Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 29 Provokasi


__ADS_3

Harinya dilalui dengan penuh kecemasan namun semua itu tidak akan membuatnya merasa puas, gejolak menggerumuh di hatinya.


”Selamat siang pak!Untuk hasil tes dna nya bisa di ambil siang ini juga. ”pesan singkat dari rumah sakit.


Nijar pun bergegas pergi kerumah sakit, sebelum itu dia memberi tahu Henna dan Luki, mereka berdua harus berada di sini, menjadi bukti dari hasil tes dna ini.


"Kamu ngapain undang aku ke sini sih" omel Henna pada Nijar.


"Ya karena kamu adalah ibu kandung dari putri mu sendiri. "


"Lantas untuk apa juga kamu mengundang pria ini? " sindirnya pada Luki.


"Karena dia juga ada sangkut pautnya dengan kamu? "


"Terlalu di buat-buat anda ini. "


"Ini untuk hasil tes dna nya pak? " ucap seorang dokter.


"Baik.Terima kasih buk. "


Tak ada gerak-gerik Henna yang mencurigakan dia seakan tak punya beban sedikit pun.


"Jika benar anak yang sedang bersama ku bukanlah aku ayah biologisnya. Maka aku akan menyerahkan dia padamu. "


Henna hanya tersenyum.


Berbeda dengan Luki, keringat dingin bercucuran di badannya, dia begitu takut jika pada kenyataannya ternyata Caca adalah putri kandungnya sendiri, betapa bodoh dan brengsek dirinya karena telah membuang darah dagingnya sendiri. Tapi, kecemasan itu kian menggebu pada dirinya saat Luki di vonis oleh dokter ternyata dirinya mand**ul.Jika benar Caca adalah darah dagingnya, dia akan membawa putrinya itu pulang.


"Aku akan membukanya. "


"Hmmmm.. "


"Ha-sil tes dna Luki dan Caca ne-negatif. " ucapa Nijar gelagapan. Aku akan membuka hasil tes dna ku. "


"POSITIF! "


"Apa aku tidak salah lihat ini? " ucap Nijar sembari membaca berkali-kali hasip tes dna itu.


"Henna? Apa maksud dari semua ini? Kenapa kamu melakukan semua ini. "


"Hmmm,,, hanya soal begini saja kamu sudah terkecoh Nijar -Nijar, ayah macam apa kamu ini? "


"Stop kamu bicara Henna? Lalu kamu sendiei bagaimana? Ibu macam apa yang tidak mau mengakui anaknya sendiri? "


"Aku tidak munafik jar, memang aku sudah mengakui nya bukan dari awal? "


"CUKUP! Sekarang kamu tahu kan jar siapa ayah biologis putrimu, ya dirimu sendiri, makanya kalau jadi orang itu jangan terlalu percaya sama mimpi. "


"Ya sudah karena sekarang sudah jelas, jika Caca itu putri mu. "


Mereka berdua akhirnya meninggalkan Nijat sendirian.


Kebahagiaan terlihat daei raut wajahnya, saat mengetahui ternyata Caca memang benar putri kandungnya sendiri.


Dengan penuh semangat Nijar pergi kesebuah toko mainan, untuk membeli banyak mainan sebagai tanda ma'afnya pada putrinya sendiri.


****


"Jarrr.. Nijaarr? "


"Bibiii? "


"Jar bibi bolehkan ikut kamu? Bibi cape sama pamanmu itu. "

__ADS_1


Nijar mengangguk.


"Nijar mau belanja dulu ya bi, tunggu sebentar. "


"Kamu gak ajak bibi jar? "


"Bibi mau beli mainan juga? "


Tika hanya terdiam , karena dia sendiri pun tak tahu apa yang akan ia beli.


"Gak jadi ah jar, bibi tunggu disini aja, kamu jangan lama-lama jar? "


Nijar mengangguk.


Di dalam toko Nijar langsung mengambil semua mainan yang menjadi kesukaannya boneka dan mainan lainnya.


Apa aku juga harus membelikan Vira perhiasan sebagai tanda terima kasihku.


Nijar yang sudah berbelanja pun langsung keluar, melihat bibinya yang seperti ini, dia merasa sangat kasihan sekali, penderitaan hidupnya seakan tak pernah berhenti. Nijar begitu sangat menyadari bibinya itu begitu sangat istimewa dan sabar menerima Pamanku.


