Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 7 Menerima Takdir


__ADS_3

Aku pulang dari rumah Nabila dengan tubuhku yang seakan begitu tak berdaya. Hari ini adalah hari yang sangat buruk bagiku, lebih tepat nya seperti malam tanpa bintang. Rasa penyesalan itu terus saja menghantui hidupku semuanya seakan gelap tak ada sinar yang menerangi langkah kakiku.


Tiba-tiba melesat dalam bayangku saat kebersamaanku bersama dengan Nabila memori indah bersama Nabila. saat kami bercengkrama di halaman rumah, senyumnya yang indah mengiringi di bibirnya.Berbagai macam ingatan dalam pikiranku , tatkala aku membentaknya karena rasa masakan yanh tidak enak, padahal itu semua hanyalah kesalahan aku sendiri yang terlalu larut dalam lamunan menghayalkan hidup bersama denga Henna. Bagaimana juga dia dengan rela menawarkan poligami padaku, namun dengan keegoisanku aku malah menceraikannya.


Ya Alloh, kenapa semua ini harus terjadi!!!


_____


3 tahun kemudian.


Kini 3 tahun telah berlalu, kehidupan rumah tangga yang aki jalani bersama Henna begitu sangat memburuk, kelakuannya yang tak mencerminkan seorang istri dan seorang ibu, pulang pergi kerumah membawa laki-laki yang bukan pasangannya. Bahkan secara terang-terangan Henna selalu mengumbar kemesraan dengan pria manapun. Bukan aku terlalu bucin dan cinta padanya hingga aku bisa bertahan sampai di detik ini, tapi semua ini aku lakukan demi Putri kecilku.


Namun, sebuah kabar mengejutkan datang padaku, setelah sekian lamanya Nabila sendirian kini ia akan menikah, hal yang sangat membuat aku terkejut sekali pria yang akan menikahi Nabila itu ternyata sahabatku sendiri Hakim.Kenapa denganku?


Nabila bukan siapa-siapa aku, bahkan dari kami pun tak ada ikatan apapun, hanya sebagai mantan. Namun, bolehlah aku jujur? Ada rasa sakit dan perih yang aku alami.Rasa cemburu yang menggebu pada diriku.


"Jar, lo udah tau kalau si hakim mau nikah sama mantan istri mu? "tanya Luki.


"Ya..Saya sudah mengetahuinya, "


"Sudah gue duga sih, kalau hakim itu udah nyimpan rasa sama Nabila sejak dulu, tapi karena dia dulu udah nikah sama kamu jar, hakim berusaha menghilangkan rasa itu. Lagian jujur yah gue mah lebih setuju Nabila sama Hakim di bandingkan sama lo ha ha.. "


"Tega bener kamu sama sahabatmu sendiri ki? "ucap ku pada luki.


"Bukannya tega tapi ya gimana lagi, memang itu udah kenyataannya broo... "


"Sudah-sudah kalian berdua jangan berantem seperti ini. Yang terpenting sekarang kamu Nijar mau hadir gak ke acara pernikahannya Nabila sama Hakim? "tanya wildan padaku


"Entahlah gue juga bingung. "


"Ya elah ko malah bingung, menurut gue sih lo lebih baik hadir ke acaranya Nabila Jar, kalau lo gak hadir nanti bini lo si Henna bisa ngamuk besar karena menganggap lo gak bisa lupain Nabila. "


"Ya emang gue gak bisa lupain Nabila. "


"tau ah gue pusing sama lo Jar. "balas wildan.


Berbagai pendapat dari kedua sahabatku, tatkala aku bingung dengan keputusanku untuk menghadiri atau kah tidak. Tapi ada benarnya dengan apa yang di katakan mereka jika aku tak hadir akan membuat rumah tangga ku semakin sangat memanas dengan Henna, apalagi sekarang aku sudah memiliki seorang Putri ya meskipun awalnya Henna menolak keras saat dirinya tau bahwa sedang mengandung, berbagai cara Henna lakukan untuk mengug*urkan kandungannya. Tapi qodarulloh Alloh menginginkan Janin yang ada di rahim Henna tumbuh dengan baik. Tak ada kecacatan sedikit pun pada putriku.

__ADS_1


flash back ⬇⬇


"Nijaaarrr...? "


"Nijarrr...?"


"Iya ada apa Henna? " tanyaku padanya.


"Kamu gak lihat, wajahku yang pucat ini, badanku juga sangat lemah sekali. "


"Iyaa, memangnya ada apa? "


"Aku gak suka Nijar, dan kamu ngapain memasak tempe goreng aku tak suka aroma rempahnya . " Aku sungguh bingung dengan apa yang Henna bicarakan, apa hubungannya badannya yang lemah dan masakanku, padahal tempe goreng ini kesukaannya tak boleh tertingal menu yang satu ini.


