
*Terima kasih ya Allah engkau telah pertemukan hamba dengan cucu hamba kembali*
Bude yang bersujud syukur, haru bahagia kini yang kami lihat.
"Beruntung banget ya Hen, Vira bisa bertemu lagi dengan neneknya. Gue jadi terharu. "
"Terus gue harus gimana kalau lu terharu! "
"Ya elah lu Hen, bukanya menghibur gue atau gimana ke malah ngeledek. "
"Dihh,, terserah gue dong mau ngapain. "
Percekcokan Henna dan Luki, membuat Caca yang sedang di dalam keluar rumah.
"Tante jahat. " ucap Caca pada Henna.
"Tante ngapain kesini? Tante tenang aja aku udah punya maba sekarang dan tante sekarang bukan ibuku. Kata papah ibuku sudah meningg*l . "
Sreekk...
Entah kenyataan pahit apa yang ia rasakan, saat mengetahui bahwa putrinya yang ia lahirkan dari rahimnya begitu sangat membencinya.
Sikap nya dahulu telah membuat putrinya tak menganggap kehadirannya, bahkan sedikit pun Caca tak mau untuk menjabat tangannya, ia melewati Henna begitu saja.
"Henn lu gak apa-apa kan? " bisik Luki.
"Gak papa ki, lu tenang aja. Lagian ini sudah menjadi konsekuensi ku ki, dulu aku yang tak pernah mengharapkan kehadirannya."
"Gue yakin Caca hanya perlu waktu untuk bisa menerima ini semua, apalagi setelah sikap lu dahulu."
Henna hanya menunduk.
Bude yang mengetahui kejadian buruk pada Henna dan juga Nijar, apalagi hubungannya dengan mantan mertua Nijar yang tak baik.
"Kita masuk aja yu nak? " Ajak bude pada Caca.
"Ayo nek. Aku sangat rindu sekali sama nenek,nenek kemana aja si selama ini? "
"Nanti Nene cerita kan semuanya ya.. "
"Vira kalau begitu kita pamit pulang dulu ya. "
"Masuk dulu ka, "
"Gak usah Vir, semoga kamu cepat segera pulih ya. "
__ADS_1
"Terima kasih ka."
Luki dan Henna pun berpamitan pulang.
Vira masuk kedalam rumah.
Kamu kemana bang, apa kamu lupa denganku, apa karena aku tak bisa melayani mu hingga kamu pun tega meninggalkan aku yang seperti ini. Dimana hati nurani mu bang. Aku akan selalu menunggu mu sampai kapan pun, aku telah terlanjur mencintaimu, hingga tak ada satupun yang bisa menggantikan kamu di hatiku, aku harap tak ada penghiatan yang kamu lakukan padaku saat ini. Aku rela melakukan ini semua hanya untuk mu, namun kenapa kamu tak kunjung datang bang?
Vira yanh berdiam diri, melamun menunggu kedatangan suaminya itu. Membayangkan keharmonisan rumah tangga yang sesungguhnya, namun sayang itu semua hanyalah hayalan Vira belaka.
"Vira, kamu kenapa melamun masuk ayo? " ajak ibu padanya.
"Ehh iya bu,maaf ! aku hanya sedang menuggu Ibu dan Suamiku. "
"Nantu juga suamimu pasti datang nak, mana mungkin dia tega meninggalkan kamu dan putrinya disini. "
"Tapi kenapa ya bu, suamiku lama sekali datanh kesini nya? "
"Sabar ya nak. "
Vira mengganguk, ia paham betul jika ibunya juga sama menunggu kedatanganan Nijar, namun beliau berusaha menyembunyikan semua itu.
"Buu? Kalau boleh aku tau kenapa ibu tak berkata jujur saja padaku. "
"Maksud mu nak? " tanya ibu yang kaget dengan pernyataan Vira.
Ibu terdiam membisu, entah apa yang akan di katakannya.
"Ibu gak usah takut jujur saja sama aku bu? "
"Kamu tahu dari mana nak? "
"Setelah ibu mengatakan yang sebenarnya bahwa aku bukanlah putri mu.Aku mendengarkan semuanya bahkan aku tahu bahwa zayn lah yang mendonorkan darahnya untuk ku. "
"Ya Alloh nak! Jadi kamu tahu semuanya? "
Vira mengangguk.
