Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 26 Mencari?


__ADS_3

Malam ini membuat aku sangat kepikiran dengan putriku kenapa aku bermimpi seperti itu? Ada apa ini, kenapa seolah-olah semuanya sangat nyata.


Lebih baik aku cari mereka berdua kemana.Aku sungguh khawatir dengan putru dan istriku.


Di sepanjang jalan Nijar yang mencari kesana kemari namun tak di temui juga.


"Sayang...? "Nijar yang di kagetkan dengan kedatangan Fitri secara tiba-tiba.


" Fitrii! Kamu ngapain ada disini?"


"Sayang kamu ko gitu sih sama aku? Lagian mungkin ini pertanda bahwa kita itu berjodoh sayang, kita bisa bertemu seperti ini loh? "


"Ma'af aku lagi gak mau bahas soal ini, lebih baik sekarang kamu menjauh dari aku. "


"Sayaaang.. Muachh.. " Tiba-tiba saja Fitri mengecup pipi Nijar, yang Nijar sendiri tak menyadari bahwa ada putrinya memperhatikannya.


"Papah jahat! Caca benci papah sama tante monster.. "


"Cacaa? "


"Papah sudah nyakitin hati maba, Caca benci papah! "


"Caca sayang ini gak seperti apa yang caca lihat nak, kamu salah, papah sedang mencari kamu sayang. "


"Papah bohoong.. "


"Engga sayang, papah gak bohong. Papah janji gak akan menyakiti hati Maba, Caca mau kan ma'afin papah? "


Caca hanya melirik ke arah Vira ibu sambungnya.


"Karena Papah sudah janji gak akan nyakitin maba lagi , Caca ma'afin deh. "


"Makasih sayang, papah mulai saat ini berjanji gak akan buat Maba dan putri papah yang cantik ini bersedih. "


"Papah janji? "


"Iya papah janji nak. "


Nijar saling berpelukan satu sama lain dengan Vira istrinya.


Kebahagiaan terbesar dalam hidupku saat ini bisa bertemu kembali bersama putriku.


"Sayang terus aku bagaimana? "tutur Fitri yanh merasa kehadirannya di abaikan.


Nijar mengedipkan matanya pada Fitri, meskipun begitu aku tak rela jika harus berpisah dengan Fitri, demi membuat putri dan istriku percaya kembali terpaksa aku harus melakukan ini semua.


"Fitri ma'af aku harus bersama putriku."


"Tapi sayang? " Fitri yang masih tak mengerti dengan kodeku masih saja kekeh ingin di pertahankan olehku.


***


Sesampainya di rumah aku langsung mengajak Caca untuk masuk, aku hanya fokus pada putriku sendiri tidak dengan Vira istriku.


"Caca sayang kalau boleh papah tanya, kamu mau menjawabnya tidak? "


"Caca mau pah.. "


"Caca janji yah gak bakalan ninggalin papah seperti ini lagi, papah sedih kehilangan kamu nak, papah gak sanggup sayang.. "


"Iya Caca janji pah. "


"Oh iya pah tadi barusan aku bertemu sama tante bidadari dan om kim. "


"Oh ya,, terus? "


"Maba sama Tante bidadari mengobrol sangat banyak sekali hal,, terus tadi itu ada seorang nenek yang tiba-tiba mendekati aku loh pah? Masa nenek itu bilang kamu harus kuat, memangnya aku ini apa? aku Supermen gitu. "


"Terus kalau Maba sama Tante bidadari dan om kim mereka berbicara apa nak? "


"Gak tau lah pah, tapi aku senang banget bisa bermain bersama om kim dan juga om Luki. "

__ADS_1


"Om Luki..? "


"Iya om Luki,, temannya om kim, temannya papah juga kan? Kenapa caca baru tahu kalau papah punya teman namanya om luki? "


"Viraa...? "


"Iya ada apa bang? "


"Apa benar yang dikatakaan sama Caca kamu bertemu dengan Luki? "


"Iya memangnya kenapa bang? Dia yang udah nyelamatin Caca yang hampir ke tabr*ak."


"Apaaa? Kamu itu ceroboh sekali, ngurus anak satu ajak gak bisa. "


Caca yang melihat papahnya memarahi Maba cemberut.


"Ini bukan salah maba pah. Tapi, karena caca yang gak lihat-lihat. "


"Kamu gak luka kan sayang? " tanya Nijar memastikan pada putrinya.


"Engga pah, untung saja om luki nolongin Caca dia itu seperti super hero pah. "


"Oh iya pah, kenapa saat aku tadi hampir ke tabr*ak orang-orang bilang aku anaknya om superhero. "


Nijar sedikit kaget saat mengetahui bahwa orang-orang menyebut Luki dan Caca mirip. Memang Nijar dan Caca tak ada kemiripan sama sekali dengan dirinya wajahnya putih yang menurun dari ibunya Henna, apa ini semua ada hubungannya dengan Henna yang selali berkata aku tidak boleh kecewa.


"Vira apa kamu tau dimana kamu bertemu dengan Luki? "


"Di sini bang. "


"Disini..? "


"Iyaaa.. "


Nijar yang hatinya di penuhi dengan kegelisan, takut jika putrinya yang selama ini dia rawat dan besarkna bukan dari darah dagingnya sendiri melainkan dari orang lain.


