaa? "
"Ma'afkam kita semua pak, karena sudah teledor membiarkan bibi paman masuk ke meja kasir. Kami sudah melarangnya untuk menjaga kasir, tapi bibi pak bos terus memaksa dan bilang bahwa dia punya hak ada semua ini. Makanya kami semua tidak bisa berbuat apa-apa pak. "
Nijar pun langsung meninggalkan toko, dia kembali kerumah.
"Papaaahhh... " teriak Caca putrinya.
"Sayaaaangg Maba mana? " Tanya Nijar.
"Papah dari mana aja? Maba kasian pah, maba sakit.. "
"Sakit? "Nijar langsung bergegas melihat ke kamar Caca, padahal barusan saja Nijar mencari mereka tidak ada tapi kenapa sekarang mereka berdua ada.
" Ini semua gara-gara tante jahat itu pah, tante jahat itu buat maba seperti ini. Caca benci Tante jahat. "
Apa yang telah di lakukan bi Tika pada istri dan putriku, hingga membuat Caca begitu sangat ketakutan.
...****************...
__ADS_1