"Maafkan ibu nak, karena ibu tak pernah jujur dari awal sama kamu. "
"Engga papa bu, aku sangat bersyukur sekali ibu mau menerima aku disini setelah bang Nijar tak datang menjemputku, bahkan untuk menemuiku saja beliau tidak pernah ada. Bu aku mohon sama ibu, ibu jangan pernah menceritakan semua ini pada orang lain, aku ingin tahu apakah mas Nijar akan menemui ku saat aku masih belum sepenuhnya ingat. "
"Maksudmu ? "
"Aku tidak benar-benar amnesia bu, aku ingat siapa diriku sebenarnya bahkan aku juga tau kalau sebenarnya aku bukanlah putri ibu.Aku tak sengaja mendengarkan percakapan ibu dan bapa saat dulu. Waktu ibu memaksa aku untuk menikah dengan Bang Nijar. "
__ADS_1
"Maafkan ibu nak... "Ibu meneteskan air matanya.
" Ibu tak usah menangis, aku tak pernah membenci ibu sedikitpun, justru dari ibu aku belajar banget ilmu. "
Vira memeluk ibu dengan begitu eratnya.
*****
"Mas besok kita temui istrimu dan beri tahu bahwa kita sudah menikah? "
"Haaah! Bagaimana bisa aku menberitahu nya, sedangkan dirinya saja tak mengingat siapa aku?" Nijar kaget, sekaligus bertanya-tanya tentang jalan fikir istrinya itu.
"Mas kita ini sudah resmi jadi suami istri loh, masa kamu tega menutupi bahwa aku ini istrimu? "
"Karena kamu beda Fit, aku menikahai mu supaya tak jadi Fitnah di lingkungan ini. "
"Jadi kamu menikahi aku hanya karena alasan itu? " Tanya fitru dengan emosi.
"Kamu apaan sih Fit, bicara itu yang sopan sama suami, malah mengeraskan suara mu? "
"Mas, aku hanya minta sama kamu untuk memperkenalkan aku sama keluarga istrimu apa aku salah? "
"Ya jelas salah Fit. Vira itu istri sah ku secara agama dan juga negara. Sedangkan kamu, kita menikah hanya secara agama saja. "
"Aku akan memberi tahu si Vira itu , kalau kita sudah menikah. "
"Fitri kamu bisa mengerti gak si dengan keadaan nya Vira saat ini, apa kamu sadar kamu telah membuat aku terperangkap seperti ini di rumah ini. Dan kamu ingin datang menemui Vira lalu memberi tahu kalau kita sudah menikah, kamu gil* Fit? "
"Apaa? Kamu bilang aku gila? Kamu sadar gak, aku ini istrimu dan kamu malah terus mengutamakan istrimu itu.Apa kamu lupa saat kamu berkata ingin menceraikan nya? "
"Aku tidak lupa Fit, dan aku juga masih mengingat jelas , bahwa kamu sendiri yang melarang aku untuk menceraikan nya karena kamu tak mau mengurus putriku. "
*Sial kenapa aku yang jadi kena semprotnya begini sih harusnya Nijar yang takluk sama aku bukan malah aku yang merasa terpojokan seperti ini. Aku haru marah dan pura-pura pergi dari sini. *Ucap Fitri dalam hatinya.
"Kalau kamu terus mengutamakan istrimu lebih baik aku pergi dari sini. " Fitri yang pergi keluar dari kamarnya.
Sedangkan Nijar hanya terdiam diri.
"Oke silahkan kalau kamu mau pergi, aku tak perdulikan itu dengan begitu aku lebih leluasa untuk pergi ke rumah ibu mertuaku. "
Fitri pun kaget mendengar jawaban suaminya itu, bukannya mengejar dirinya malah lebih memilih untuk menemui si Vira itu.
*Kenapa juga si itu anak masih aja bertahan, udah susah payam membuat rencana buatnya malah gagal pula. *
"Oke mas , kalau kamu tetap memaksa kan diri untuk menemui istri dan putrimu itu, maka aku akan melakukan hal yang membuat dirimu sendiri di permalukan. "
__ADS_1
Nijar yang tahu, bahwa Fitri akan melakukan hal senekat ini, akhirnya dia menunda waktunya itu pergi melihat keadaan istrinya dan putri. Meski kerinduan sudah sangat ia rasakan.
...****************...