
”Seberapa pun kamu bertahan dan berkorban untuk nya yang masih mencintai masa lalu nya, semua itu akan sia-sia karena masa lalu lah yang akan jadi pemenang dalam hubungan kita. ”
Mungkin kata-kata itu telah berhasil di nobatkan untukku perempuan yang baru mengisi kekosongan hati suami ku.
Rumah tangga yang telah kami bina selama 2 tahun lamanya kini telah sirna, kehagatan dalam rumah tangga ku sudah mulai memudah. Sikap bang Nijar yang seolah-olah tak mengganggap kehadiranku ada. Setiap kali aku mendekatinya dia selalu tak merespon. Bahkan kejadian yang membuat aku semakin merasa heran dengan tingkahnya.
"Kamu ini bisa masak gak sih Nabila? Masa membuat sambah aja rasa nya hambar. "
"Masa sih bang? Perasaan aku selalu membuatnya denga takaran yang pas dan ini bukan kali pertama aku membuatnya. "
"Ya kamu coba sendiri dong, bukan malah langsung menafsirkan ini pas. "
Aku pun mencicipi sambal itu, rasanya pas tak ada kehambaran sedikit pu.
"Ini rasanya pas bang. "
"Alaahh, pas bagaimana kalau masak itu yang bener dong, suami pulang kerja lapar bukannya siapkan makanan yang enak ini malah membuat semakin enek saja. "
"Tapi bang. "
Bang Nijar meninggalkan tempat makan begitu saja, bukankah itu sebuah keanehan yang di curigai seorang istri?Sikap nya yang berubah menjadi lebih tempramen padaku.Sedikit saja kesalahan yang ku buat itu akan membuat bang Nijar sangat marah besar padaku.
Aku tak menyalahkan bang Nijar mungkin saat ini bang Nijar sedang banyak masalah dalam pekerjaannya makanya dia seperti itu.
___
Hari demi hari telah berlalu, namun sikap bang Nijar padaku semakin menjadi -jadi. Dia seakan berubah 180 persen padaku,sikap dingin nya padaku membuat aku merasa bersalah. Apa ada yang salah dengan penampilanku hingga tak menarik lagi perhatian suamiku sendiri, bahkan saat kami bercumbu pun tak ada gairah yang pada bang Nijar, dia melakukannya hanya untuk menghilangkan hasrat nya saja.
Hingga kecurigaanku terkuat saat datang seorang perempuan kerumah meminta izin untuk menikah dengan bang Nijar dia adalah Henna.
"Permisi..? "ucapnya sambip mengetuk pintu rumah.
"Yaa.Ada keperluan apa yan mba? "
"Perkenalkan saya Henna, saya datang kesini ingin meminta restu agar kamu merestui pernikahanku dengan suami mu Nijar. " Deggg...ucapnya tanpa basa-basi, apa maksus ucapan dia.
"Maksud mba? " tanya ku memastikan.
"Ya saya meminta restu pada mba, agar mengijinkan suaminya untuk menikah denganku, saya rela menjadi istri kedua dari Mas Nijar dan kamu tetap menjadi istri pertamanya. "
"Astagfirulloh,, maksud mba ini bagaimana saya sungguh tak paham? "
"Saya dan suamimu saling mencintai sejak dahulu, tapi karena kebodohanku yang meninggalkannya demi karir hingga lupa pada janjiku sendiri akan menikah bersma mas Nijar. Namun saat aku mengutarakan semuanya mas Nijar sudah menikah. Bahkan belakangan ini kami berdua sering bertemu makan siang bersama di luar, mungkin kamu juga mengetahuinya?"
__ADS_1
Astagfirulloh ya Alloh ini bagaikan tersambar petir di siang hari, kenyataan apa yang telah aku ketahui ternyata selama ini bang Nijar masih mencintai masalalunya. Soal perubahan sikapnya padaku karena Henna.
"Apakah kamu sungguh mencintai suamiku? "
"Saya sangat mencintainya, bahkan sebelum kamu bertemu dengan nya. "
Aku hanya mengangguk.
Bisu rasanya mulutku ini untul berucap, sakit yang aku rasakan tak sebanding dengan apa yang aku bayangkan.Cinta yang di berikan bang Nijar padaku ternyara tak seluruhnya, ada cinta yang harus ia bagi untuk perempuan lain.
Perempuan itu pergi meninggalkan rumag begitu saja, tanpa ada ucapan berpamitan sedikit pun. Hingga sebuah dompet yang tertinggal di rumahku. Ku buka dompet itu ingin mengetahui siapa pemiliknya dan alamatnya , ternyata dompet ini milik perempuan itu Henna . Dengan cepat aku langsung menyusulnya, mungkin saat ini dia belum terlalu jauh dari sini.
Deeggg..
