Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 30 Rencana Jahat


__ADS_3

"Maksud bibi apa ya berkata seperti itu padaku?" tanya Vira.


"Kamu senang kan menikah dengan keponakanku?Enak bener hidupmu ya,kita yang susah payah memberinya makan malah kamu yang menikmati hasilnya."


"Semua ini sudah garisan takdir dari sang pencipta bi."


"Alah kamu ini gak usah berbohong deh sama saya."


"Ingat saya tidak anak membiarkan hidup kamu senang-senang,enak aja."


Vira meninggalkan bi Tika,dia heran dengan sikap bibi dari suaminya itu?


Kenapa juga dia harus berkata seperti itu?bukankah toh dia juga sama-sama perempuan,mungkin bi Tika belum mengetahui siapa sebenarnya bang Nijar.Bagaimana kelakukannya selama ini terhadap perempuan.


"Aaaawww... Nijar-Nijarrrr? "


"Bibi kenapa? " ucap Vira menghampiri bu Tika yang sedanh kesakitan. Vira tak mengetahui bahwa itu rencana jahatnya.


"Viraaaa! "


"Kamu apain bibi aku? " ucap Nijar dengan nada tinggi.


"A-aku gak tau bang, Bi Tika tiba-tiba sudah begini saja. "


"Kamu itu seharusnya bisa menghargai bibi ku. Sekarang kamu harus minta ma'af pada bibi ku. "


"Tapi bangg.. "


"Cepat Viraaaaa! "


Vira yang tak ingin berdebat dengan suaminya itu menuruti perintah Nijar


"A-aku bener bener minta ma'af banget sama bibi. "Mohon Vira pada bibi


"Ya sudah, jangan pernah di ulangi lagi. "


Vira hanya menangguk.


Enak saja Bi Tika berkata seperti itu,, kalau saja bukan karena suaminya Vira tao akan sudi untuk meninta ma'af pada permpuan yang sudah jelas salah.


Berbeda dengan Tika, ia tersenyum puas melihat Vira di marahi oleh suaminya sendiri.


Vira pun izin pamit untuk berganti pakaian yang basah itu.


"Kamu itu kenapa sih Vir? "


"Kamu bisa gak sih sedikit saja menghargai bibi ku, kenapa kamu melakukan itu semua? "


"Apa kamu menghargai aku sebagai istrimu bang?Sedangkan kamu saja lebih mendengar dar sudut bibimu saja bukan dari aku. "


"Sudahlah bang,percuma juga aku menjelaskan secara lebar sama kamu,"

__ADS_1


****


Di kamar Tika sedang menelpon seseorang


[Hallo! ]


[Ya ada apa bi?malam-malam gini telepon aku, ganggu tau aku lagi tidur. "Gerutu irma sepupunya Tika


[Kamu ini memang sangat menyebalkan yah,, sama bibi sendiri marah marah, lagian bibi ini telepon kamu mau mengajak kerja sama, bibi sekarang sudah ketemu sama Ponakan bibi dari pamanmu.Dia sekarang sudah menjadi laki-laki kaya .""


[Apahh! Apa aku gak salah denger bi,ya kalau masalah itu mah aku mau lahh, malah setuju banget."]


[Besok kamu pokonya harus datang kesini,ya alasannya kamu mau berkunjung ke rumah temanmu gitu, tapi gao sengaja bertemu dengan bibi.?]


[Ya.. ]


Entah rencana apa yang akan di lakukan oleh bibinya Nijat itu. Kenapa bibinya seakan berubah seperti ini, perempuam yang lenyabar dan lembut itu sudah hilang pada dirinya.


******


Vira yang merasa dirinya saat ini sungguh sangat lelah dan cape atas apa yang terjadi rumah ini.


Andai saja bude ada disini mungkin dia akan menjadi pelindung bagiku, saat ini Vira benar-benar sangat sendiri.


"Maba kenapa sedih? Apa papah buat maba sedih lagi? " tanya Caca .


"Engga sayang, maba hanya senang akhirnya papah pulang kesini lagi, menyayangi kita lagi. "


"Ini air mata kebahagiaan sayang, "


"Begitu ya maba. Maba kenapa tante jahat itu ada disini ? "


"Dia bukan tante jahat sayang, dia bibi papah mu sayang,yang berarti nenek Caca juga."