"Nijarr, kenapa kamu malah melamun dan diam saja? "


"Cepat bawa kesana tempe gorengnya. " aku pun menggambil tempe itu, lalu aku simpan di kamarku, karena Henna sungguh tak suka dan tak mau melihat tempe itu.


"Mau aku antar ke dokter Henna? Mungkin kamu terlalu kecapean? "


"Kecapean dari mana Nijar, selama saya hidup saya tak pernah merasakan sakit yang aneh seperti ini. "


"Ya kamu bawa saya ke dokter dong. "


"Haaah? " aku kaget, barusan saja saya ajak untuk ke dokter gak mau. Lahh sekarang dia malah menyuruh saya untuk membawa nya kedokter.


Aku pun membawa Henna ke dokter, setelah menunggu beberapa antrian, kini giliran Henna yang di panggil dan aku hanya menunggu di luar saja, selang beberapa menit aku di panggil suster untuk masuk kedalam.Memasuki ruangan di sambut senyum dari dokter.


"Selamat ya pak atas kehamilan istrinya? "


"Haa.. Hamiill? "Rasanya aku sungguh tak percaya, apa yang aku dambakan dan aku inginkan kini telah menjadi kenyataan memiliki seorang anak.


"Iya pak istri bapa sedang mengandung usia kandungannya menginjak 9 minggu. " ucap dokter tersebut padaku.


Ku lirik ke arah Henna yang sedang terbaring lemah, menatapku dengan tatapan yang sinis.


"Oh iya pak satu lagi, karena mengingatkan ini adalah kehamilan pertama dari bu Henna saya sarankan untuk beliau istirahat jangan terlalu cape juga,karena saya lihat kandungannya lemah. Apalagi usia kandungan yang masih muda rentang untuk kegu**ran."

__ADS_1


"Terima kasih bu dokter. " aku pun berpamitan pada dokter tersebut.


Memapah Henna yang badannya lemas, tapi tak membuatnya lemah juga saat bicara, di sepanjang jalan tak hentinya dia mengoceh karena tak terima hamil.


"Ini semua gara-gara kamu Nijar, saya tak suka dengan kehamilan ini,,,"


"Lebih baik aku bun*h saja janin yang ada di perutku ini,,,"


"Bagaimana bisa aku hamil dari seorang laki-laki seperti mu, ,,"


"Anak ini pasti kedepannya akan membawa si*al dalam hidup aku, buktinya saja dia hadir di saat karirku sedang bagus."


"Bisakah kamu berhenti menyalahkan janin yang ada di perutmu itu Henna, dia bukan pembawa si*l."Aku benar-benar kaget dengan ucapannya, apakah dia tega menyalahkan darah dagingnya sendiri.


" Ha.. haa kamu bilang apa Nijar? Bukan pembawa si*l lalu apa hah? "


"Dia itu anugrah yang telah Alloh berikan buat kita, mengisi kekosongan rumah kita. "


"Sampai kapanpun aku takkan pernah menginginkan kehadirannya. "


Aku tak melanjutkan lagi pembicaraan apapun lagi, karena percuma saja jika aku menjawab tak akan pernah ada hentinya. Lebih baik aku diam saja.


Sesampainya kerumah Henna langsung begitu saja meninggalkan aku, aku mengikutinya takut dia melakukan hal yang baik pada kandungannya. Ternyata benar dugaanku Henna pergi kedapur mengambil sebuah pis*u.


"Hennaa? Apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu mau membu**h anak mu sendiri seligus diri kamu sendiri?" panggilku dengan emosi yang memuncak tak menyangka dengan yang Henna lakukan.


"Apa kamu pikir dengan melakukan ini akan membuat semuanya baik-baik saja hah? Engga Henna justru itu akn membuat diri kamu sendiri hancur. " Henna terdiam, dan ia menjatuhkan pisau itu.


____


Dari kejadian waktu itu aku selalu was-was dengan janin yang ada di kandungan Henna.Henna kerap ingin melakukan hal di luar nalar ku sendiri. Namun semua itu berlalu begitu saja dan kini putri kecilku telah lahir. Aku memberikan dia nama ”Abisha putri Nadira” Nama yang telah aku siapkan sejak aku bersamaa Nabila.


Dan kini Nabila akan menikah dengan Hakim.


Bagaimana kelanjutan kisahnya??


Maaf baru bisa up hari ini, di karenakan banyaknya pekerjaan.

__ADS_1


... Bersambung...


Bantu like, subcrike dan tinggalkan komennya.


__ADS_2