Jantungku berpacu sangat kencang saat tak. sengaja mendengar perbincangannya dengan seseorang. Dia memiliki niat yang tak baik pada bang Nijar, menikahi bang Nijar hanya karena berniat ingin balas dendam atas apa yang telah ibunya bang Nijar lalukan, merebut kebahagiannnya.
Praaanggg...
Aku tak sengaja menyenggol pot kaca yanga berada di belakangku, hingga membuat perempuan itu keluar dari rumahnya.
"Kamuu... " ucapnya padaku.
Tangan ku rasanya masih gemetar, bingung harus berkata"Saya mau mengembalikan dompet mba yang tertinggal di rumah saya. "
"Sejal kapan kamu berada disini? " tanya nya.
"Ohh,, Jadi kamu menguping pembicaraan kamu berdua, awal saja kalau kamu berani mengadu pada mas Nijar, saya gak akan segan-segan melakukan hal yanh lebih menyakitkan dari ini. "
Aku tanya terdiak dan menundung.
"Sana pergi ngapain kamu masih disini? "
Aku pun langsung pergi meninggalkan rumahnya, masih terbayang ucapannya. Ternyata dia anak kandung dari ayah tirinya bang Nijar.
____
Sesampainya di rumah , aku melihat bang Nijat sudah pulang kerja dari biasanya, dia pulang lebih cepat.
"Dari mana aja kamu Nabila, suami pulang kerja kamu malah keluyuran? " tanya nya.
"Habis dari luar sebentar. "Aku langsung masuk kamar, tanpa banyak berbicara pada bang Nijar, aku harus memikirkan keselamatang bang Nijar, apa aku harus merelakan bang Nijar untuk berpoligami?
Saat bang Nijar sedang santai aku menanyai tentang perempuan itu,"Bang katakan yang sebenarnya dan yang sejujur-jujurnya ada hubungan apa kamu dengan Henna? "
__ADS_1
"Maksud kamu apa Nabila? Ia hanya temanku sewaktu sekolah dulu. Memangnya ada apa kamu tanyain hal itu? "
Ternyata kamu tak mau mengakuinya bang.
"Ouhh, teman ya bang? Maksudnya teman tapi spesial. Dia barusan datang kerumah bang. Apa kamu tau tujuan dia datang kesini bang? "
"Ah palingan juga dia hanya ingin bersilaturahmi saja. "ucap bang Nijar polos
"Salah.Kamu salah besar bang, kedatangannya dia kesini menemuiku meminta ijin padaku agar aku memperbolehkan kamu menikahinya bang. "
Mas Nijar terdiam, ketegangan dan gelisah yang aku lihat pada dirinya.
"Kenapa kamu diam bang? Jadi benar apa yang dikatakan Henna tentang semuanya. Tentang kamu yang juga sama memiliki perasaan padanya? "
"Jawab bang? " tanya ku memastikan.
"Bukan begitu Nabila. "
"Lalu apa bang? Aku tidak marah saat kamu ingin menikahinya. Tapi aku begitu sangat kecewa dan marah sama kamu karena kamu telah membohongi ku. "
"Aku tidak bermaksud membohongimu Nabila, itu hanya masa lalu saja. "
"Aku mengijinkanmu berpoligami bang untuk menikahi Henna, aku ikhlas dan aku akan berusaha menjalaninya dengan semampuku untuk di madu.Demi kebahagiaan kita bersama, aku rela kamu menikahi Henna."
"Kenapa kamu berkata seperti itu Nabila? "Aku hanya ingin melindungi mu bang, asal kamu tau. Tak ada satu wanita manapun yang rela di madu.
"Aku sungguh ikhlas bang, asalkan kamu mampu dan bisa berbuat adil pada aku maupun Henna. "
"Aku tak tahu Nabila? Aku bingung... "
"Kenapa kamu bingung bang? Apa yang membuatmu bingung , apa kamu menggantukan perasaanmu sendiri sedangkan sekarang aku tau bahwa kamu selalu saja memikirkannya hati dan pikiranmu hanya untuknya. Namun raga mu hanya bersinggah saja di sini. "
"Aku ikhlas di poligami bang. "
"Dan aku masih ragu Nabila, aku mencintaimu dan juga Henna. "
"Lalu apa yang kamu ingin kan bang? menjalani cinta yang penuh dengan kemaksiatan tak ada ikatan yang suci, apa kamu mau menggantungkan hubungan mu dengan Henna. Laki-laki macam apa kamu ini bang. "
"Cukup Nabila kamu tidak tau apa yang saya rasakan. "
"Kamu hanyalah seorang pengecut bang, yang tak mampu mengambil keputusan. " Sembari meninggalkan bang Nijar.
Tunggu cerita selanjutanya dari sudut pandangnya Nabila..
__ADS_1
Seperti apa kisah kelanjutannya?
... Bersambung...