
Clara terbangun dari pingsannya dan melihat tangannya di balut, kemudian tatapannya tertuju pada Yuna
"Yun" panggil Clara, mengagetkan Yuna yang sedang melihat hpnya
"Akhirnya kamu sadar juga" lega Yuna
"Ada yang sakit" tanya Yuna lagi
"Nggak papa kok, ngilu aja di tangan" jawab Clara
"Kamu tunggu disini aku ambil makananmu dulu" ucap Yuna dan keluar dari kamar, tak lama Yuna kembali diikuti oleh bibi Ami
"Nona, lain kali jangan gitu lagi, bibi kawatir banget non nggak keluar-keluar kamar" ucap bibi sambil menatap Clara
"Maafin Clara ya bi, lain kali nggak gitu" jawab Clara
"Sudah nggak papa asalkan non Clara sehat-sehat bibi udah senang" kata bibi Ami
"Makan dulu, mau aku suapin" Goda Yuna
"Kamu kira tangan saya lumpuh" ketus Clara
"Kirain ajah kan, sakit pengen di manja" jawab Yuna
"Huh.. mari sini makanannya" pinta Clara, Yuna memberikan makan tersebut dan Clara mulai makan. Sedangkan bibi Ami hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya. Tak lama Clara menyelesaikan makannya
"Ni minum obatnya agar luka kamu cepat mengering" Yuan memberikan obat pada Clara, cala yang melihat itu mengambil obat tersebut dan mulai meminumnya
"Kalau gitu bibi kebelakang ya" pamit bibi Ami
"Iya Bi" jawab Clara dan Yuna bersamaan
Bibi Ami berjalan meninggalkan kamar Clara, di sisi Clara dan Yuna
"Bagaimana" tanya Yuna
__ADS_1
"Aku akan membalas mereka, mereka harus merasakan air mata yang selama ini aku keluarkan, tenaga serta mental yang aku tanggung selama ini, aku akan membuat mereka merasakannya" suhu di ruang tersebut berubah drastis
"Besok kita akan bertemu di markas dan membahasnya" lanjut Clara
"Berikan hanphonemu" titah Clara
"Untuk apa?" Tanya Yuna tapi tangannya tetap terulur memberikan handphonenya pada Clara
"Jangan kepo" ucap Clara dan mulai menelfon seseorang dengan hp Yuna, sedangkan Yuna hanya mendengus saja.
"Kirimkan saya handphone baru sekarang" titah Clara pada orang di seberang telfon dan langsung mematikan telfonya, ckra mengembalikan hanphonen Yuna
Di lain tempat
"Siapa sih nggak jelas banget, marah-marah lagi, dasar orang gila, nggak kenal kasar banget lagi ngomongnya" marah seorang wanita di depan hanphonenya
Ceklek
"Kenapa loh, marah-marah nggak jelas kata orang gila ajah" tanya seorang laki-laki yang baru masuk ke dalam ruangan itu.
Bruk
Gebrakan meja mengagetkan laki-laki itu dari duduknya
"Astaga itu nona mati aku" keluh wanita itu
"Bisa serangan jantung gue, kamu kenapa sih" ucap laki-laki itu
"Yang telfon itu nona Clara" jawab wanita itu
"Mampus kamu" laki- laki itu menertawakan kebodohan wanita itu
"Diam" singkat wanita itu dan mulai menelfon seseorang
"Halo" ucap wanita itu pada orang di seberang telfon
__ADS_1
....,.....
"Kirim hp ke alamt yang sudah saya kirim dengan mereknya sekarang" ucap wanita itu lagi
.....,.....
"Secepatnya ya" ucap wanita itu dan mematikan telfonya
"Selamat" wanita itu mengusap dadanya dengan lega
Di sisi Clara
tok, tok ,tok
"Non Clara" teriak bibi Ami
"Masuk bi" ucap Clara
Ceklek
"Ada apa bi?" Tanya Clara
"Ini non ada paket" jawab bibi Ami dan memberikan paket tersebut kepada clara
"Makasih ya bi" ucap Clara
"Iya, bibi keluar ya" jawab bibi Ami dan mulai keluar kamar Clara
"Iya Bi" jawab Clara dan mulai.mebuka paketnya setelah itu ia mengambil hpnya yang rusak mengambil kartu dan meletakanya di hp barunya.
#######
Disini author mau minta maaf buat para pembaca kalau saya update dengan Waktu tak tentu soalnya saya lagi sibuk, sedang UTS, kalau kedepannya saya jarang update mohon maaf ya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1