Perempuan Misterius

Perempuan Misterius
Clara sakit


__ADS_3

keesokan harinya bibi Ami merasa kawatir karena Clara tidak kunjung keluar sarapan pagi sudah bibi Ami ketuk pintu kamarnya tapi tidak ada sahutan dari dalamnya, sampai bibi Ami menelfon Yuna untuk datang


"bibi, bagaimana" tanya Yuna dengan berlari menghampiri bibi Ami


"nggak tau non, non clara nggak ada sahutan dari dalam" ucap bibi Ami dengan nada kawatir


"Clara" teriak Yuna dari luar sambil mengetuk pintu kamar Clara


"Clara"


"Clara"


"Clara"


sudah berteriak berulang kali, karena tidak ada sahutan dari dalamnya


"bibi kunci serep kamar clara ada" tanya Yuna sambil menatap bibi Ami


"astaga... bibi tidak terpikirkan" kaget bibi Ami


"tunggu bibi ambil kunci serep kamar non Clara" ucap bibi Ami dan berlari menjauh dari kamar Clara. tak lama bibi Ami kembali dengan kunci di tangannya


"ini non" bibi Ami memberikan kunci tersebut, Yuna mengambil kunci itu dan membuka kamar Clara


ceklek


"Clara" teriak Yuna dengan kaget melihat keadaan Clara dengan darah yang mengering ditangannya dengan kamar yang berantakan

__ADS_1


"non Clara" kaget bibi Ami juga


Yuna dan bibi Ami menghampiri clara


"bibi tunggu aku telfon dokter anto dulu" ucap Yuna, dokter pribadi keluarga bramatjaya


"iya non" jawab bibi Ami


Yuna keluar menelfon dokter, sedangkan bibi Ami mengganti baju Clara dan beberapa pelayan membersihkan kamar Clara, Yuna kembali dengan keadaan kamar yang sudah bersih.


"bibi sedikit lagi dokter Anto datang" ucap Yuna. tak lama dokter Anto datang dan mulai periksa Clara, tangannya juga sudah obati dan dibalut


""nona Clara tidak ada yang serius Hanya luka di tangannya, dan sepertinya akhir-akhir ini nona Clara seperti banyak pikiran" jelas dokter Anto


"dan juga ini obat yang harus di tebus ya" dokter Anto memberikan resep obat tersebut pada Yuna


"obatnya di minum setelah dia abis makan" jelas dokter anto


"bibi aku antar dokter Anto kedepan sekalian mau tebus obat Clara" ucap Yuna


"iya non, biar bibi yang jaga non Clara" jawab bibi Ami


Yuan berjalan keluar dengan dokter Anto di sampingnya, sampailah mereka di depan pintu


"dok makasih ya" ucap Yuna


"sudah kewajiban saya," jawab dokter Anto

__ADS_1


"ada apa sebenarnya" tanya lagi dokter Anto


"Yuan yang tau apa yang ditanyakan oleh dokter Anto "kecelakaan 15 tahun silam kami sudah tau dalangnya siapa" jawab Yuna dengan tatapan tajamnya


"akhirnya" ucap dokter Anto


"masalahnya dimana?" tanya dokte Anto


"yang menjadi dalangnya adalah keluarga orang terdekatnya, makanya ia banyak pikiran saat ini" jelas Yuna dan dokter Anto hanya mengagungkan kepalanya


"kalau gitu duluan ya saya banyak pasien dirumah sakit" ucap dokter anto


"iya, hati-hati ya dok" jawab Yuna, setelah itu mobil dokter Anto meninggalkan pekarangan mansion bramatjaya.


Yuna juga mulai memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya menjauh dari pekarangan mansion keluarga bramatjaya ia akan mencari apotik terdekat saja, tak lama mobilnya berhenti di sebuah apotik dan ia masuk kedalam


"mbak mau beli obat ini" ucap tuan dan memberikan resep obat kepada pelayan di apotik


"mohon di tunggu sebentar ya kak" Jawab pelayan itu sambil mengambil resep obat tersebut dari tangan Yuna, tak lama pelayan itu kembali dengan obat di tangannya


"pakai ini mbak" ucap Yuna memberikan kartunya, setelah itu Yuna meninggalkan apotik dan kembali ke rumah Clara.


#######


Disini author mau minta maaf buat para pembaca kalau saya update dengan Waktu tak tentu soalnya saya lagi sibuk, mau mendekati UTS, kalau kedepannya saya jarang update mohon maaf ya


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2