Penyesalanku Setelah Menceraikannya

Penyesalanku Setelah Menceraikannya
Bab 44 Rumit.


__ADS_3

Dasar perempuan dia yang pergi duluan, tapi aku yang di salahkan. Hak aku juga mau pergi kemana pun.


Merebahkan diri sejenak di kasur, ditemani syahdu nya alunan musik.


Segera aku membereskan rumah ini, aku sudah tak sabar Vira akan kembali ke rumah ini , setelah sekian lama kami tak saling melepaskan kerinduan.


Waktu kini kian semakin larut namun tak kunjung juga Vira datang kesini, apa mungkij mereka lupa mau kesini. Atau kah mereka sengaja tak datang kesini.


"Alhamdulillah pak bos akhirnya kembali juga. " Ucap salah seorang pegawai padaku, saat aku datang ke toko.


"Bagaimana perkembangan toko ini? Selama saja tinggalkan? " tanya ku pada pegawai.


Mereka semua hanya menunduk tak ada satu pun yang berani menatap kearahku.


"Maaf pak bos, sebenarnya semenjak bapa menghilang satu bulan kebelakang toko mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis, di tambah selalu ada bibi pak bos yanh suka menggambil nya. "


"Kami sudah bekerja semaksimal kami pak. Di tambah banyak komplen dari para pelanggan pak. " Ujarnya lagi.


"Bibi saya?" Mendengar penuturan pegawai ku, aku begitu sangat terkejut. Bagaimana bisa bibi mengambil barang-barang yang ada di toko ku dan kenapa bibi bisa tahu juga kalau aku tidak ada di rumah dan toko.


"Apa kalian tidak bisa melarang nya dengan keras kenapa bisa kecolongan setiap hari? " emosi Nijar yang memuncak.


"Pak,kami sudah melakukannya ,tapi bibi bapa datang kesini tidak hanya sendiri, dia datang bersama rombongannya. Mereka semuan menggunakan penutup wajah pak. "


Nijar mengelus dadanya.


Brengseekk...


Memukul meja yang ada di depannya dengan begitu kencang, hingga para pegawai pun ikut kaget.


"Apa hari ini juga bibi datang? "


salah satu pegawai mengangguk.


"Tanganmu kenapa di perban seperti itu? " tanya Nijar pada pegawai.


"Kalau lagi sakit gak usah maksain kerja, begini kan akhirnya kamu tidak bisa melawan. " Celetuk Nijar.


"Dia begitu juga karena berkelahi dengan orang suruhan bibi mu pak. " Ucap yang lain.


"Apa! " kaget Nijar.


"Iya pak, mereka tidak hanya banyak pak, mereka juga membawa senj**ta."


Menghela nafas.


"Kalian semua lebih baik pulang saja. Toko biar saya urus. "


Mereka pun akhirnya pulang.


Apa sebenarnya motif bibi padaku, kenapa dia melalukan ini semua padaku. laki-laki ini juga siapa, dari perawakan mereka semua seperti nya aku mengenalnya.

__ADS_1


Nijar menatap foto yang di berikan oleh salah satu pegawaiku.


Terpaksa aku harus menutup toko, tak ada barang yang harus aku jual.


Pulang kerumah.


Sial!


Ternyata bibi tidak pergi jauh dari sini, dia sengaja mengecoh semua ini dengan mencela*kai Vira waktu itu.


"Sayaaang... " Ucap Fitri yang tiba-tiba datanh kerumah. Ini semua lantas membuat ku kaget.


"Fitri..? "


"Kamu kenapa seperti itu si sayang ,ekspresi mu seperti yang kaget saja melihatku datang kesini. "


"Kamu mau apa kesini? " tanya Nijar.


"Aku mau ikut suamiku lah, masa aku di rumah sedangkan kamu disini. "


"Aku sudah bilangkan, aku mau istirahat disini sendirian. Kamu juga datang kesini tak memberi tahuku."


"Sayaaangg,,, kamu ko ngomong nya seperti itu, bukankah kita sudah menikah, aku berhak dong kesini tanpa harus memberi tahumu juga. Apa kamu mau memberikan ku kejutan ya? Makanya aku harus mengabari mu. "


"Heemmm.. " Nijar tak berucap.


"Kamu ini romantis banget sih sayang. Bikin aku tambah cinta sama kamu. "


Fitri mengecup Nijar.