Perasaannya di liputi rasa penasaran yang sangat besar ingin cepat bertemu dengan Henna dan juga Luki.


"Bang lebih baik kita tidur sekarang kasian Caca." panggil Vira.


"Kamu bisa mencarinya besok bang, lagian ini sudah sangat terlalu malam untuk Caca terus berada disini. "


"Aahh, yasudahlah. "


Vira yang berusaha semampunya supaya suaminya itu tidak mencari keberadaan Luki.


"Kamu ini kenapa si, tinggal tidur duluan apa susahnya. "


"Memangnya kamu mau mencari apa bang? "


"Bukan urusanmu. "


***


Sedangkan di tempat lain bude yang sedari tadi tidak berhenti menangis mengingat perlakuan Nijar padanya.


Orang satu-satunya yanh begitu tulus dan sayang padanya kini telah tiada, dia mengusirku dia tak menginginkan ku ada disini.


"Budeee...? "Panggil seorang perempuan padanya.


" Nak Nabila..? "


"Bude ngapain malam-malam di luar seperti ini, bawa tas besar pula? "


"Bude gak tau harus kemana Nak. Bude gak punya tempat tinggal lagi sekarang. "


"Bukannya bude tinggal sama Bang Nijar ya? "


"Bude di usir. "


"Astagfirulloh,, kenapa bisa bude? Ya sudah sekarang bude ikut Nabila saja kerumah ku ya, gak jauh dari sini. "

__ADS_1


Bude menuruti ajakan Nabila, karena ia sudah bingung harus kemana lagi. Ingin kembali kerumah yang dulu ia tempati tak mungkin karena sekarang pastinya sudah menjadi bangunan rumah orang lain.


Saat tiba di rumah Nabila, Hakim yang melihat itu sempat kaget, karena istri nya membawa orang lain, bukan ia menolak tapi rumah yang sederhana dan kecil ini tak mungkin untuk menampung banyak orang.


"Assalamualaikum Mas.. "


"Assalamualaikum nak Hakim, "


"Wa'alaikumussalam.. "


Hakim menarik tangan istrinya kedalam kamar.


"Dek kanapa kamu bawa bude kesini? Apakah dia akan menginap disini dek? "


"Gak apa-apa Mas, nanti esok aku jelaskan semuanya kasian bude sekarang harus istirahat. "


Nabila pun keluar dari kamarnya.


"Bude sudah makan belum? " tanya Nabila.


"Sudah Nak. " Bude yang terpaksa berbohong, padahal dirinya pun sudah sangat lapar sekali, namum melihat keadaan Nabila yang seperti ini membuat bude gak tega.


"emm begittu ya, ya sudah kalau begitu sekarang bude istirahat di kamarnya Hana. "


"Makasih ya nak,"


Hana putri pertama dari pernikahannya dengan Hakim, terpaksa harus di pindahkan ke kamarnya karena tak mungkin jika bude harus tidur bareng Hana, apalagi Hana dia tidak pernah mengenal bude pasti dia akan menangis dan kaget.


Untuk pertama kalinya bude harus menginap di rumah Nabila, perempuan baik dan lembut yang pernah ia kenal semasa Nabila menjadi Istrinya Nijar.


Hingga tetesan air mata jatuh kepipinya, bude merindukan putrinya yang telah lama pergi meninggalkannya.


Mungkin saja jika waktu itu pertengkaran tak terjadi, Cucu kesayangannya pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.


***


Vira yang melihat suaminya gelisah seperti itu membuat dirinya takut. Entah apa yang Vira pikirkan dan bayangkan saat ini. Namun sepertinya Vira mengetahui sesuatu yang ia sembunyikan, tak mungkin jika Vira tak mengetahui sesuatu dari Caca.


"Kamu kenapa seperti yang gelisah seperti itu?"tanya Nijar.


" E-engga.. "


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari saya? "


"Engga bang.. "


"Awas saja kalau kamu berani menyembunyikan sesuatu dari saya. "


"I-iya bang. "


Vira pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar Caca untuk menidurkan Caca.


"Bang bude kemana? " tanya vira yang tak melihat keberadaan bude, bude tak mungkin anak tidur tenang jika Caca tak ada.


"Bude akau usir. "


"Apa? Kamu mengusirnya bang? "


"Iya, lagian itu juga gak sengaja, aku lagi emosi melontarkan kata-kata itu juga tak sengaja. Mana aku tahu jika ternyata bude beneran pergi. "


"Terus kamu gak mencarinya bang? "


"Ya aku mencarinya dong, tapi ya gitu sudah aku tanya ke setiap orang tapi tak ada yanh melihatnya. Aku pun sudah mencarinya kerumah ibumu tapi tak ada. "


"Kamu tega bang, membiarkan bude yang sudah tak lagi muda pergi dari rumah. "


"Namanya juga gak sengaja. "


"Tapi kamu sudah membuat bude pergi bang, bagaimana jika Caca tahu semua ini ulahmu dia pasti akan marah lagi sama kamu. "


"Caca lagi,Caca lagi.. Basok saya cari. "

__ADS_1


Vira tak menyangka jika suaminya begitu tega mengusir budenya sendiri, padahal bude begitu sangat telaten dalam mengurus Caca, bagaimana Caca yang begitu sayang pada bude.


...****************...


__ADS_2