Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
3 tahun berlalu


__ADS_3

3 tahun berlalu setelah kejadian itu


Stevan terus menerus mencari tahu siapa pemimpin dari organisasi CROWN


tetapi seakan menghilang organisasi tersebut setelah menyelesaikan misi


Flashback


Mobil melajut ke suatu tempat tetapi yang terlihat hanya hutan dan tanah luas, tempat mansion itu berdiri keluarlah Stevan beserta reno


"Bos disini tidak ada lagi mansion" ucap Reno


"Bagaimana bisa" marah Stevan


"Apa yang terjadi sebenarnya" perintah Stevan


"Putri dimana kamu" teriak Stevan dengan suara bergema di hutan itu


Back flas


"Bos" sapa Reno


"Hari ini bos ada meting dengan investor dari kota B" lapor Reno


"Hm"


"Bagaimana Reno" tanya stevan dengan menatap Reno dengan pancaran mata yang menunjukan keinginan


Stevan yang mengetahui apa yang di tanyakan bosnya tidak tega melihat pancaran mata penuh harapan


"Maaf bos, organisasi itu seperti menghilang di telan bumi" ucap Reno dengan penuh sesal


"Keluar" perintah stevan


Reno yang mengetahui kemarahan bosnya berjalan keluar


Terjadilah keheningan. Dalam ruangan Stevan.


Stevan membuka laci mejanya terdapat sebuah kotak Stevan mengambil kotak tersebut terdapat gelang didalamnya ia mengambil gelang itu


"Putri dimana"


"Mengapa saat kamu sudah didepan mata, maaf karena tidak mengenali kamu"


"Maaf,,,, Karena Pangerang meninggalkan putri"


Stevan melihat gelang tersebut dengan tatapan sedihnya

__ADS_1


Stevan mengembalikan gelang tersebut ke tempat semula


Dan berjalan keluar ruangan, di luar ruangan terdapat Reno


Ceklek


"Bos"


"Dimana"


"Restoran Sekar bos" jawab Reno


Stevan berjalan menuju lift dan diikuti dengan Reno di belakangnya


Lift turun ke bawah


ting


Stevan beserta Reno menuju parkiran dan memasuki mobil, mobil tersebut berjalan menuju restoran Sekar.


Sampailah mobil pada sebuah restoran mewah


"Bos pak Liam beserta sekretaris telah menunggu di dalam" beritahu Reno


Stevan beserta Reno memasuki restoran dan menuju ruangan VIP


Ceklek


"Hm" dehem Stevan dengan nada datar


Liam beserta sekretaris nya merasa kikuk atas jawaban Stevan


"Oh ya silahkan duduk pak Stevan" sambung sekretaris dari Liam


Duduk lah Stevan beserta Reno dan melangsungkan meting, selamat 30 menit meting berlangsung.


Meting pun selesai


"Selamat bekerja sama pak Stevan" ucap Liam


"Iya"


"Semoga kerja sama kita berjalan lancar dan keuntungan yang besar" sambung liam


Stevan beserta Liam saling berjabat tangan


Di sisi lain restoran terdapat Clara dan Yuna yang sedang makan siang dengan penuh canda tawa

__ADS_1


"Yuna hari ini aku merasa bagaimana gitu" terang Clara


"Apa"


"Aku merasa senang tanpa sebab, aku merasa akan terjadi sesuatu"


"Yang jelas Clara, aku tidak apaham apa yang kau katakan" jelas Yuna


"Aku juga tidak mengetahui apa yang terjadi pada diriku"


"Aku merasa senang saja hari ini"


"Alah mungkin karena aku mengajakmu jalan-jalan makanya kamu merasa senang"


"Iya, iya kamu menang, dasar cerewet" ucap Yuna


Hahahh


Ulu, ulu ngambek ni ceritanya


Ucap Yuna sambil mencolek dagu Clara


Clara menepis tangan Yuna dan menatap tajam


Yuna yang melihat tatapan tajam Clara


Heheheh


Peac ujar Yuna sambil mengangkat dua jarinya


Clara dan Yuna melanjutkan makan mereka dan keluar menuju mobil mereka. Sedangkan Stevan mau pun Reno juga bersamaan keluar menuju mobil mereka.


Karena banyaknya orang yang keluar masuk restoran, tak sengaja Stevan melihat gelang yang familiar di tangan seorang wanita, tetapi ia tidak dapat melihat mukanya


"Putri " teriak Stevan sambil berjalan menuju wanita itu


Prang


"Maaf pak" jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya


Stevan melihat ke depan dan tidak melihat wanita yang di tebaknya yaitu putri


Sial umpat Stevan dan menatap tajam pelayan itu


"Pak maaf, maaf, maaf" ucap pelayan itu dengan ketakutan


"Sudah nggak papa" ucap Reno kepada pelayan

__ADS_1


"Reno" marah Stevan dan berjalan keluar menuju mobil


"Iya bos" berlari mengikuti Stevan


__ADS_2