"Tapi aku gak mau punya nenek seperti tante jahat maba. "


"Ya sudah, gak kamu pikirin aja ya sayang. "


Anak kecil pun sudah tahu mana yang benar-benar tulus baik dan mana yang hanya ada mau nya saja.


****


"Jar kirain bibi kamu itu nikah sama yang sepadan gitu, eh malah sama anak yanh masih bau kencur. "


"Ya bagaimana lagi bi, semuanya sudah terjadi. "


"Apa jangan-jangan kamu melakukan hal tak senonoh ya, makanya anak itu lahir? "


"Bibi apaan si, kalau bicara di saring sedikit kenapa? Caca itu putri aku dengan Henna. Bukan dengan Vira. "


"Hennaaa? " tanya bi tika kaget.

__ADS_1


"Iya, Henna itu mantan istriku bi. "


"Bentar, bukannya kamu dulu nikahnya sama siapa itu tuh, anak yang bapa nya petani? "


"Nabila."


"Naah itu, ko bisa kamu nikah sama si Henna juga? Atau jangan-jangan kamu sama saja seperti bibi mu itu? "


"Semuanya sudah terjadi bi, lagian aku sungguh menyesal menceraikan Nabila dulu, malah menikahi Henna si perempuan pendendam,aku kira dia benar-benar mencintai aku dengan tulus bi,padahal dahulu Nabila membolekan aki untuk berpoligami. "


"Memang kamu ini sama-sama bodohnya dengan pamanmu. "


"Semua nya juga sudah terjadi kan bi? Untuk apa aku meratapi semua ini. Kalau bisa waktu di putar aku pengen banget rujuk kembali dengan Nabila, tapi sayang sekarang dia sudah menikahi dengan sahabat ku bi. Lalu kenapa bibi masih bertahan sama paman,apa bibi tak merasa sakit hati melihat paman bersama perempuan lain?"


"Makanya jadi orang jangan bodoh, lihat bibi mu ini meskipun punya suami seperti pamanmu yang doyan sama perempuan bibi masih bertahan sama pamanmu itu."


" Kalau kamu tanya kenapa,mungkin bagi semua perempuan akan sangat sakit sama seperti bibi dahulu untuk menerima semua kenyataan itu tak mudah jar,selagi pamanmu tak melakukan kekerasan pada bibi,bibi akan pertahankan namun sekali saja dia melukai fisik bibi,saat itu juga bibi akan pergi meninggalkannya.Ya meskipun itu, bibi harus menerima segala yang ada dari pamanmu. "


"Iya biii... "


"Bibi saranin kamu jangan melakukan hal sama juga, ya walaupun sebenarnya bibi gak suka sama si Vira itu. Tapi, karena dia sama-sama perempuan seperti bibi maka bibi akan menolak keras kelakuan bejat para lelaki termasuk kamu.Bibi tau rasanya dan bagaimana sakitnya dikhianati seperti ini. "


"hmmmm... "


"Bukan hmm hamm hmm aja,di dengerin kalau orang lagi nasihatin itu. "


****


"Jarr,, Nijaarr? "Panggil bibi.


" Ada apa lagi si bi? "


"Cincin bibi... Cincin yang kamu belikan tadi siang gak ada jar,, "


"Mungkin bibi salah menyimpan kali, "


"Engga jar, bibi ingat betul dan sangat ingat , menaruh ini cincin ini di sini. "


"Cari lebih teliti lagi bi, mungkin terjatuh atau apalah. "


"Bibi yakin pasti cincin bibi di ambil sama istrimu itu si Vira. "


"Gak mungkin lah bu, Vira dari tadi tidur di kamar sama Caca. "


"Terus kalau bukan sama istrimu siapa lagi, bukannya disini tidak ada satu orang pun selain hanya istrimu dan putrimu. Kalau kamu gak percaya bagaimana kalau kita geladah saja lemari nya. "


"Begini ya bi, selama aku di sini dan Vira tak ada kehilangan barang apapun , bahkan untuk apa Vira mengambil milik bibi dia juga kan sudah Nijar belikan. "


"Alah kamu ini , dia pasti cemburu dan tak suka karena bibi juga sama-sama di belikan. "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2