Buuuugggg...


Tas yang di bawa Vira lepas begitu saja dari tangannya. Namun untungnya saja tak melihat perbuatan yang tak senonoh ini.


"Viraaa... "


Fitri tersenyum Puas.


"Silahkan lanjutkan lagi bang, "


"Vir, ini semua gak seperti yang kamu lihat. "


"Cukuupp! Cukup kamu berkilah Bang, semuanya sudah sangat jelas aku lihat. Kamu menikmati itu semua. "


"Virr kamu jangan salah paham.. "


"Dan kamu ngapain kegatelan sama suami saya, apa kamu sudah tidak punga harga diri melakukan itu di rumah ini. "


Fitri yang ingin memberontak dan membalas pernyataan Vira.


"Dia kesini ingin membantuku membereskan semuanya Vir. Iyakan Fit? " Nijar mengedipkan matanya pada Fitri.

__ADS_1


"Ohh,, jadi kamu menyuruhnya untuk membereskan rumah ini. Memangnya tidak ada pegawai di toko mu kah, yang bisa membantu mu membereksan semua ini. "


Nijar membisu, tak ada alasan lain yang bisa ia lontarkan.


"Kamu diam tandanya kamu berbohong. "


"Viirr kamu mau kemana? "


"Aku mau kembali kerumah ibu dan aku tak sudi tinggal di rumah ini lagi. Caca akan bersamamu karena dia bukan darah dagingku. "


Mendengar penuturan Vira, hal itu membuat Fitri begitu kaget. Ia sangat tak sudi dan tak mau merawat anak itu.


"Viirr, apa yang di katakan suamimu benar, aku kesini hanya membantunya saja. Pegawai toko hari ini tidak ada yang masuk satupun. Maaf jika aku telah merusak nya. "


Fitri pun meninggalkan rumah.


"Caca sayang, kenapa Caca cemberut seperti ini. "


"Aku gak suka tante jahat itu ada disini. "


"Tante itu udah bantuin papah beres-beres sayang. Caca gak boles seperti itu. "


"Pokonya Caca gak suka sama tante itu.. Caca benci papahh.. "


"Caca sayaangg.. " Ucap Nijar yang melihat putri nya pergi meninggalkan dirinya tanpa rasa peduli sedikit pun.


"Kamu apakan Vir putriku, kenapa dia jadi seperti ini. "


"Kamu tanyakan pada dirimu sendiri. "


Vira yang ikut meninggalkan Nijar.


"Kamu pasti tidak mendidiknya dengan baik dan keluarga mu juga sama kan? "


"Jangan bawa-bawa keluargaku. Jika itu semua karena ulahmu sendiri bang. Apa kamu pernah menyadari satu hal saja, bagaimana Caca hidup di keluargaku sedangkan aku saja baru pulih. Setiap hari dia selalu manangis merindukan papahnya, setiap hari pula kami harus berbohong padanya. "


"Apa kamu lupa terhadap putrimu? Apa tak ada sedikit pun kamu merindukan putrimu? " Ucap Vira dengan nada tinggi.


"Oh jadi kamu menyalahkan ini semua padaku? " timpal Nijar.


"Tentu.Tentu saja aku menyalahkan mu bang, kamu lihat anakmu yang begitu tak suka pada Fitri, seharusnya kamu tak usah menyuruhnya membantu pekerjaanmu. Apa kamu tidak punya seorang teman ha? Bukan kah kamu punya sahabat ? "


Aku tak lagi membalas ucapan Vira, memang benar ini semua kesalahan ku.Tapi aku disini juga tak tahu kalau ternyata Fitri datang kesini. Harusnya aku dari awal tak bilang ada di sini pada Fitri.


Vira pun langsung masuk kamar.


[Kamu seharusnya berkata jujur pada Vira kalau aku ini juga istrimu. ]Pesan dari Fitri.


[Kamu ini sadar gak, kalau kamu berkata jujur siapa yang akan merawat putriku. Bukan kah kamu sendiri yang tak mau merawatnya? ]


[Tapi setidaknya dia tahu kalau aku ini istrimu. Pokonya kamu besok harus kembali pulang kesini, jika tidak aku akan bilang yang sebenarnya apapun itu akibatnya.]

__ADS_1


Kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini.Nijar mengacak-acak rambutnya,melempar ponselnya kelantai.


...****************...


__ADS_2