"Bibi mau beli apa? Biar Nijar belikan? "


"Gak usah lah jar, bibi hanya ingin segera kerumah mu. "


"Ya sudah. Tapi, nijar nanti berhenti sebentar ya bi, aku mau membelikan sesuatu dulu buat Istriku. "


"Kamu romantis sekali jar sama istrimu,"


"Bibi bisa aja. "


Bi Tika tak mengetahui jika aku sudah menikah lebih dari dua kali, bibi ku hanya mengetahui aku menikah satu kali saja dengan Nabila. Itu pun saat pernikahan ku bibi dan paman tao hadir sama sekali.


Mampir sebentar di toko perhiasan.


***


"Bude yati itu orang baik bi, dia tak pernah membuat Nijar kecewa, malaha sekarang bude yati sudah gak ada di rumah. "


"Apa dia melakukan kesalahan jar? " tanya bibi dengan penasaran.


"Hanya kesalahanku bi. "


"Kamu itu harus hati-hati jar sama orang baru,jangan seperti pamanmu itu, main perempuan aja kerjaanya. "


"Bibi doakan kamu gak seperti pamanmu ya jar, jangan bikin istrimu menderita seperti bibi, anak istri kerja hanya untuk mencari sesuap nasi jar, tapi pamanmu hanya bermain-main saja dengan perempuan lain. "


Nijar tak menjawab.


"Sebentar lagi sampai bi. " Nijar mengalihkan pembicaraannya.


"Rumahmu masuk perumahana mewah ini jar? Kamu sekarang sukses ya jar? "


"Engga bi, sama aja seperti dulu . ".


****


Sesampainya di rumah, Nijar di sambut dengan kehadiran Caca.


" Paapaaahhh? "


"Papah tante galak ini papah bawaa? " ucap Caca menatap pada bibi tak suka."


"Kenapa Caca bicara seperti itu sayang.? "

__ADS_1


"Tante ini jahat paaahh.. Caca gak suka. "


"Ya udah, sekarang Papah punya hadiah banyak banget buat Caca. "


"Horeeeee! "


"Bang baru pulang? " ucap Vira yang tiba-tiba muncul.


"Ia Vir.. "


Vira yang menatap ke arah bi Tika merasa terheran-heran.


"Ini siapa bang? " tanya Vira.


"Oh iya ini, bi Tika Vir, bibi aku. "


"Ooohhh.. "


"Ya sudah aku masuk kedalam dulu ya bang. Ayo sayang? " Ajak Vira pada Caca.


"Tunggu dulu maba, papah bawa aku banyak hadiah. "


"Nanti papah bawa masuk sayang.. "


"Maba ayuuuukkk.. " Tarik Caca pada Vira.


"Jadi itu istrimu jar? Kenapa kamu menikahi wanita seperti itu sih jar? " tanya bibi tiba-tiba.


"Iya bi, memangnya kenapa? "


"Kamu itu harus pintar-pintar milih istri jar,"


Bibi yang merasa cemburu pada Vira berusaha membuat Nijar menjadi ragu pada pilihannya. Dia tak menyukai Vira.


Di tambah dengan kenyataan ternyata anak yang dia marahi saat itu ternyata keponakannya sendiri. Bi Tika harus berusaha terlihat baik di hadapan anak itu, biar dia bisa bebasa melakukan segalanya.


Keberuntungan Vira mendapatkab Nijar membuat Tika sangat iri, karena itu sangat ia harapkan dari suaminya.


"Bibi kenapa bengong? Masuk bi? "


"Bibi gak bengok jar, bibi hanya tak menyangka ternyata kamu sekarang benar-benar sukses. "


Bibi yang ingin mulai melancarkan aksinya.


Braaakkk..


"aaaaww panaass,,, panaasss.. "


"Ada apa biii? " ucap Nijar menghampiri bibinya yang sedang berada di dapur.


"Ini istrimu mu jar, masa dia menyurub bibu untuk segera pulang, terus karena bibi bilang mau menginap dia malah marah dan menyiram bibi jar. " ucapnya penuh sandiwara


"Kamu ini apa-apan sih Vir, dia itu bibi aki, gak seharusnya kamu berlaku seperti ini. "


Vira tak menjawab dia hanya diam.


"Ma'afka istri Nijar ya bi.. Sekarang bibi ganti baju dulu, tar Nijar ambilin. "


Nijar pun pergi kekamarnya.


"Kamu jangan bahagia dulu ya, saya akan melalukan hal lebih ke**jam dari ini. "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2