Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
keluar bersama untuk pertama kalinya


__ADS_3

Keesokan harinya Stevan beserta Clara melakukan aktivitas mereka sehari-hari dimana


"Bos hari ini ada rapat" lapor Reno


"Kapan"


"Sekarang bos para ketua - ketus divisi sudah berada di ruang rapat"


"Mengapa baru kasih tau saya sekarang ha" marah Stevan


"Sudah saya email bos semalam" ucap Reno


"Mengapa tidak saya lihat"


"Kalau bos nggak percaya ni buktinya" ucap Reno sambil menunjukan handphone yang terdapat email yang sudah terkirim


Stevan yang melihat bukti itu


"Sudah intinya situ salah kamu, kenapa tidak telfon saya" elak Stevan sambil berjalan menuju ruang rapat


"Dasar bos dingin" gumam reno


"Kamu bilang sesuatu" tanya stevan


"Ti, tidak bos" gelagapan Reno


Stevan melihat Reno dengan tatapan penuh curiga


"Ya sudah" ucap stevan dengan tiba - tiba


"Saya telfon nomornya nggak aktif, salahin saya lagi, nasib asisten" gerutu Reno Sepajang perjalanan menuju tempat rapat


Ceklek


Stevan dan Reno memasuki ruang rapat,Stevan berjalan menuju kursi sang CEO sedangkan Reno berjalan menuju kursi disampinya


"Rapat di mulai" tutur Reno


Rapat pung dimulai


Beberapa menit menjelang rapat Stevan mulai marah-maraah akibat laporan perusahaan Yang salah


"Apa? Apaan ini kalian bisa kerja ha" marah Stevan sambil melempar berkas tersebut di atas meja


"Tidak becus, kalian" ucapan Stevan terhenti dengan bunyi hanphone

__ADS_1


Kring


Terjadi keheningan akibat bunyik hanphone semua karyawan Yang ada di dalam ruang rapat mencari bunyik hanphone siapa takut jika hanphone mereka maka habis sudah mereka.


"Halo" ucap Stevan dengan senyum yang terpatri di wajahnya


....,....


"Iya jam berapa" tanya stevan kepada penelfon


.....,,.....


"Aku jemput yah"


....,.....


"Tunggu segera aku berangkat"


"Dah sayang" ucap Stevan dengan nada yang lembut


tit


"Besok sudah harus ada di depan meja kantor saya" perintah Stevan dan berjalan keluar dari ruanga rapat diikuti dengan Reno di belakangnya


Ceklek


Didalam ruang rapat


Mereka semua mengucap syukur atas penelfon tadi akrena sudah menyelamatkan mereka dari amukan si bos


"Kira-kira siapa ya yang menelfon pak bos"


"Mana kamu tau"


"Jangan!jangan pacar pak bos lagi, soalnya pak bos tersenyum kita belum pernah lihat senyum pak bos loh"


"Iya juga yah"


"Tapi berkat telfon yang katanya pacar pak bos kita bisa selamat loh"


"Iya yah pak bos kalau marah seram banget"


"Yaudah keluar cari makan kita"


Disisi Stevan dan Reno

__ADS_1


"Dimana kunci mobil" tanya stevan


"Ini bos" Reno memberikan kunci tersebut kepada Stevan


"Untuk apa bos"


"Jangan kepo" ucap Stevan dengan anda datarnya sambil mengambil kunci tersebut dan berjalan menuju lift


"Dasar muka kulkas" gerutu Reno


Stevan melajukan mobilnya sepanjang perjalan Stevan terus saja tersenyum


Sampailah ia di sebuah mansion keluarlah seorang wanita cantik


Yup Clara mereka akan makan siang bersama



anggap saja didepan mansion yah berhayal sesuka kalian 😊


Panggilan Clara ke Stevan jadi Evan ajah yah


"Hai sudah datang" ucap Clara


"sebuket bunga untuk tuan putri" Stevan memberikan Bungan tersebut


"makasih bunganya" ucap Clara sambil mencium Bungan tersebut


" Iya silahkan tuan putri" ucap Stevan dengan senyum sambil membuka pintu mobil untuk Clara


"Hahah, Evan Jangan gitu malu tau" Clara tertawa sambil menutup mukanya


Clara masuk kedalam mobil


Klik


Stevan berjalan kesebelah mobil membuka pintu mobil sebelah dan masuk


"Siap tuan putri"


"Evannnn" teriak Clara sambil memukul bahu Stevan


" Oke, oke"


Stevan mulai menjalankan mobilnya sepanjang perjalanan mereka berdua tertawa mengenang masa waktu mereka masih kecil, bagaiman seorang Stevan yang dulu dan seorang gadis kec bernama clara

__ADS_1


__ADS_2